Tampilkan postingan dengan label Kewirausahaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kewirausahaan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 September 2018

Makalah Kepemilikan Mata Kuliah Kewirausahaan

Makalah Kepemilikan Mata Kuliah Kewirausahaan


KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr. wb.
Puji syukur kami panjatkan kepada ALLAH SWT lantaran berkah dan rahmat-Nya kami sanggup menuntaskan kiprah makalah matakuliah Kewirausahaan. Makalah ini dilakukan sehubungan dengan kiprah yang didiberikan dosen kami bpk. Budiman,Dr untuk memenuhi nilai matakuliah Kewirausahaan.
melaluiataubersamaini diselesaiknya kiprah makalah ini,kami harapkan sanggup memenuhi syarat penilaian kiprah Kewirausahaan dan berkhasiat untuk para pembacanya.
Untuk dosen pengajar Bpk.Budiman,Dr dan kawan-kawan kami ucapkan banyak terimakasih atas segala derma dan pengorbanan yang sudah didiberikan.
Kritik dan masukan yang membangun sangat kami harapkan sebagai materi penyempurnaan pada makalah ini. Semoga buku ini bermanfaa. Aamin
Wassalamualaikum wr.wb

BAB  I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Manajemen ialah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Manajemen ialah suatu keadaan terdiri dari proses yang ditunjukkan oleh garis (line) mengarah kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi.
Fungsi – fungsi administrasi tersebut berafiliasi dengan suatu kepemilikkan tubuh usaha, yang intinya bentuk kepemilikan tubuh perjuangan di pilih oleh seorang wirausahawan mencangkup untuk menentukan administrasi apa yang digunakan pada usaspesialuntuk. Semakin besar bentuk tubuh perjuangan yang digunakan maka semakin kompleks pula system administrasi yang digunakan.
Ketika seorang wirausahawan sudah memutuskan untuk meluncurkan usaspesialuntuk, salah satu dari beberapa perkara pertama yang dihadapinya ialah menentukan bentuk kepemilikan. Memilih suatu bentuk kepemilikan ialah hal yang penting lantaran ini ialah keputusan yang memilki efek jangka panjang bagi seorang wirausahawan maupun usaspesialuntuk.
B.     RUMUSAN MASALAH
Pokok permasalahan yang sanggup diangkat, meliputi:
1.      Apa yang dimaksud dengan kepemilikkan ?
2.      Bagaimana konsep dari kepemilikkan fungsi administrasi ?
3.      Apa saja unsur – unsur dari kepemilikkan ?
4.      Bagaimana perkara dan solusi dari kepemilikkan ?
C. Tujuan
1.      Untuk mengetahui kepemilikkan
2.      Untuk mengetahui konsep dari kepemilikkan
3.      Untuk mengetahui unsur – unsur dari kepemilikkan
4.      Untuk mengetahui perkara dan solusi dari kepemilikkan

