Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 September 2018

Analisis Dan Perancangan Sistem Info Laboratorium Rumah Sakitkanker Dharmais Dengan Memakai Total Architecture Syntesis

Analisis Dan Perancangan Sistem Info Laboratorium Rumah Sakitkanker Dharmais Dengan Memakai Total Architecture Syntesis

BABI

PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
                                       
Laboratorium Klinik yang dirniliki Rumah Sakit Kanker "Dharmais" (RSKD) merniliki acara yaitu melaksanakan investigasi rutin dan spesialistik  onkologi ibarat antara lain menandakan tumor imm unoelectroforensis, diagnosis leukemia dan investigasi status immune dengan metode flowcytometry, investigasi sitogenesik dan mutasi P53. Selama ini sistem informasi yang  ada pada unit Laboratorium  Klinik  RSKD  masih terdapat penerapan sistem secara manual, sehingga proses  pemeriksaan  hasil laboratorium masih belum terkomputerasi secara terbaik.
Sebuah  sistem  informasi  diperlukan  untuk  mendukung  tiruana  proses  bisnis yang bermanfaa  guna mendukung pengambilan  keputusan secara sempurna dan bermanfaa bagi tiruana pihak. RSKD merniliki pasien yang berjumlah besar, yang setiap harinya terns bertambah. Oleh sebab itu, diharapkan sebuah sistem informasi laboratorium yang dapat  mengelola  tiruana investigasi laboratorium secara sempurna dan cepat,  baik pasien yang berasal  dari RSKD maupun yang dari luar, yang dl dalamnya mencakup beberapa aspek proses acara yang dilakukan oleh karyawan pada Laboratorium Klinik RSKD.
Proses  pemeriksaan  laboratorium memerlukan waktu  yang  cepat  dan membutuhkan  hasil sempurna dan akurat. Solusi biar tiruana  proses layanan  Laboratorium Klinik RSKD sanggup berjalan dengan baik, maka dibutuhkan untuk membangun sebuah aplikasi layanan Laboratorium  Klinik RSKD yang  berbasiskan  metode  Total Architecture Syntesis (TAS).
Aplikasi ini ialah sebuah sistem dimana tiruana proses dan data yang ada  dalam  layanan  Laboratorium  Klinik  RSKD  dapat  menjadi  sebuah  basis  data  secara fisikal yang sanggup terintegrasi eksklusif dengan alat investigasi pada laboratorium yang hingga ketika ini terdapat 20 buah alat investigasi laboratorium. Aplikasi ini sanggup menstandarisasi  dan  mengurangi  kompleksitas  pertukaran  data  antar  fungsi  yang tidak sama. Jika terdapat suatu variabel yang tidak dibutuhkan oleh suatu proses, maka aplikasi ini memungkinkan proses tersebut untuk tidak memasukkan nilai, tetapi kuman yang diperoleh tetap melewati proses yang sama.
Dalam sebuah forum kesehatan ibarat RSKD, proses investigasi laboratorium  berlangsung  dinamis,  sehingga terdapat kemungkinan  mengalami perubahan seiring dengan perubahan dan tuntutan kebutuhan. melaluiataubersamaini adanya aplikasi ini, hal tersebut sanggup teratasi sebab sistem yang dibangun menggunakan metode TAS, mulai dari pendaftaran pasien baik dari RSKD maupun pasien referensi dari luar, investigasi laboratorium dengan menggunakan alat yang sesuai, biaya yang harus dikeluarkan, pendataan karyawan yang melaksanakan pemeriksaan, hingga dengan pembayaran ke kasir.
Layanan Laboratorium Klinik RSKD ialah sumber acara vital selama pasien menjalani investigasi dalam RSKIJ. Proses dalam layanan Laboratorium Klinik RSKD harus beljalan secara sempurna dan sinergis, biar investigasi pasien sanggup beljalan dengan lancar dan tanpa masalah.
Layanan Laboratoriuni Klinik RSKD dibutuhkan biar tiruana unit yang satu dan yang lainnya sanggup tersinkronisasi dengan baik, sebab kalau data investigasi laboratorium belum selesai atau kuman dari investigasi tidak tepat, maka sanggup teljadi kesalahan pada investigasi diberikutnya. melaluiataubersamaini Lab Information System (LIS), proses investigasi laboratorium sanggup diberinteraksi dengan sistem informasi lain yang beljalan di RSKD. Aplikasi ini dibangun dengan berbasiskan desktop mengingat penerapannya spesialuntuk pada kepingan internal RSKD.

