Tampilkan postingan dengan label bahasa indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahasa indonesia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 September 2018

Drama: Persahabatan Teman Gres Dari Aceh

Drama: Persahabatan Teman Gres Dari Aceh

Ini yakni pagi yang cerah. Mita dan Doni, dua orang siswa kelas VII sedang asyik membaca-baca buku Biologi di koridor sekolah. Pasalnya nanti siang akan ada ulangan harian mata pelajaran tersebut. Kemudian hadir Anggi, sobat akrab mereka.

Anggi              : “Mit, Don, rajin sekali kalian berdua!”
Mita                 : “Iya dong, kiprah kita sebagai pelajar kan memang harus belajar.
   Hehehe…”
Anggi              : “Iya juga sih. Eh ngomong-ngomong kalian tahu tidak, ada anakdidik baru
   yang akan masuk ke kelas kita hari ini.”
Doni                : “Oh ya, siapa namanya? Lelaki atau perempuan?”
Anggi              : “Lelaki, tapi saya juga belum tahu siapa namanya dan ibarat apa
    rupanya.”
[Bel sekolah berbunyi]
Mita                 : “Eh ayo masuk kelas!”
[Ketiganya memasuki ruang kelas. Ibu guru masuk bersama seorang anakdidik baru.]
Ibu Guru         : “Selamat pagi, anak-anak. Hari ini kita kehadiran mitra gres dari
   Aceh, ia akan menjadi mitra sekelas kalian. Silakan perkenalkan
   dirimu, nak!”
Ridwan           : “Selamat pagi, kawan-kawan. Nama saya Muhammad Ridwan. Saya
    berasal dari Aceh.”
Mita [berbisik pada Anggi]: “Jauh sekali ya, dari Aceh pindah ke Bandung!”
[Anggi spesialuntuk mengangguk tanda setuju]
Ibu Guru         : “Ridwan, engkau duduk di belakang Doni ya [menunjuk sebuah meja
    kosong]. Untuk sementara engkau duduk sendiri lampau alasannya jumlah
   siswa di kelas ini ganjil.”
[Ridwan segera duduk di dingklik yang disediakan]
Ibu Guru         : “Ya baiklah, kini kita mulai pelajaran hari ini. Buka buku kalian di
    halaman 48….”
[Pelajaran pun dimulai]
Tiba saatnya jam istirahat. Ridwan, yang belum mempunyai kawan, membisu saja duduk di kursinya sambil menunduk. Rupanya belum ada yang mau mendekati Ridwan. Semua siswa di kelas itu masih sungkan dan spesialuntuk mau tersenyum saja padanya tanpa berani mengajak ngobrol lebih lanjut.
Doni                : “Psst, Mit, Nggi, coba lihat anak gres itu, sendirian saja ya!” [berbisik
    pada Mita dan Anggi ketika mereka gres kembali dari kantin]
Mita                 : “Ayo kita dekati saja.”
[Ketiganya menghampiri Ridwan]
Anggi              : “Hei, Ridwan. Kenalkan, saya Anggi, ini Ridwan dan Mita
[menunjuk kedua kawannya].”
[Ketiganya duduk di sekeliling Ridwan]
Ridwan           : “Hai, salam kenal.”
Doni                : “Kamu kok tidak jajan ke kantin?”
Ridwan           : “Aku… Aku bawa bekal kuliner [pelan sekali, sambil tertunduk].”
Mita                 : “Oh begitu, rajin sekali engkau, Wan!
[Keempat siswa ini mulai terlibat dialog enteng sehingga Ridwan merasa dikawani]
Saat jam pulang sekolah, Ibu Guru memanggil Anggi dan Doni yang hendak pulang ke rumah.
Ibu Guru         : “Anggi, Doni! Ke sini sebentar. Ibu mau menanyakan sesuatu.”
[Anggi dan Doni menghampiri Ibu Guru]
Doni                : “Ada apa, Bu?”
Ibu Guru         : “Itu, bagaimana sikap Ridwan di kelas? Apakah ia bisa membaur?”
Doni                : “Dia agak pendiam, Bu. Dan suka menunduk ketika berbicara.”
Anggi              : “Tadi di jam istirahat, kami berdua dan Mita berusaha mendekatinya.
    Kami mengobrol cukup lama, ia anak yang baik kok, spesialuntuk saja ia
    ibarat agak kurang percaya diri dan muram.”
Ibu Guru         : “Hmm… begitu ya. Anak-anak, Ridwan yakni salah satu korban
    selamat bencana tsunami Aceh beberapa bulan yang lalu. Kedua orang
    tuanya tewas terhempas ombak. Kini spesialuntuk tinggal ia dan adik
    perempuannya, Annisa. Annisa masih duduk di kelas 4 SD, di SD V
    kota kita ini.”
Anggi              : “Ya Tuhan, sungguh berat cobaan yang menimpanya…”
Ibu Guru         : “Iya. Untungnya, seorang pamannya tinggal di Bandung sehingga ia
    dan adiknya tinggal di sini. Mereka tergolong masyarakat prasejahtera,
    sehingga Ridwan benar-benar harus berhemat. Pamannya berkata pada
    Ibu tadi pagi, ia tak bisa memdiberi uang jajan yang cukup untuk
    Ridwan sehingga Ridwan harus bekal nasi setiap hari semoga tidak
    lapar  di sekolah.”
Doni                : “Oh pantas saja tadi jam istirahat ia tidak ke kantin.”
Ibu Guru         : “Ya sudah, Ibu cuma mau bilang begitu. Kalian berbaik-baiklah
    dengannya. Temani ia semoga tak merasa kesepian dan terus berduka.”
[Anggi dan Doni pamit kemudian pulang]
Di rumahnya, Doni terus menerus memikirkan mitra barunya, Ridwan. Akhirnya ia mendapat suatu ide. Dikabarkannya Anggi dan Mita melalui SMS. Keesokan harinya di jam istirahat….
Doni                : “Eh, kalian membawa apa yang saya bilang kemarin, kan?”
Mita                 : “Bawa dong. Ayo kita dekati Ridwan.”
Anggi              : “Ridwan, bolehkah kami bertiga makan bersamamu?”
Ridwan           : [kikuk dan kebingungan]“Eh, um.. boleh saja..”