D. Manfaat
1.      Mengetahui bentuk-bentuk kepemilikkan tubuh usaha
2.      Berguna sebagai pengembangan suatu usaha
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Definisi Kepemilikkan
Kepemilikan perjuangan ialah suatu bentuk kegiatan perjuangan yang dilihat dari segi pemilik /pendirinya, sumber modalnya, dan tujuan pendiriannya, sehingga terdapat aneka macam macam bentuk kepemilikan suatu usaha. melaluiataubersamaini demikian setiap bentuk kepemilikan usaha, sesuai dengan visi dan misi yang dibawa oleh masing-masing perjuangan tersebut.
Secara umum, kepemilikan uatu perjuangan sanggup digolongkan menjadi beberapa bentuk sebagai diberikut.
·         Usaha Perorangan
Bentuk kepemilikan bisnis yang dikelola oleh perorangan ialah sejenis tubuh perjuangan yang didirikan oleh seorang Warga Negara Indonesia, sebagai wadah kegiatan perjuangan untuk mata pencaharian sehari-hari guna menghidupi diri, anak dan keluarganya. Badan perjuangan perorangan sangat praktis ditemukan di sekitar kita. Badan Usaha Perorangan ialah tipe paling sederhana dari sebuah tubuh usaha, sekaligus ialah bentuk perjuangan yang paling renta dan paling umum. Seperti namanya, jenis tubuh perjuangan ini spesialuntuk dimiliki oleh satu orang saja, sehinga pelaksanaan dan tanggung jawabannya dikuasai oleh satu orang tersebut, sebagai pemiliknya.
Bentuk tubuh perjuangan perorangan yang sanggup kita temui di sekitar kita antara lain warung (toko kecil), pedagang kaki lima, perjuangan tambal ban, warnet, dan lain-lain.
·      Persekutuan Firma
Persekutuan Firma ialah bentuk kepemilikan perjuangan yang didasarkan pada KUHD. Persekutuan Firma ialah salah satu bentuk kepemilikan perjuangan yang didirikan berdasarkan perjanjian antara dua orang atau lebih (sekutu) melalui sertifikat notaris. Mereka yang bersekutu dan oke menentukan bentuk Firma ini saling mengikat diri untuk memisahkan sebagian kekayaan masing-masing dan memasukkannya kedalam Firma yang didirikan sebagai modal usaha.
Tanggung tanggapan anggota firma tidak terbatas. Laba yang diperoleh akan dibagi kepada seluruh anggota firma berdasarkan besar kecilnya modal yang diikutsertakan. Setiap anggota firma berhak bertindak atas nama firma, sehingga apabila salah seorang anggota firma melaksanakan suatu tindakan yang mengakibatkan timbulnya risiko, maka risiko-risiko tersebut akan menjadi.
·      Persekutuan Komanditer
Bentuk kepemilikan perjuangan komplotan komanditer (Commanditair Vennotschap – CV) ialah ekspansi dari bentuk kepemilikan perjuangan perorangan, diatur berdasarkan KUHD pasal 19.Persekutuan Komanditer ialah bentuk kepemilikan perjuangan yang dibuat oleh seorang atau lebih persero, dengan tanggung tanggapan penuh. Persekutuan Komanditer didirikan oleh beberapa orang (sekutu) yang menyerahkan uangnya dan mempercayakan uang itu untuk digunakan dalam persekutuan.
CV mempunyai 2 jenis anggota (sekutu), yaitu anggota aktif dan anggota pasif.
1.      Anggota aktif ialah anggota yang bertindak sebagai pengelola tubuh perjuangan tersebut. Anggota ini bertanggung tanggapan penuh terhadap kelangsungan acara CV. Karena bertanggung tanggapan penuh, maka anggota aktif sanggup mengambil keputusan dengan cepat, tanpa perlu bertanya atau berkonsultasi dengan anggota pasif.
2.      Anggota pasif atau disebut juga anggota komanditer berperan sebagai penanam modal bagi CV. Namun, anggota pasif ini tidak terlibat dalam acara pengelolaan CV sehari-hari. Anggota pasif juga tidak bisa ikut campur lantaran terbatas berdasarkan modal yang disetorkannya. Apabila suatu ketika perjuangan CV tersebut bangkrut, maka kekayaan pribadi anggota aktif digunakan untuk melunasi pinjaman-pinjaman perusahaan. Namun, anggota pasif mempunyai hak untuk menuntut modalnya kepada angota aktif. Tetapi, anggota pasif akan menemui kesusahan dalam menarikdanunik modalnya kembali.
·         Perseroan Terbatas
Perseroan Terbatas (PT) ialah tubuh perjuangan yang didirikan oleh
beberapa orang yang berbadan hukum, dan modalnya terdiri dari saham-saham. Tanggung tanggapan pemegang saham terbatas. Kekuasaan tertinggi dalam PT terletak pada RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham), dengan ketentuan satu lembar saham mempunyai satu suara. Makara pemegang saham paling banyak akan mempunyai hak bunyi terbanyak. Apabila pemegang saham tidak bisa hadir pada ketika RUPS, maka hak suaranya bisa diserahkan kepada orang lain yang disebut “proxy”. Pendirian PT harus dengan sertifikat notaris dan meminta persetujuan kepada menteri kehakiman dan pemimpin oleh seorang direksi (direktur).
·         Koperasi
Bentuk kepemilikan perjuangan koperasi bukan ialah perjuangan perorangan, tetapi dilakukan bahu-membahu dengan orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. melaluiataubersamaini demikian, koperasi menjadi alat bagi banyak orang yang ingin meningkatkan kesejahteraannya dengan bekerjasama, lantaran mereka menyadari bahwa apabila mereka bekerja sendiri-sendiri, kesejahteraan tersebut tidak kunjung terwujud. Masing – masing bentuk mempunyai kebebasan dan tanggung tanggapan tertentu. Karakteristik masing – masing perusahaan sangat menentukkan bentuk pemikira\nnya, oleh lantaran itu tidak ada bentuk perusahaan yang lebih super daripada yang lain.