B.     Rumusan Masalah
1.      Proses pengumpulan data yang dilakukan menjadi rentan kesalahan sebab ada kemungkinan terdapat beberapa data yang masih tertinggal di komputer yang terhubung dengan mesin pemeriksa yang belum diinput ke dalam database. Atau terjadi kesalahan pada ketika proses input data yang dilakukan secara manual.
2.      Kesusahan untuk mengetahui siapa yang menggunakan alat investigasi di laboratorium.
3.      Kesusahan dalam melaksanakan identifikasi sampel di laboratorium.
4.      Pada sistem yang sedang berjalan karyawan secara bebas sanggup meminta peralatan medis yang dibutuhkan untuk melaksanakan investigasi terhadap pasien, tanpa melaksanakan pengecekkan terlebih lampau apakah peralatan yang dibutuhkan sudah tersedia di ruangan investigasi atau belum. Hal ini berakibat banyaknya peralatan medis yang dibiarkan begitu saja di ruangan investigasi tanpa dipakai hingga kadaluarsa.
5.      Format laporan tidak sesuai.
6.      Belum tersedianya beberapa laporan yang dibutuhkan untuk mendukung acara operasional rumah sakit
C.    Tujuan
-          Menganalisis dan merancang sebuah LIS sebagai aplikasi layanan laboratorium klinik yang berbasiskan TAS untuk RSKD yang bersifat praktis eli-customized, berbasis desktop dan mengintegrasikan proses-proses yang bekerjasama dengan investigasi pasien laboratorium.
-          melaluiataubersamaini  adanya  aplikasi  ini,  maka  proses  bisnis  yang  bekerjasama dengan layanan  laboratorium  klinik  untuk. RSKD  akan  diintegrasikan menjadi satu, sehingga penerapan waktu menjadi lebih dioptimalkan.
-          Kehadiran aplikasi layanan laboratorium klinik dengan modul LIS yang berbasiskan TAS mengurangi waktu yang dibutuhkan dalam proses penginputan data pasien, pembayaran, pendataan pemakaian alat kesehatan yang selama ini masih terdapat beberapa pengeijaan yang dilakukan secara manual, dikarenakan keterbatasan sistem. Keterbatasan tersebut sanggup dialihkan menggunakan aplikasi LIS yang eksklusif terkoneksi dengan sistem basis data, sehingga dalam jangka waktu  yang sama, kiprah yang terselesaikan sanggup lebih banyak dibandingkan sebelum aplikasi ini diterapkan. Hal tersebut sanggup teljadi, sebab sebagian besar proses input atau pemasukan data sanggup dilakukan secara otomatis.
BAB II
PEMBAHASAN

1.1  Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian yang dipakai yaitu dengan menggunakan metode analisis dan metode perancangan. Berikut ini yaitu klarifikasi untuk kedua metode di atas:

a.      Metode analisis
Analisis untuk mendapat citra umum terkena proses yang bekerjasama dengan Laboratorium Information System, sistem yang sedang betjalan, permasalahan yang ada, perbaikan sistem yang diinginkan user dan pemecahan terhadap permasalahan yang muncul.

Analisis sistem dilakukan dalam dua tahap, yaitu:
1.      Survei dan wawancara terhadap proses bisnis yang sedang betjalan.
2.      Analisis terhadap sistem dan proses bisnis yang sedang betjalan.

b.      Metode Perancangan
Metode  perancangan  adalah  proses  perancangan  aplikasi  berdasarkan  hasil analisa yang didapatkan dengan metode analisis. Metode perancangan yang dipakai yaitu TAS. Metode ini dipakai untuk mendesain proses bisnis dan arsitektur sistem yang bersifat sah dan mendukung munculnya perubahan atau penambahan kebutuhan, bahkan perubahan kebutuhan yang paling tidak terduga sekalipun.Sehingga proses pengembangan aplikasi puti sanggup dengan cepat mengadaptasi perubahan yang tetjadi dalam proses bisnis dan sistem dalam rumah  sakit. Metode  perancangan dengan menggunakan  TAS  meliputi  tahap-tahap perancangan yang ada dalam konsep TAS antara lain:

1.      Menentukan Kebutuhan (Defining the Requirements)
2.      Mendesain Arsitektur Proses Bisnis (Designing the Bussiness Process Architecture)
3.      Mendesain Arsitektur system (Designing the Systems Architecture)
4.      Mengevaluasi Arsitektur (Evaluating Architectures)
5.      Sejarah Pemeriksaan Medis

1.2  Hasil Analisis Data
a.      Analisa Wawancara

Metode pengumpulan data yang dipakai yaitu wawancara dan tinjauan eksklusif ke lapangan, dengan menggunakan kuesioner ibarat pada Tabel 1.2

Tes Wawancara
Selasa, 16 Desember 2008
Jam Wawancara
13.30 – 16.30
Tempat
Laboratorium Klinik Rumah Sakit Kanker  “Dharmais”
Daftar Pertanyaan :
1.      Apa saja penambahan atau perubahan yang ingin dilakukan  terhadap sistem yang sedang berjalan?
2.      Apa saja permasalahan yang muncul selama penerapan dari sistem yang sedang berjalan ketika ini?
3.       Apakah ada proposal solusi dari pihak RSKD untuk menuntaskan permasalahan yang ada ketika ini?
4.      Seperti apakah cita-cita dari pihak RSKD terhadap sistem gres yang akan dibuat?
5.      Laporan dengan format ibarat apa yang ingin dipakai oleh pihak RSKD?
       