Doni, Anggi, dan Mita mengeluarkan bekal kuliner mereka. Ketiganya juga membawa kuliner kuliner ringan untuk dimakan bersama-sama, tentu saja Ridwan juga kebagian. melaluiataubersamaini makan bersama setiap hari, mereka berharap bisa membuat Ridwan lebih ceria. Sesudah makan…
Ridwan           : “Terima kasih, kawan-kawan. Kalian sangat baik kepadaku.”
Mita                 : “Kamu ini bicara apa, sih? Kita kan kawan, masuk akal saja bila kita saling
    bersikap baik.”

Semenjak itu Ridwan menjadi semakin besar lengan berkuasa alasannya tunjangan kawan-kawan barunya. Siswa-siswa lain di kelas itu pun banyak yang bergabung membawa bekal untuk dimakan gotong royong pada jam istirahat. Suasana menjadi semakin sangat bahagia.

Selengkapnya Klik: DOWNLOAD
Novel: Cerita Seorang Remaja

Novel: Cerita Seorang Remaja

Kisah Perjalanan Cinta Yang Kembali Pulang Menemukan Rumahnya

Cerita ini dimulai dengan mengisahkan seorang cerdik balig cukup akal laki-laki yaitu Keenan yang gres lulus SMA, yang selama 6 tahun tinggal di Amsterdam bersama neneknya. Keenan mempunyai talenta yang luar biasa yaitu melukis yang sangat kuat, ia tidak punya cita – cita lain selain menjadi seorang pelukis. Tapi perjalanan menuju cita – citanya putus sebab perjanjian dengan ayahnya, kemudian ayahnya memaksa Keenan meninggalkan Amsterdam dan kembali ke Indonesia dan berkuliah di Bandung dijurusan Fakultas Ekonomi untuk melanjutkan perusahaan yang di berdiri oleh ayahnya.
Di lain tempat, ada Kugy cewek elok dan unik yang cenderung eksentrik yang juga akan berkuliah di universitas yang sama dengan Keenan. Kugy semenjak kecil sangat mengila – gilai dongeng, mungkin untuk sebagian orang ini hobi yang tak lazim. Namun tak spesialuntuk koleksi dan punya taman bacaan, ia juga bahagia menulis dongeng. Kugy bercita – cita spesialuntuk satu yaitu ingin menjadi juru dongeng. Tapi Kugy sadar bahwa penulis dongeng bukanlah profesi yang meyakinkan dan praktis di terima dimasyarakat. Tapi Kugy tidak mengalah hingga di situ, kemudian Kugy melanjutkan kuliahnya dijurusan Fakultas Sastra untuk melanjutkan mimpinya.
Pertemuan Kugy dan Keenan bermula dari pasangan Eko dan Noni. Eko yaitu sepupuh Keenan, sementara Noni yaitu sahabat akrab Kugy semenjak kecil. Mereka tiruana pergi ke Jakarta tapi Noni tidak ikut. Lalu mereka berkuliah di Universitas yang sama di Bandung. Mereka berempat akibatnya berteman akrab dekat.
Lambat laun Kugy dan Keenan yang memang sudah saling mengagumi mulai saling membuatkan cerita. Diam – membisu tanpa pernah bersepakatan untuk mengungkapkan, ternyata mereka saling “Jatuh Cinta”. Tapi dalam kondisi ketika itu tidak memungkinkan mereka tuk saling jatuh cinta, sebab Kugy sudah punya pacar yang berjulukan Joshua. Kugy memdiberi nama panggilan kepada Joshua dengan sebutan Ojos, sebutan itu dibentuk oleh Kugy tanpa berfikir lagi. Sementara Keenan ketika itu dicomblangin oleh Noni dan Eko dengan seorang cewek elok dan kurator muda yang berjulukan Wanda.