B.     Konsep Kepemilikkan
Kepemilikan, ialah penerapan dan penjualan aset produktif sudah menjadi hak individu daripada hak istimewa. Konteks dari mana keputusan dibuat wacana kepemilikan sudah direduksi menjadi sebuah ketegangan antara niat baik individu maupun perusahaan. Kepedulian untuk ekonomi yang lebih besar, ekologi global atau isu-isu lintas negara lainnya ialah fungsi dari tekanan lain, menyerupai kesadaran politik lingkungan.
Seorang wirausahawan yang sudah memutuskan untuk meluncurkan usaspesialuntuk, salah satu dari beberapa perkara pertama yang dihadapinya ialah menentukan bentuk kepemilikan. Sering kali para wirausahawan tidak cukup banyak meluangkan waktu untuk dan perjuangan untuk mengevaluasi dampak dari aneka macam jenis bentuk kepemilikan atas diri mereka dan usaspesialuntuk. Mereka spesialuntuk menentukan begitu saja salah satu bentuk kepemilikan berdasarkan kebiasaan atau mempunyai bentuk bentuk yang paling banyak digunakan dalam waktu tersebut.
Memilih suatu bentuk kepemilikan ialah hal yang penting lantaran ini ialah keputusan yang memilki efek jangka panjang bagi seorang wirausahawan maupun usaspesialuntuk. Walaupun keputusan tersebut sanggup diubah, mengubah suatu bentuk kepemilikan menjadi bentuk kepemilkan yang lain sanggup dapat menjadi hal yang meyulitkan, memakan waktu, rumit, serta mahal.

C.     Unsur – unsur Kepemilikkan
Berdasarkan jumlah kepemilikannya, tubuh perjuangan sanggup dibedakan menjadi dua yaitu :
1.        Perusahaan Perorangan atau Usaha Kepemilikan Tunggal Pada umumnya
perusahaan perseorangan bermodal kecil, jenis serta jumlah produksinya terbatas, mempunyai tenaga kerja/buruh yang sedikit dan masih memakai alat produksi teknologi yang sederhana.
2.        Perusahaan Persekutuan (Partnership) atau Usaha Kemitraan dan mempunyai unsur – unsur sebagai diberikut:
a.       Selalu menyelenggarakan perusahaan (Pasal 16 KUH Dagang).Misal : membuat Pembukuan, Pendaftaran Perusahaan, dll.
b.      Mempunyai nama bersama (Pasal 16 KUHDagang).
c.       Pertanggungjawabanannya tanggung-menanggung atau bersifat pribadi untuk keseluruhan
Untuk Perseroan Terbatas mempunyai unsur sebagai diberikut :
a.       Kewajiban terbatas pada modal tanpa melibatkan harta pribadi.
b.      modal dan ukuran perusahaan besar.
c.       Kelangsungan hidup perusahaan PT ada di tangan pemilik saham.
d.      Dapat dipimpin oleh orang yang tidak mempunyai potongan saham.
e.       Kepemilikan praktis berpindah tangan.
f.       cepatdangampang mencari tenaga kerja untuk karyawan / pegawai.
g.      Keuntungan dibagikan kepada pemilik modal (saham) dalam bentuk deviden.
h.      Kekuatan dewan direksi lebih besar daripada kekuatan pemegang saham.
i.        Pajak berganda pada Pajak Penghasilan (PPH) dan pajak deviden.