   B. Analisa Permasalahan
Berdasarkan hasil wawancara didapatkanlah permasalahan sebagai diberikut:
1.      Proses pengumpulan data yang dilakukan menjadi rentan kesalahan sebab ada kemungkinan terdapat beberapa data yang masih tertinggal di komputer yang terhubung dengan mesin pemeriksa yang belum diinput ke dalam database. Atau terjadi kesalahan pada ketika proses input data yang dilakukan secara manual.
2.      Kesusahan untuk mengetahui siapa yang menggunakan alat investigasi di laboratorium.
3.      Kesusahan dalam melaksanakan identifikasi sampel di laboratorium.
4.      Pada sistem yang sedang berjalan karyawan secara bebas sanggup meminta peralatan medis yang dibutuhkan untuk melaksanakan investigasi terhadap pasien, tanpa melaksanakan pengecekkan terlebih lampau apakah peralatan yang dibutuhkan sudah tersedia di ruangan investigasi atau belum. Hal ini berakibat banyaknya peralatan medis yang dibiarkan begitu saja di ruangan investigasi tanpa dipakai hingga kadaluarsa.
5.      Format laporan tidak sesuai.
6.      Belum tersedianya beberapa laporan yang dibutuhkan untuk mendukung acara operasional rumah sakit.

c.       Usulan Solusi
Dari permasalahan yang ada maka diusulkan solusi sebagai diberikut:
1.      Menyatukan output dari setiap mesin investigasi ke server.
2.      Menambahkan fitur login.
3.      Peanambahan fitur untuk mencetak barcode dari sample.
4.      Pendataan penerapan alat medis.
5.      Pembuatan laporan dengan format dan jenis sesuai kebutuhan.

1.3     Triangulasi
1.      Perancangan
a.      Perancangan Aplikasi
Sesudah dilakukan analisis terhadap permasalahan yang ada dan pemecahan duduk masalah yang akan dilakukan, didapatkan perancangan solusi sebagai diberikut yang akan dijelaskan dalam sub kepingan ini. Perancangan solusi yang akan dilakukan dengan menggunakan tahap selanjutnya dari konsep TAS, kemudian dilanjutkan dengan tahap selanjutnya proses pengembangan sebuah proyek.
Aktivitas manual yang dihilangkan dari proses bisnis berjalan sebab sudah dikomputerisasi pada sistem yang gres yaitu mencetak hasil investigasi dari masing–masing alat investigasi di laboratorium dan melaksanakan entri hasil investigasi ke basis data laboratorium secara manual. Pada sistem yang baru, setiap mesin investigasi akan terhubung ke server dan komputer yang akan membaca hasil investigasi dari mesin tidak akan terhubung ke mesin pemeriksaan, melainkan terhubung ke server. melaluiataubersamaini solusi ini, data keluaran dari setiap mesin akan terintegrasi di server tanpa perlu melaksanakan input secara manual terhadap hasil dari masing-masing mesin investigasi di laboratorium.
Selain itu, pada proses yang baru, akan dimenambahkan beberapa fitur gres ibarat pengiriman hasil investigasi baik ke alamat yang dituju maupun melalui email dan SMS dari aplikasi. Solusi ini bertujuan untuk mempergampang proses untuk mendapat hasil pemeriksaan.
Sehingga pihak pengambil hasil investigasi tidak perlu hadir ke rumah sakit untuk mengambil hasil pemeriksaannya. Fitur lainnya yang dimenambahkan yaitu adanya modul login dan pencatatan penerapan peralatan medis serta pembuatan laporan yang dibutuhkan sesuai dengan fomat yang diinginkan stake holder.

b.      Spesifikasi Perangkat Keras, Perangkat Lunak dan Jaenteng
·         Spesifikasi Perangkat Keras
Perangkat keras yang dipakai berupa personalcomputer (PC) atau komputer yang sanggup mendukung jadwal Microsoft Visual Studio 2008, sebagai perangkat lunak utama untuk sanggup mengunakan aplikasi sistem informasi laboratorium RSKD ini dan Oracle 10g sebagai perangkat lunak untuk mengakses database yang dipakai sebagai media penyimpanan data pada aplikasi ini, ibarat pada Tabel 2.

·         Spesifikasi Piranti Lunak
Kebutuhan peranti lunak untuk menjalankan suatu aplikasi sistem informasi laboratorium Rumah Sakit Kanker Dharmis (RSKD) mencakup kebutuhan perangkat lunak pada server dan client. Kebutuhan tersebut yaitu Microsoft® Windows® 2000 Professional SP4. Sedangkan DBMS yang dipakai yaitu Oracle 10g.
·         Spesifikasi Jaenteng
Spesifikasi kebutuhan jaenteng yang diusulkan:
1.      Network Interface Card (NIC), sebagai networkcard yang dikenal dengan nama lain LAN Adapter, dipakai untuk memungkinkan komputer serverdapat terhubung dengan komputer lainnya melalui jaenteng, dalam hal ini yaitu komputer klien.
2.      Switch, dipakai sebagai penghubung komputer atau router pada suatu area terbatas, untuk mengatur kemudian lintas paket data dalam jaenteng.
3.      Topologi yang dipakai yaitu topologi star. Topologi star ialah bentuk topologi jaenteng yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna.