Perteman dekatan empat sekawan itu mulai retak dikarenakan Kugy lantas menenggelamkan dirinya dalam kesibukan barunya yaitu menjadi guru relawan di sekolah darurat yang berjulukan “Sakola Alit”. Di Sakola Alit Kugy dihadapkan dengan Pilik yaitu anakdidiknya yang paling badung. Akhirnya Pilik dan mitra – kawannya berhasil di kalahkan oleh Kugy dengan cara menuliskan dongeng yang menceritakan ihwal mereka yang berjudul “Jendral Pilik dan Pasukan Alit”. Kugy membuat dongeng itu setiap hari di sebuah buku tulis yang ingin ia diberikan pada Keenan.
Sedangkan Keenan dengan Wanda yang doloe percintaannya berjalan mulus dan lancar datang – datang kini mulai berubah. Kemudian Keenan pun sadar bahwa Impian yang selama ini ia berdiri harus kandas dalam semalam. melaluiataubersamaini berat hati, Keenan meninggalkan kehidupannya di Bandung dan Jakarta untuk pergi ke Ubud (daerah di Bali) tempat tinggal sahabat akrab ibunya yaitu Pak Wayan.
Disaat bersama Keluarga Pak Wayan yang tiruananya ialah seniman populer di Bali dan Keenan pun mulai mengobati luka di hatinya dengan perlahan – lahan. Seseorang yang berdasarkan Keenan sangat memmenolong menyembuhkan luka di hatinya adalah Luhde Laksami yaitu cewek elok nan lugu sekaligus keponakannya Pak Wayan. Sejak itu Keenan pun mulai dapat melukis kembali dengan bekal dongeng yang di kasih Kugy yang berjudul “Jendral Pilik dan Pasukan Alit” berkat bekal dongeng dari Kugy, Keenan pun membuat lukisan yang luar biasa dan sangat diburu oleh para kolektor.
Di lain sisi Kugy sengat merasa kehilangan sahabat dekatnya. Ia lulus dengan cepat dan pribadi bekerja di sebuah agen iklan di Jakarta sebagai Copywriter. Di sana ia bertemu dengan Remigius yaitu atasanya sekaligus sahabat akrab abangnya. melaluiataubersamaini keahlian mereview secara tak terduga dan fatwa yang serba impulsif membawa Kugy dalam karier yang semakin melejit di kantor tersebut.
Tanpa di duga Remi ternyata suka dengan Kugy. Remi suka bukan spesialuntuk melihat dari segi kualitas kerja Kugy yang impulsif dan mereview dengan tepat, namun Remi melihat Kugy dari segi semangat dan keunikan yang terpancar dari sesosok Kugy. melaluiataubersamaini ketulusan hati Remi kepada kugy, akibatnya membuat Kugy luluh kedalam hati Remi. Berbeda dengan Keenan, sebab keadaan ayahnya yang semakin memburuk dan akibatnya mengharuskan Keenan pulang ke Jakarta lagi untuk menjalankan perusahaan keluarganya.
Akhirnya tanpa disengaja Kugy dan Keenan bertemu kembali dengan perasaan yang tidak dapat di pungkiri lagi dan perasaan yang kacau balau. Bahkan empat sekawan ini bertemu lagi tapi tiruana dalam kondisi yang sangat tidak sama. Hati pun kembali diuji. Kisah percintaan dan perteman dekatan yang sudah terajut selama 5 tahun pun berakhir dengan begitu banyak kejutan. Dan pada akibatnya Keenan tetapkan meninggalkan cintanya dan berlabuh di hati Luhde dan Kugy yang merasakah bahwa pangeran dongengnya tidak akan ada didunia ini dan pada akibatnya Kugy pun tetapkan berlabuh di hati Remigius.