D.    Masalah dan Solusi
Berikut beberapa problem terpenting yang harus dipirkan oleh para wirausahawan sebelum mereka mengevaluasi aneka macam bentuk kepemilikan :
Pertimbangan pajak, Jumlah keuntungan membersihkan yang berdasarkan asumsi wirausahawan akan dihasilkan olah usaspesialuntuk dan tagihan pajak yang harus dibayar oleh sipemilik tersebut ialah faktor-faktor yang penting ketika menentukan bentuk kepemilikan
Kemampuan menuntaskan kewajiban, Bentuk-bentuk kepemilikan tertentu memberkan proteksi lebih tinggi terhadap kewajiban pribadi sehubungan dengan perkara keuangan, produk cacat, dan masalah-masalah lain
Kebutuhan modal pertama dan masa depan. Setiap bentuk kepemilikan mempunyai kemampuan yang tidak sama dalam mendapat modal pendirian perusahaan. Bentuk mana yang lebih unggul, tiruana itu bergantung pada banyaknya modal yang dibutuhkan oleh wirausahawan dan daerah ia merencanakan untuk memperolehnya
Pengendalian, melaluiataubersamaini menentukan bentuk kepemilikan tertentu, wirausahawan secara otomatis melepaskan beberapa wewenang untuk mengendalikan perusahannya
Kemampuan manajerial, Para wirausahawan harus menilai aneka macam keahlian dan kemampuan mereka untuk mengelola suatu perjuangan secara efektif.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Kepemilikan ialah kekuasaan yang didukung secara sosial untuk memegang kontrol terhadap sesuatu yang dimiliki secara khusus dan menggunakannya untuk tujuan pribadi. Suatu bentuk kegiatan perjuangan berganti dari segi pemilik atau pendirinya, sumber modalnya, dan tujuan pendiriannya, sehingga terdapat aneka macam macam bentuk kepemilikan suatu usaha. melaluiataubersamaini demikian setiap bentuk kepemilikan usaha, sesuai dengan visi dan misi yang dibawa oleh masing-masing perjuangan tersebut.
Memilih suatu bentuk kepemilikan ialah hal yang penting lantaran ini ialah keputusan yang memilki efek jangka panjang bagi seorang wirausahawan maupun usaspesialuntuk.

B.     Saran
Tidak ada bentuk kepemilikan yang terbaik, bentuk kepemilikan yang terbaik yang akan dipilih hendaknya diadaptasi dengan :
·         Kemampuan Modal
·         Lokasi pendirian
·         Kemampuan menanggani perusahaan
·         Keahlian pendiri
·         melaluiataubersamaini menyesuaikan kemampuan yang dimliki kita gres bisa menentukan bentuk perusahaan yang mana yang terbaik.

DAFTAR PUSTAKA 
Thomas dan Norman . (2008) . Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil . Edisi 5 Buku 1 . Jakarta : Salemba Empat.
kumpulan-makalah11.blogspot.com/search?q=konsep-sejarah-unsur-sebab-bentuk
http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/131071624.pdf
http://id.wikipedia.org/wiki/Sengketa_Sipadan_dan_Ligitan
http://matguaws.com/wp-content/uploads/draft_pasal_27.pdf
Selengkapnya klik : DOWNLOAD
Makalah Kewirausahaan, Hakekat Kewirausahaan, Ciri-Ciri Dan Karakteristik Kewirausahaan Lengkap

Makalah Kewirausahaan, Hakekat Kewirausahaan, Ciri-Ciri Dan Karakteristik Kewirausahaan Lengkap