2.      Implementasi
Implementasi dari aplikasi gres yang sudah dibentuk akan sesuai dengan Gambar 1.

3.      Evaluasi
Evaluasi terhadap database yang dilakukan mencakup 5 kriteria yang sudah diuji-cobakan, yaitu Domain Integrity, Entity Integrity, References Integrity, Enterprise Constraint dan Security.
a.       Domain Integrity
Hasil dari penilaian Domain Integrity menunjukan bahwa tiruana tabel yang ada dalam database sudah dilakukan tes kemampuan dan pemahaman, ketiruananya sudah sanggup dilakukan dengan sempurna sebab setiap atributnya harus diisi dengan batasan yang sudah ditentukan sebelumnya.
b.      Entity Integrity
Hasil dari penilaian Entity Integrity menunjukan bahwa tiruana primary key pada setiap tabel tidak diperbolehkan untuk diisi dengan “NULL” value.
c.       References Integrity
Hasil dari penilaian References Integritymenunjukan bahwa tiruana foreign key pada setiap tabel yang mempunyai foreign key terhubung dengan tabel lain dengan menggunakan referential integrity menggunakan rules ondelete cascade, on update cascade, dimana kalau data pada suatu tabel dilakukan peng-update-an maka tabel lain juga akan ikut ter-update, sedangkan kalau data pada suatu tabel di-delete, maka data pada tabel lain yang terhubung melalui foreign key akan ikut ter-delete.
d.      Enterprise Constraint
Hasil dari penilaian Enterprise Constraintmenunjukan bahwa setiap data gres akan dientry ke dalam database yang sudah ada, maka akan dilakukan pengecekan terlebih lampau, dimana data gres yang akan diinput harus menyesuaikan constraint yang sudah dibuat, biar data tersebut tetap konsisten dengan data yang lainnya.
e.       Security
Hasil dari penilaian security menunjukan bahwa tiruana tabel yang sudah dilakukan tes kemampuan dan pemahaman, ketiruananya sudah sanggup berjalan sesuai dengan prosedur yang ditentukan. Yaitu dengan membagi hak jalan masuk jadwal sesuai tingkatan  atau level user.
Sedangkan kriteria penilaian terhadap aplikasi yang dilakukan yaitu untuk kriteria fungsionalitas. Hasil dari penilaian aplikasi mengatakan bahwa aplikasi gres sudah memenuhi kebutuhan pengguna dalam hal laporan acara operasional di laboratorium dan juga mempercepat pekerjaan dan mengurangi tingkat kesalahan dalam pendataan hasil pemeriksaan. melaluiataubersamaini sistem yang terkomputerisasi kini tidak terjadi lagi kesalahan dalam penyimpanan data hasil investigasi dan juga tidak dibutuhkan waktu untuk melaksanakan input hasil investigasi mesin secara manual sebab hasil investigasi sudah tersimpan secara otomatis ke dalam database.
Selain itu, aplikasi gres ini juga melaksanakan pencatatan terhadap penerapan peralatan sehingga pemakaian peralatan terdata dengan baik. Aplikasi gres juga melaksanakan pendataan terhadap sampel di laboratorium sehingga tidak terjadi lagi kesalahan identifikasi sampel dari pasien.
Adapun beberapa laba yang didapatkan dari penerapan barcode yaitu membuat proses pemasukkan data menjadi lebih cepat, tepat, dan akurat:
1.      Cepat: Barcode scanner sanggup membaca atau merekam data lebih cepat dibandingkan dengan melaksanakan proses input data secara manual
2.      Tepat: Teknologi barcode mempunyai ketepatan yang tinggi dalam pencarian data
3.      Akurat: Teknologi barcode mempunyai akurasi dan ketelitian yang sangat tinggi


BAB III
PENUTUP


A.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil penilaian skripsi yang sudah dilakukan, maka sanggup diambil beberapa kesimpulan sebagai diberikut :
1.      Mengintegrasikan output dari setiap mesin yang terdapat di laboratorium klinik RSKD. melaluiataubersamaini terintegrasinya tiruana mesin investigasi yang terdapat di laboratorium klinik RSKD, maka duduk masalah yang timbul akhir kesalahan input data secara manual sanggup dihilangkan. Hasil penilaian mengatakan kesalahan input yang terjadi dalam sistem yang usang sanggup ditekan menjadi 0 % dengan penerapan aplikasi gres ini.
2.      Identifikasi sampel menggunakan label barcode juga mengatasi permasalahan ibarat salah identifikasi sampel yang ada pada sistem usang yang sedang berjalan. Kesalahan dalam proses identifikasi sampel ini juga sanggup ditekan menjadi 0% dengan penerapan aplikasi gres ini. Adapun beberapa laba yang didapatkan dari penerapan barcode yaitu membuat proses pemasukkan data menjadi lebih cepat, tepat, dan akurat.
3.      Pendataan pengguna mesin pemeriksaan. melaluiataubersamaini adanya pendataan ini maka pengguna dari mesin investigasi sanggup dilakukan sebab setiap karyawan