Selengkapnya Klik: DOWNLOAD

Senin, 24 September 2018

Makalah: Manfaat Berorganisasi Untuk Kalangan Mahasiswa

Makalah: Manfaat Berorganisasi Untuk Kalangan Mahasiswa

Organisasi sanggup dirumuskan sebagai suatu kerjasama menurut suatu pemberian kerja yang tetap. Hidup berkelompok pada umumnya membutuhkan suatu perkumpulan atau organisasi. Didalam UUD'45 pasal 28, berorganisasi disebutkan dengan istilah berserikat, sedangkan apabila kerjasamanya tidak permguant disebut berkumpul.

Namun secara garis besar, manfaat organisasi bagi mahasiswa tentunya termasuk dalam bidang yang di geluti oleh mahasiswa itu sendiri. Sehingga ruang lingkupnya masih sempit. Misalnya, bila seorang mahasiswa masuk dalam sebuah organisasi yang bergerak di bidang Pecinta Alam tentunya bidang kajian yang di gelutinya seputar pecinta Alam. Begitu juga dengan manfaatnya.
Pada peluang kali ini saya akan membicarakan manfaat organisasi bagi langsung mahasiswa. Berikut ulasannya:

Manfaat Pergaulan

Masih banyak orang yang tidak memahami pergaulan secara positif, nah inilah pergaulan yang konkret tersebut. Jika seseorang masuk dalam organisasi yang disukainya tanpa ada paksaan tentunya ini yaitu bagian dari kebaikan organisasi. Mampu merekrut anggota dengan kelebihan tertentu, maka organisasi ini sanggup dikatakan mempunyai potensi. Minimal punya daya tarik dan kemampuan mempersembahkan sumbangsih konkret bagi anggotanya.

Sedangkan dalam sudut pandang pergaulan, mahasiswa punya peluang mengenal orang-orang dengan hoby atau minat pada suatu hal tertentu dengan jenis yang sama. Sehingga, diskusi yang interaktif sanggup terjalin, keingin tahuan, bertukar opini, saling menghargai dan menilai antar sesama anggota. (Nilai konkret pergaulan bila dilksanakan dengan baik)

Manfaat Pengetahuan
Masih dalam manfaat pergaulan, bila seseorang aktif dalam organisasi dan terjadi transfer dan pertukaran pengetahuan tentunya akan menambah masukan pengetahuan yang dimilikinya juga. Misalnya dalam forum-forum, sudah tidak jarang kita mendapat masukan yang bermanfaa dari hal yang dibahas di dalam lembaga tersebut. Secara otomatis kita menularkan pengetahuan tersebut kepada mitra kita yang lain yang mungkin tidak mengetahui.

Manfaat Pola Pikir
Semakin dalam seseorang masuk dalam organisasi, tentunya nilai pergaulan, pengetahuan yang dimilikinya akan semakin bertambah. Mempertimbangkan opini, menilai dan mengevaluasi suatu hal akan membentuk suatu referensi berfikir yang dirasa lebih efektif bagi dirinya. INI kenapa bila seorang yang berpengalaman berorganisasi merasa tidak ada yang susah dalam dunia ini. Mempunyai kemampuan menilai lebih cepat dan akurat dalam melaksanakan banyak sekali macam hal.