BAB I
PENDAHULUAN

A.        Latar Belakang
Kewirausahaan (Entrepreneurship) yaitu proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa inspirasi inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil final dari proses tersebut yaitu penciptaan perjuangan gres yang dibuat pada kondisi risiko atau ketidakpastian.
Wirausaha secara historis sudah dikenal semenjak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755. Beberapa istilah wirausaha ibarat di Belanda dikenadengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan unternehmer. Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis semenjak 1950-an di beberapa negara ibarat Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan semenjak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau administrasi perjuangan kecil. Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat mempersembahkan pendidikan kewirausahaan. DI Indonesia, kewirausahaan dipelajari gres terbatas pada beberapa sekolah atau akademi tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan ibarat adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun petes-petes di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.
Orang yang melaksanakan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan. Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang tidak sama dari insan pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat
terkait dengan nilai nilai, sikap dan sikap sebagai insan unggul.
Pada makalah ini dijelaskan tentang pengertian, hakekat, ciri-ciri dan karakteristik dan kiprah kewirausahaan dalam perekonomian nasional.

B.   Topik Bahasan
1.      Pengertian kewirausahaan
2.      Hakekat kewirausahaan
3.      Ciri – ciri dan karakteristik kewirausahaan
4.      Peran kewirausahaan dalam perekonomian nasional

C.    Tujuan
1.      Dapat memahami pengertian kewirausahaan.
2.      Dapat memahami hakekat kewirausahaan
3.      Dapat memahami ciri – ciri dan karakteristik kewirausahaan.
4.      Dapar ,memahami kiprah kewirausahaan dalam perekonomian nasional.

BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Kewirausahaan
Berasal dari kata enterpteneur yang berarti orang yang membeli barang dengan harga niscaya meskipun orang itu belum mengetahui berapa harga barang yang akan dijual. Wirausaha sering juga disebut wiraswasta yang artinya
sifat-sifat keberanian, keutamaan, keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri. Meski demikian wirausaha dan wiraswasta sebetulnya mempunyai arti yang tidak sama . Wiraswasta tidak mempunyai visi pengembangan perjuangan sedangkan wirausaha bisa terus berkembang dan mencoba perjuangan lainnya. Istilah lainnya yang semakna dengan wirausaha yaitu wiraswasta. Istilah wiraswasta lebih sering digunakan dan lebih dikenal daripada wirausaha. Padahal, keduanya bermakna sama dan ialah padanan dari kata entrepreneur. Kata wiraswasta berasal dari adonan wira-swa-sta dalam bahasa sansekerta. Wira berarti utama, gagah, luhur, berani, teladan, atau pejuang; swa berarti sendiri atau mandiri; sta berarti berdiri; swasta berarti berdiri ditas kaki sendiri atau dengan kata lain berdiri di atas kemampuan sendiri.
Sedangkan wirausahawan mengandung arti secara harfah, wira berarti berani dan perjuangan berarti daya upaya atau dengan kata lain wirausaha yaitu kemampuan atau keberanian yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai peluang bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih kesuksesan.
Berdasarkan makna-makna tersebut, kata wiraswasta atau wirausaha berarti pejuang yang gagah, luhur, berani dan pantas menjadi teladan di bidang usaha. melaluiataubersamaini kalimat lain, wirausaha yaitu orang-orang yang mempunyai sifat-sifat kewiraswastaan atau kewira-usahaan. Ia bersikap berani unuk mengambil resiko. Ia juga mempunyai leutamaan, kreatifitas, dan teladan dalam menangani perjuangan atau perusahaan. Keberaniannya berpijak pada kemampuan sendiri atau kemandiriannya. Pengertian lainnya sebut kewirausahaan yaitu proses membuat sesuatu yang lain dengan
memakai waktu dan kegiatan disertai modal dan resiko serta mendapatkan balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi. Kewirausahaan mempunyai arti yang tidak sama-beda antar para hebat atau sumber teladan alasannya yaitu tidak sama-beda titik berat dan penekanannya. Richard Cantillon (1775) misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment).
Seorang wirausahawan membeli barang ketika ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan hadir dengan harga tidak menentu. Makara definisi inikewirausahaan yaitu lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi risiko atau ketidakpastian. Berbeda dengan para hebat lainnya, berdasarkan Penrose (1963) kegiatan kewirausahaan mencakup beberapa aspek indentfikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi sedangkan berdasarkan Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup beberapa aspek kegiatan yang dibutuhkan untuk membuat atau melaksanakan perusahaan pada ketika tiruana pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya dan berdasarkan Peter Drucker, kewirausahaan yaitu kemampuan untuk membuat sesuatu yang gres dan tidak sama.
Menurut dan Steinhoff dan John F. Burgess (1993:35) wirausaha yaitu orang yang mengorganisir, mengelola dan berani menanggung resiko untuk membuat perjuangan gres dan peluang berusaha. Secara esensi pengertian entrepreneurship yaitu suatu sikap mental, pandangan, wawasan serta pola pikir dan pola tindak seseorang terhadap tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabannya dan selalu berorientasi kepada pelanggan. Atau sanggup juga diartikan sebagai tiruana tindakan dari seseorang yang bisa memdiberi nilai terhadap kiprah dan tanggungjawabannya. Adapun kewirausahaan
ialah sikap mental dan sifat jiwa yang selalu aktif dalam berusaha untuk memajukan karya baktinya dalam rangka upaya meningkatkan pendapatan di dalam kegiatan usaspesialuntuk. Selain itu kewirausahan yaitu kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan yaitu kemampuan untuk membuat seuatu yang gres dan tidak sama (create new and different) melaui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk membuat peluang dalam menghadapi tantangan hidup. Pada hakekatnya
kewirausahaan yaitu sifat, ciri, dan tabiat seseorang yang mempunyai kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia faktual secara
kreatif.