B.     Saran
Berdasarkan Berikut ialah beberapa masukan yang didiberikan sebagai perbaikan dari Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Laboratorium Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD) dengan menggunakan TAS yaitu :
1.      Aplikasi sebaiknya bisa mengirimkan hasil investigasi berupa SMS ke beberapa nomor tujuan pada ketika yang sama.
2.      Meskipun data penerapan peralatan sudah ditampilkan dalam bentuk laporan, ada baiknya kalau data transaksi pengunaan peralatan medis juga ditampilkan pada aplikasi.
3.      Sistem login yang dipakai dalam aplikasi ini harus sanggup memonitor penerapan alat investigasi pada laboratorium klinik RSKD dengan efektif.
4.      Aplikasi sebaiknya mempunyai interface untuk melaksanakan pencarian hasil investigasi dengan mesin investigasi laboratorium


DAFTAR PUSTAKA



http://en.wikipedia.org/wiki/Laboratory_information_system.html

http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/20_152_InformatikaKedokteran.pdf/20_152 _InformatikaKedokteran.html

Brown.2008. Implementing SOA: Total Architecture in Practice. Addison Wesley Proffesional, United States of America.
                           
http://www.bpmsoftwarepnmsoft.com/what_is_bpm.html

http://www.bptrends.com/publicationfiles/05-06-WP-BPMProcessPatterns-Atwood1.pdf

Jacobson Ivar, et al. 1999. The Unified Modeling Language Reference Manual. Addison-Wesley.

Connolly Thomas M. and Carolyn Begg. 2005. Database System : A Practical Approach to Design, Implementation, and Management. Fourth Edition. Addison Wesley Inc, United States of America.

http://en.wikipedia.org/wiki/Object-oriented_programming.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Barcode.html
http://en.wikipedia.org/wiki/EAN-13.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Star_topology.html
http://en.wikipedia.org/wiki/AT_command#GSM.html
http://cipkomputer.indonetwork.co.id/group+25923/kabel-data-motorola.htm

Selengkapnya Klik DOWNLOAD

Minggu, 23 September 2018

Makalah: Penyakit Rabies Disebabkan Oleh Virus

Makalah: Penyakit Rabies Disebabkan Oleh Virus

BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Rabies yaitu infeksi virus akut yang menyerang sistem saraf sentra (SSP)manusia dan mamalia dengan mortalitas 100%. Penyebabnya yaitu virus rabies yang termasuk genus Lyssa virus, famili Rhabdoviridae, Virus rabies terdapat dalam air liur binatang yang terinfeksi. Hewan ini menularkan infeksi kepada hewanlainnya atu insan melalui gigitan dan kadang melalui jilatan. Banyak binatang yang bisa menularkan rabies kepada manusia. Yang paling sering menjadi sumber dari rabies yaitu anjing, binatang lainnya yang juga bisa menjadi sumber penularan rabies yaitu kucing, kelelawar, rakun, sigung, rubah. Penyakit rabies mempunyai gejala patognomik takut air (hydrophobia), takut sinar matahari ( photophobia), takut suara, dan takut udara (aerophobia). Gejala tersebut disertai dengan air mata berlebihan (hiperlakrimasi), air liur berlebihan (hipersalivasi), timbul kejang bilaada rangsangan, kemudian lumpuh dan terdapat tanda bekas gigitan binatang penular rabies.
Menurut laporan Departemen Kesehatan Republik Indonesia di Indonesia, masalah gigitan rabies ke Indonesia mencapai jumlah 20.926 masalah gigitan per tahun pada tahun 2010 yang terlaporkankepada Dinas-Dinas Kesehatan di seluruh Kabupaten di Indonesia.

B.     Rumusan duduk masalah
a.    Bagaimanakah yang dimaksud dengan penyakit rabies ?
b.    Apa penyebab dari penyakit rabies ?
c.    Bagamaina tanda-tanda klinis dan perjalanan penyakit rabies ?
d.    Bagaimana epidemiologi dari penyakit rabies ?
  1. Tujuan penulisan
a.    Untuk mengetahui yang dimaksud dengan penyakit rabies.
b.    Untuk mengetahui penyebab dari penyakit rabies.
c.    Untuk mengetahui tanda-tanda klinis dan perjalanan penyakit rabies.
d.    Untuk mengetahui epidemiologi dari penyakit rabies.
e.    Untuk mengetahui penanganan penyakit rabies.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Sejarah Penyakit Rabies