Kuat dalam Tekanan
Bagimana seseorang bisa berbicara di muka umum dengan baik, tegap, menarikdanunik dan terlihat profesional. Tidak ada rasa canggung, grogi dan sebaginya. Kemampuan ini didapatnya dari kebiasaan mengemukakan pendapat dalam lembaga yang lebih kecil. Terbiasanya seseorang menghadapi publik baik itu dalam sebuah tekanan sekalipun.
Tidak spesialuntuk dalam berbicara, tapi dalam kehidupan sehari-harinyapun dirasa ialah tantangan yang harus dia selesaikan segera dengan baik. Jika ada permasalahan pelik, orang yang berpengalaman dalam organisasi lebih bisa menuntaskan dengan serius yang tinggi.

Kemampuan Berkomunikasi
Jika kita sering berfikir untuk mempersembahkan opini, menyanggah, evaluasi, kritis dan mencari trobosan gres tentunya akan bisa mengolah bagaimana mengutarakan kata-kata nya sehingga sanggup besar lengan berkuasa pada lawan bicara. Nah.. inilah kenapa seseorang yang berpengalaman dalam berorganisasi itu mempunyai kemampuan berkomunikasi dengan baik, malahan bisa menghipnotis orang yang menjadi lawan bicaranya.
melaluiataubersamaini demikian, sudahkah anda berorganisasi?? Atau mungkin anda yaitu orang yang termasuk di dalamnya. Bagaimana keuntungannya bagi anda?

Selasa, 18 September 2018

Drama: Persahabatan Teman Gres Dari Aceh

Drama: Persahabatan Teman Gres Dari Aceh

Ini yakni pagi yang cerah. Mita dan Doni, dua orang siswa kelas VII sedang asyik membaca-baca buku Biologi di koridor sekolah. Pasalnya nanti siang akan ada ulangan harian mata pelajaran tersebut. Kemudian hadir Anggi, sobat akrab mereka.