B.         Hakekat Kewirausahaan
 Dari beberapa konsep yang ada ada 6 hakekat penting kewirausahaan sebagai diberikut ( Suryana,2003 : 13), yaitu :
1.    Kewirausahaan yaitu suatu nilai yang diwujudkan dalam sikap yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis (Acmad Sanusi, 1994).
2.    Kewirausahaan yaitu suatu kemampuan untuk membuat sesuatu yang gres dan tidak sama (ability to create the new and different) (Drucker, 1959).
3.    Kewirausahaan yaitu suatu proses penerapan kreativitas dan penemuan dalam memecahkan kasus dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (Zimmerer.1996).
4.    Kewirausahaan yaitu suatu nilai yang diharapkan untuk memulai suatu perjuangan (start-up phase) dan perkembangan perjuangan (venture growth) (Soeharto Prawiro, 1997).
5.    Kewirausahaan yaitu suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang gres (creative), dan sesuatu yang tidak sama (inovative) yang bermanfaa memdiberi nilai lebih.
6.    Kewirausahaan yaitu perjuangan membuat nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melaui cara-cara gres dan tidak sama untuk memenangkan persaingan. Nilai tambah tersebut sanggup diciptakan dengan cara menyebarkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara gres untuk menghasilkan barang dan jasa yang gres yang lebih efisien,memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara gres untuk mempersembahkan kepuasan kepada konsumen.

C.        Ciri  – ciri  dan Karakteristik Kewirausahaan
Ciri-ciri seorang wirausahaan adalah:
·         Percaya diri
·         Berorientasikan kiprah dan hasil
·         Pengambil risiko
·         Kepemimpinan
·         Keorisinilan
·         Berorientasi ke masa depan
·         jujur dan tekun

Menurut Munawir Yusuf (1999)
Ciri kewirausahaan yaitu:
1.      Motivasi berprestasi
2.      Kemandirian
3.      Kreativitas
4.      Pengambilan resiko (sedang)
5.      Keuletan
6.      Orientasi masa depan
7.      Komunikatif dan reflektif
8.      Kepemimpinan
9.      Locus of Contro