Rabies bukanlah penyakit gres dalam sejarah perabadan manusia. Catatan tertulis terkena sikap anjing yang tiba-tiba menjadi buas ditemukan pada Kode Mesopotamia yang ditulis 4000 tahun kemudian serta pada Kode Babilonia Eshunna yang ditulis pada 2300 SM.Democritus pada 500 SM juga menuliskan karakteristik tanda-tanda penyakit yang mirip rabies.
Aristotle, pada 400 SM, menulis di Natural History of Animals edisi 8, belahan 22
“anjing itu menjadi gila. Hal ini menimbulkan mereka menjadi agresif dan tiruana binatang yang digigitnya juga mengalami sakit yang sama.”
Hippocrates, Plutarch, Xenophon, Epimarcus, Virgil, Horace, dan Ovid yaitu orang-orang yang pernah menyinggung karakteristik rabies dalam tulisan-tulisannya.Celsius, seorang dokter di zaman Romawi, mengasosiasikan hidrofobia (ketakutan terhadap air) dengan gigitan anjing, di tahun 100 Masehi. Cardanus, seorang penulis zaman Romawi menandakan sifat infeksi yang ada di air liur anjing yang terkena rabies. Pada penulis Romawi zaman itu mendeskripsikan rabies sebagai racun, yang mana yaitu kata Latin bagi virus. Pliny dan Ovid yaitu orang yang pertama menandakan penyebab lain dari rabies, yang ketika itu disebut cacing lidah anjing (dog tongue worm). Untuk mencegah rabies di masa itu, permukaan lidah yang diduga mengandung "cacing" dipotong. Anggapan tersebut bertahan hingga era 19, ketika hasilnya Louis Pasteur berhasil mendemonstrasikan penyebaran rabies dengan menumbuhkan jaenteng otak yang terinfeksi di tahun 1885  Goldwasser dan Kissling menemukan cara diagnosis rabies secara modern pada tahun 1958, yaitu dengan metode antibodiimunofluoresens untuk menemukan antigen rabies pada jaenteng.

B.     Pengertian Penyakit Rabies

Penyakit Rabies atau penyakit anjing gila yaitu penyakit binatang yang menular yang disebakan oleh virus dan sanggup menyerang binatang berdarah gerah dan manusia. Pada binatang yang menderita Rabies, virus ditemukan dengan jumlah banyak pada air liurnya. Virus ini akan ditularkan ke binatang lain atau ke insan terutama melalui luka gigitan . Oleh lantaran itu bangsa Karnivora (anjing,kucing, serigala) yaitu binatang yang paling utama sebagai penyebar Rabies. Penyakit Rabies ialah penyakit Zoonosa yang sangat berbahaya dan ditakuti lantaran bila sudah menyerang insan atau binatang akan selalu berakhir dengan kematian.
Rabiesadalah penyakit infeksi akut pada susunan saraf sentra yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini bersifat zoonotik, yaitu sanggup ditularkan dari hewan ke manusia. Virus rabies ditularkan ke insan melalu gigitan binatang contohnya oleh anjing, kucing, kera, rakun, dan kelelawar. Rabies disebut juga penyakit anjing gila.

c.       Epidemiologi
1.  Berdasarkan Orang
Rabies sudah menimbulkan maut pada orang dalam jumlah yang cukup banyak. Tahun 2000, World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa setiap tahun di dunia ini terdapat sekurang-kurangnya 50.000 orang meninggal lantaran rabies, kepekaan terhadap rabies kelihatannya tidak berkaitan dengan usia, seks atau ras.
2.    Berdasarkan Tempat
Di Amerika Serikat rabies terutama terjadi pada musang, raccoon, serigala dan kelelawar. Rabies serigala terdapat di Kanada, Alaska dan New York. Kelelawar penghisap darah (vampir), yang menggigit ternak ialah belahan penting siklus rabies di Amerika latin. Eropa mempunyai rabies serigala, di Asia dan Afrika duduk masalah utamanya yaitu anjing gila.
Beberapa tempat di Indonesia yang ketika ini masih tertular rabies sebanyak 16 propinsi, meliputi Pulau Sumatera (Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Lampung), Pulau Sulawesi (Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara), Pulau Kalimantan (Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur) dan Pulau Flores. Kasus terakhir yang terjadi yaitu Propinsi Maluku (Kota Ambon dan Pulau Seram).