Anggi              : “Mit, Don, rajin sekali kalian berdua!”
Mita                 : “Iya dong, kiprah kita sebagai pelajar kan memang harus belajar.
   Hehehe…”
Anggi              : “Iya juga sih. Eh ngomong-ngomong kalian tahu tidak, ada anakdidik baru
   yang akan masuk ke kelas kita hari ini.”
Doni                : “Oh ya, siapa namanya? Lelaki atau perempuan?”
Anggi              : “Lelaki, tapi saya juga belum tahu siapa namanya dan ibarat apa
    rupanya.”
[Bel sekolah berbunyi]
Mita                 : “Eh ayo masuk kelas!”
[Ketiganya memasuki ruang kelas. Ibu guru masuk bersama seorang anakdidik baru.]
Ibu Guru         : “Selamat pagi, anak-anak. Hari ini kita kehadiran mitra gres dari
   Aceh, ia akan menjadi mitra sekelas kalian. Silakan perkenalkan
   dirimu, nak!”
Ridwan           : “Selamat pagi, kawan-kawan. Nama saya Muhammad Ridwan. Saya
    berasal dari Aceh.”
Mita [berbisik pada Anggi]: “Jauh sekali ya, dari Aceh pindah ke Bandung!”
[Anggi spesialuntuk mengangguk tanda setuju]
Ibu Guru         : “Ridwan, engkau duduk di belakang Doni ya [menunjuk sebuah meja
    kosong]. Untuk sementara engkau duduk sendiri lampau alasannya jumlah
   siswa di kelas ini ganjil.”
[Ridwan segera duduk di dingklik yang disediakan]
Ibu Guru         : “Ya baiklah, kini kita mulai pelajaran hari ini. Buka buku kalian di
    halaman 48….”
[Pelajaran pun dimulai]
Tiba saatnya jam istirahat. Ridwan, yang belum mempunyai kawan, membisu saja duduk di kursinya sambil menunduk. Rupanya belum ada yang mau mendekati Ridwan. Semua siswa di kelas itu masih sungkan dan spesialuntuk mau tersenyum saja padanya tanpa berani mengajak ngobrol lebih lanjut.
Doni                : “Psst, Mit, Nggi, coba lihat anak gres itu, sendirian saja ya!” [berbisik
    pada Mita dan Anggi ketika mereka gres kembali dari kantin]
Mita                 : “Ayo kita dekati saja.”
[Ketiganya menghampiri Ridwan]
Anggi              : “Hei, Ridwan. Kenalkan, saya Anggi, ini Ridwan dan Mita
[menunjuk kedua kawannya].”
[Ketiganya duduk di sekeliling Ridwan]
Ridwan           : “Hai, salam kenal.”
Doni                : “Kamu kok tidak jajan ke kantin?”
Ridwan           : “Aku… Aku bawa bekal kuliner [pelan sekali, sambil tertunduk].”
Mita                 : “Oh begitu, rajin sekali engkau, Wan!
[Keempat siswa ini mulai terlibat dialog enteng sehingga Ridwan merasa dikawani]
Saat jam pulang sekolah, Ibu Guru memanggil Anggi dan Doni yang hendak pulang ke rumah.
Ibu Guru         : “Anggi, Doni! Ke sini sebentar. Ibu mau menanyakan sesuatu.”
[Anggi dan Doni menghampiri Ibu Guru]
Doni                : “Ada apa, Bu?”
Ibu Guru         : “Itu, bagaimana sikap Ridwan di kelas? Apakah ia bisa membaur?”
Doni                : “Dia agak pendiam, Bu. Dan suka menunduk ketika berbicara.”
Anggi              : “Tadi di jam istirahat, kami berdua dan Mita berusaha mendekatinya.
    Kami mengobrol cukup lama, ia anak yang baik kok, spesialuntuk saja ia
    ibarat agak kurang percaya diri dan muram.”
Ibu Guru         : “Hmm… begitu ya. Anak-anak, Ridwan yakni salah satu korban
    selamat bencana tsunami Aceh beberapa bulan yang lalu. Kedua orang
    tuanya tewas terhempas ombak. Kini spesialuntuk tinggal ia dan adik
    perempuannya, Annisa. Annisa masih duduk di kelas 4 SD, di SD V
    kota kita ini.”
Anggi              : “Ya Tuhan, sungguh berat cobaan yang menimpanya…”
Ibu Guru         : “Iya. Untungnya, seorang pamannya tinggal di Bandung sehingga ia
    dan adiknya tinggal di sini. Mereka tergolong masyarakat prasejahtera,
    sehingga Ridwan benar-benar harus berhemat. Pamannya berkata pada
    Ibu tadi pagi, ia tak bisa memdiberi uang jajan yang cukup untuk
    Ridwan sehingga Ridwan harus bekal nasi setiap hari semoga tidak
    lapar  di sekolah.”
Doni                : “Oh pantas saja tadi jam istirahat ia tidak ke kantin.”
Ibu Guru         : “Ya sudah, Ibu cuma mau bilang begitu. Kalian berbaik-baiklah
    dengannya. Temani ia semoga tak merasa kesepian dan terus berduka.”
[Anggi dan Doni pamit kemudian pulang]
Di rumahnya, Doni terus menerus memikirkan mitra barunya, Ridwan. Akhirnya ia mendapat suatu ide. Dikabarkannya Anggi dan Mita melalui SMS. Keesokan harinya di jam istirahat….
Doni                : “Eh, kalian membawa apa yang saya bilang kemarin, kan?”
Mita                 : “Bawa dong. Ayo kita dekati Ridwan.”
Anggi              : “Ridwan, bolehkah kami bertiga makan bersamamu?”
Ridwan           : [kikuk dan kebingungan]“Eh, um.. boleh saja..”

Doni, Anggi, dan Mita mengeluarkan bekal kuliner mereka. Ketiganya juga membawa kuliner kuliner ringan untuk dimakan bersama-sama, tentu saja Ridwan juga kebagian. melaluiataubersamaini makan bersama setiap hari, mereka berharap bisa membuat Ridwan lebih ceria. Sesudah makan…
Ridwan           : “Terima kasih, kawan-kawan. Kalian sangat baik kepadaku.”
Mita                 : “Kamu ini bicara apa, sih? Kita kan kawan, masuk akal saja bila kita saling
    bersikap baik.”

Semenjak itu Ridwan menjadi semakin besar lengan berkuasa alasannya tunjangan kawan-kawan barunya. Siswa-siswa lain di kelas itu pun banyak yang bergabung membawa bekal untuk dimakan gotong royong pada jam istirahat. Suasana menjadi semakin sangat bahagia.

Selengkapnya Klik: DOWNLOAD