10.  Perilaku instrumental
11.  Penghargaan terhadap uang.

Ciri dan Kemampuan Wirausahaan Tangguh:
Berpikir dan bertindak strategik, adaptif terhadap perubahan dalam berusaha mencari peluang keuntungan termasuk yang mengandung resiko agak besar dan dalam mengatasi masalah.
·         Selalu berusaha untuk menerima keuntungan melalui banyak sekali keunggulan dalam memuaskan langganan.
·         Berusaha mengenal dan mengendalikan kekuatan dan kelemahan perusahaan (dan pengusaspesialuntuk) serta meningkatkan kemampuan dengan sistem pengendalian intern.
·         Selalu berusaha meningkatkan kemampuan dan ketangguhan perusahaan terutama dengan training motivasi dan semangat kerja serta pemupukan permodalan.
Ciri-ciri seorang wirausahaan adalah:
·     Memiliki sifat keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme. Selalu berusaha untuk berprestasi, berorientasi pada laba, mempunyai ketekunan dan ketabahan, mempunyai tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik ddan mempunyai inisiatif.
·      Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan. Bertingkah laris sebagai pemimpin, sanggup bergaul dengan orang lain dan suka terhadap masukan dan Koreksi yang membangun.
·         Memiliki penemuan dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan mempunyai jaenteng bisnis yang luas.
·         Memiliki persepsi dan cara pandang yang berorientasi pada masa depan.
·         Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja keras.
Pendapat lain M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993;6-7)
Mengemungkakan delapan karakteristik yang mencakup :
·         Memiliki rasa tanggung tanggapan atas usaha-usaha yang dilakukannya.
·         Lebih menentukan risiko yang moderat.
·         Percaya akan kemampuan dirinya untuk berhasil
·         Selalu menghendaki umpan balik yang segera
·         Berorientasi ke masa depan, perspektif, dan berwawasan jauh ke depan
·         Memiliki semangat kerja dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa depan yang lebih baik .
·         Memiliki ketrampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk membuat nilai tambah
·         Selalu menilai prestasi dengan uang.

D.    Peran Wirausahaan Dalam Perekonomian Nasional
Seorang wirausaha berperan baik secara internal maupun eksternal. Secara
internal seorang wirausaha berperan dalam mengurangi tingkat kebergantungan terhadap orang lain, meningkatkan kepercayaan diri, serta meningkatkan daya beli pelakunya. Secara eksternal, seorang wirausaha berperan dalam menyediakan lapangan kerja bagi para pencari kerja. melaluiataubersamaini terserapnya tenaga kerja oleh peluang kerja yang disediakan oleh seorang wirausaha, tingkat pengangguran secara nasional menjadi berkurang.
Menurunnya tingkat pengangguran berdampak terhadap naiknya pendapatan perkapita dan daya beli masyarakat, serta tumbuhnya perekonomian secara nasional. Selain itu, berdampak pula terhadap menurunnya tingkat kriminalitas yang biasanya ditimbulkan oleh alasannya yaitu tingginya pengangguran.
Seorang wirausaha mempunyai kiprah sangat besar dalam melaksanakan wirausaha. Peran wirausaha dalam perekonomian suatu negara adalah:
·         Menciptakan lapangan kerja
·         Mengurangi pengangguran
·         Meningkatkan pendapatan masyarakat
·         Mengombinasikan faktor–faktor produksi (alam, tenaga kerja, modal dan keahlian)
·         Meningkatkan produktivitas nasional

D.        Pola Pikir (Mindset) Wirausaha

Pola pikir (mindset) yaitu cara memandang terhadap sesuatu yang tertangkap oleh indradan menghasilkan sikap yang terungkap dalam sikap dan menghasilkan 'nasib'. atau bisa juga diartikan semacam filter diri sendiri untuk menafsirkan apa yang kita lihat dan kita alami. pola pikir insan bisa diubah, dari pola pikir yang negatif ke positif, pecundang ke pemenang, pekerja menjadi wirausaha. Pola pikir seorang entrepreneur itu yaitu pola pikir yang produktif, kreatif, inovatif alasannya yaitu polapikir ibarat inilah yang dibutuhkan oleh tiruana entrepreneur untuk menjalankan suatu usaha. wirausahawan tidak selamanya mulus dalam menjalankan usaspesialuntuk. ada beberapa kendala yg mungkin saja dialami oleh wirausahawan ketika akan membangun suatu usaha. kasus paling utama yang dihadapi yaitu MODAL, merasa dirinya tidak berbakat dalam berwirausaha, merasa dirinya terlalu bau tanah untuk memulai usaha. mungkin hal-hal di bawah ini bisa dilakukan dalam memulai suatu usaha.