3.    Berdasarkan Waktu
Rabies bisa terjadi disetiap animo atau iklim
D.    Penyebab Virus Rabies

 Rabies disebabkan oleh virus rabies yang masuk ke keluarga Rhabdoviridae dan genus Lysavirus. Karakteristik utama virus keluarga Rhabdoviridae yaitu spesialuntuk mempunyai satu utas negatif RNA yang tidak bersegmen. Virus ini hidup pada beberapa jenis binatang yang berperan sebagai mediator penularan. Spesies binatang mediator bervariasi pada aneka macam letak geografis. Hewan-hewan yang diketahui sanggup menjadi mediator rabies antara lain rakun (Procyon lotor) dan sigung (Memphitis memphitis) di Amerika Utara, rubah merah (Vulpes vulpes) di Eropa, dan anjing di Afrika, Asia, dan Amerika Latin. Afrika, Asia, dan Amerika Latin mempunyai tingkat rabies yang masih tinggi Hewan mediator menginfeksi inang yang bisa berupa binatang lain atau insan melalui gigitan.Infeksi juga sanggup terjadi melalui jilatan binatang mediator pada kulit yang terluka. Sesudah infeksi, virus akan masuk melalui saraf-saraf menuju ke sumsum tulang belakang dan otak dan bereplikasi di sana. Selanjutnya virus akan berpindah lagi melalui saraf ke jaenteng non saraf, contohnya kelenjar liur dan masuk ke dalam air liur.Hewan yang terinfeksi bisa mengalami rabies buas/ ganas ataupun rabies jinak/ tenang.Pada rabies buas/ ganas, binatang yang terinfeksi tampak galak, agresif, menggigit dan menelan segala macam barang, air liur terus menetes, meraung-raung gelisah kemudian menjadi lumpuh dan mati. Pada rabies jinak/tenang, binatang yang terinfeksi mengalami kelumpuhan lokal atau kelumpuhan total, suka bersembunyi di tempat petang, mengalami kejang dan susah bernapas, serta menawarkan kegalakan
Meskipun sangat jarang terjadi, rabies bisa ditularkan melalui penghirupan udara yang terkontaminasi virus rabies. Dua pekerja laboratorium sudah mengkonfirmasi hal ini sehabis mereka terekspos udara yang mengandung virus rabies. Pada tahun 1950, dilaporkan dua masalah rabies terjadi pada penjelajah gua di Frio Cave, Texas yang menghirup udara di mana ada jutaan kelelawar hidup di tempat tersebut. Mereka diduga tertular lewat udara lantaran tidak ditemukan sama sekali adanya tanda-tanda bekas gigitan kelelawar.
Virus rabies terdapat dalam air liur binatang yang terinfeksi. Hewan ini memularkan infeksi kepada binatang lainnya atu insan melalui gigitan dan kadang melalui jilatan. Virus akan berpindah dari tempatnya masuk melalui saraf-saraf menuju ke medulla spinalis dan otak, dimana mereka berkembangbiak. Selanjutnya virus akan berpindah lagi melalui saraf menuju ke kelenjar liur dan masuk ke dalam air liur Banyak binatang yang bisa menularkan rabies kepada manusia. Yang paling sering menjadi sumber dari rabies yaitu anjing; binatang lainnya yang juga bisa menjadi sumber penularan rabies yaitu kucing, kelelawar, rakun, sigung, rubah. Rabies pada anjing masih sering ditemukan di Amerika Latin, Afrika dan Asia, lantaran tidak tiruana binatang peliharaan mendapat vaksinasi untuk penyakit ini.
Hewan yang terinfeksi bisa mengalami rabies buas atau rabies jinak.
Pada rabies buas, binatang yang terkena tampak gelisah dan ganas, kemudian menjadi lumpuh dan mati. Pada rabies jinak, semenjak pertama sudah terjadi kelumpuhan lokal atau kelumpuhan total.

E.    Tanda -  Tanda Rabies Pada Hewan Dan Manusia
1)      Pada Hewan
Pada anjing dan kucing, penyakit Rabies dibedakan menjadi 2 bentuk , yaitu bentuk membisu (Dumb Rabies) dan bentuk ganas (Furious Rabies).

Tanda tanda Rabies bentuk membisu :
a)      Terjadi kelumpuhan pada seluruh belahan tubuh
b)      Hewan tidak sanggup mengunyah dan menelan makanan, rahang bawah tidak sanggup dikatupkan dan air liur menetes berlebihan.
c)       Tidak ada impian menyerang atau mengigit. Hewan akan mati dalam beberapa jam.

Tanda  tanda Rabies bentuk ganas:
a)       Hewan menjadi berangasan dan tidak lagi mengenal pemiliknya.
b)      Menyerang orang, hewan, dan benda-benda yang bergerak.
c)      Bila bangun sikapnya kaku, ujung dilipat diantara kedua paha belakangnya .
d)     Anak anjing menjadi lebih lincah dan suka bermain , tetapi akan menggigit bila dipegang dan akan menjadi ganas dalam beberapa jam.
2)      Pada Manusia
Tanda- tanda penyakit rabies pada manusia:
a)      Rasa takut yang sangat pada air, dan peka terhadap cahaya, udara, dan suara.
b)       Airmata dan air liur keluar berlebihan
c)       Pupil mata membesar.
d)      Bicara tidak karuan, selalu ingin bergerak dan nampak kesakitan
e)      Selanjutnya ditandai dengan kejang-kejang kemudian lumpuh dan hasilnya meninggal dunia.