  1. Motivasi yang kuat.
  2. Mindset yang tepat(prouktif,kreatif,inovatif,positif)
  3. Lakukan saja(just do it).
seorang wirausaha akan susah berkembang bila tidak mempunyai mindset kreatif dan inovativ dalam dirinya. kreatif dan inovatif sangan dibutuhkan oleh seorang wirausaha untuk bisa menyebarkan usaspesialuntuk biar lebih sukses. etika yaitu tatacara berafiliasi dengan insan lainnya, alasannya yaitu masing-masing masyarakat bermacam-macam adab dan budaya. etika dan norma yang harus ada di setiap pengusaha :
·         Kejujuran
·         Bertanggung jawaban
·         Menepati janji
·         Disiplin
·         Taat hukum
·         Suka memmenolong
·         Komitmen dan menghormati
·         Mengejar prestasi
jika setiap pengusaha bisa melaksanakan etika dan norma itu dengan baik, ini akan berdampak positif untuk perjuangan yang ia jalankan.
BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
1.      Pengertian Kewirausahaan
Kewirausahaan yaitu proses membuat sesuatu yang lain dengan memakai waktu dan kegiatan disertai modal dan resiko serta mendapatkan balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi. Kewirausahaan yaitu suatu sikap mental, pandangan, wawasan serta pola pikir dan pola tindak seseorang terhadap tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabannya dan selalu berorientasi kepada pelanggan. Atau sanggup juga diartikan sebagai tiruana tindakan dari seseorang yang bisa member nilai terhadap kiprah dan tanggungjawabannya.
2.      Hakekat Kewirausahaan
Dari beberapa konsep yang ada ada 6 hakekat penting kewirausahaan sebagai diberikut (Suryana,2003 : 13), yaitu : nilai, kemampuan, proses penerapan kreativitas dan inovasi, usaha, sesuatu yang baru, dan nilai tambah
3.      Ciri – ciri dan Karakteristik Kewirausahaan
Terdapat beberapa ciri – ciri dan karakteristik kewirausahaan. Ciri-ciri seorang wirausahaan adalah:
·         Percaya diri
·         Berorientasikan kiprah dan hasil
·         Pengambil risiko
·         Kepemimpinan
·         Keorisinilan
·         Berorientasi ke masa depan
·         jujur dan tekun
Karakteristik kewirausahaan yaitu :
·         Tanggung jawaban
·         Resiko
·         Percaya
·         Umpan balik
·         Prioritas ke masa depan
·         Semangat kerja
·         Prestasi
·         Ketrampilan.
4.   Peran Wirausahaan Dalam Perekonomian Nasional
·         Menciptakan lapangan kerja
·         Mengurangi pengangguran
·         Meningkatkan pendapatan masyarakat
·         Mengombinasikan faktor–faktor produksi
·         Meningkatkan produktivitas nasional

B.  Penutup
Alhamdulilah berkat peluang yang didiberikan Allah SWT  makalah ini sanggup terselesaikan sesuai waktunya. Demikian yang sanggup kami sampaikan dan goresan pena dalam makalah ini , jikalau ada belum sempurnanya maka kami selaku penulis memohon maaf yang sebesar besarnya serta besar harapan
kami untuk mendapatkan masukan-masukan yang bermanfaa.

DAFTAR PUSTAKA

“Anonim”. 2012. Pengertian Kewirausahaan. diambil dari www.jatikom.comPada tanggal 4 Maret 2012.
“Anonim”. 2009. Ciri-ciri Kewirausahaan Unggul/Berhasil. diambil dari www.jatikom.com. Pada tanggal 4 Maret 2012.
“Anonim”. 2009. Karakteristik Kewirausahaan. diambil dari www.jatikom.comPada tanggal 4 Maret 2012.
“Anonim”. 2009. Kewirausahaan. diambil dari www.jatikom.com. Pada tangaal 4 Maret 2012.
“Anonim”.2012. Kewirausahaan. diambil dari www.jatikom.com. Pada tanggal 4 Maret 2012

Selengkapnya Klik : DOWNLOAD