F.   Manifestasi Klinis

Gejala rabies biasanya mulai timbul dalam waktu 30-50 hari sehabis terinfeksi. Masa inkubasi virus hingga munculnya penyakit yaitu 10-14 hari pada anjing tetapi bisa mencapai 9 bulan pada manusia. Bila disebabkan oleh gigitan anjing, luka yang mempunyai risiko tinggi meliputi infeksi pada mukosa, luka di atas tempat pundak (kepala, muka, leher), luka pada jari tangan atau kaki, luka pada kelabuin, luka yang lebar atau dalam, dan luka yang banyak. Sedangkan luka dengan risiko rendah meliputi jilatan pada kulit yang luka, garukan atau lecet, serta luka kecil di sekitar tangan, badan, dan kaki.
Gejala sakit yang akan dialami seseorang yang terinfeksi rabies meliputi 4 stadium :

a)   Stadium prodromal
Dalam stadium prodomal sakit yang timbul pada penderita tidak khas, mirip infeksi virus pada umumnya yang meliputi demam, susah makan yang menuju taraf anoreksia, pusing dan pening (nausea), dan lain sebagainya.

b)   Stadium sensoris
Dalam stadium sensori penderita umumnya akan mengalami rasa nyeri pada tempat luka gigitan, gerah, gugup, kebingungan, keluar banyak air liur (hipersalivasi), dilatasi pupil, hiperhidrosis, hiperlakrimasi

c)   Stadium eksitasi
Pada stadium eksitasi penderita menjadi gelisah, simpel kaget, kejang-kejang setiap ada rangsangan dari luar sehingga terjadi ketakutan pada udara (aerofobia), ketakutan pada cahaya (fotofobia), dan ketakutan air (hidrofobia). Kejang-kejang terjadi akhir adanya gangguan tempat otak yang mengatur proses menelan dan pernapasan. Hidrofobia yang terjadi pada penderita rabies terutama lantaran adanya rasa sakit yang luar biasa di kala berusaha menelan air
     d)  Stadium paralitik
                             Pada stadium paralitik sehabis melalui ketiga stadium sebelumnya, penderita memasuki stadium paralitik ini menawarkan tanda kelumpuhan dari belahan atas tubuh ke bawah yang progresif.
                        Karena durasi penyebaran penyakit yang cukup cepat maka umumnya keempat stadium di atas tidak sanggup dibedakan dengan jelas.Gejala-gejala yang tampak terang pada penderita di antaranya adanya nyeri pada luka bekas gigitan dan ketakutan pada air, udara, dan cahaya, serta bunyi yang keras. Sedangkan pada binatang yang terinfeksi, gelaja yang tampak yaitu dari jinak menjadi ganas, hewan-hewan peliharaan menjadi liar dan lupa jalan pulang, serta ujung dilengkungkan di bawah perut.

G.    Diagnosis

Jika seseorang digigit hewan, maka binatang yang menggigit harus diawasi.Satu-satunya uji yang menghasilkan keakuratan 100% terhadap adanya virus rabies yaitu dengan uji antibodi fluoresensi pribadi (direct fluorescent antibody test/ dFAT) pada jaenteng otak binatang yang terinfeksi. Uji ini sudah dipakai lebih dari 40 tahun dan dijadikan standar dalam diagnosis rabies.Prinsipnya yaitu ikatan antara antigen rabies dan antibodi spesifik yang sudah dilabel dengan senyawa fluoresens yang akan berpendar sehingga megampangkan deteksi. Namun, kelemahannya yaitu subjek uji harus disuntik mati terlebih lampau (eutanasia) sehingga tidak sanggup dipakai terhadap manusia. Akan tetapi, uji serupa tetap sanggup dilakukan memakai serum, cairan sumsum tulang belakang, atau air liur penderita walaupun tidak mempersembahkan keakuratan 100%.Selain itu, diagnosis sanggup juga dilakukan dengan biopsi kulit leher atau sel epitel kornea mata walaupun hasilnya tidak terlalu sempurna sehingga nantinya akan dilakukan kembali diagnosis post mortem sehabis binatang atau insan yang terinfeksi meninggal.

H.       Penangan Penyakit Rabies
a)      Penanganan terhadap orang yang digigit (korban)
 Segera basuh luka gigitan dengan air membersihkan dan sabun atau detergen selama 10 hingga 15 menit (gigitan yang dalam disemprot dengan air sabun ) kemudian bilas dengan air yang mengalir , kemudian keringkan dengan kain membersihkan. Luka kemudian didiberi obat luka yang tersedia (misalnya betadin) kemudian dibalut dengan pembalut atau kain yang membersihkan. Korban secepatnya dibawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

b)      Penanganan terhadap binatang yang menggigit
Anjing, kucing dan k era yang menggigit insan atau binatang lainnya harus dicurigai menderita rabies. Terhadap binatang tersebut harus diambil tindakan sebagai diberikut :Bila binatang tersebut yaitu binatang peliharaan atau ada pemiliknya , maka binatang tersebut harus ditangkap dan diserahkan ke Dinas Peternakan setempat untuk diobservasi selama 14 hari. Bila hasil observasi negatif rabies maka binatang tersebut harus mendapat vaksinasi rabies sebelum diserahkan kembali kepada pemiliknya. Bila binatang yang menggigit yaitu binatang liar (tidak ada pemiliknya) maka binatang tersebut harus diusahakan ditangkap hidup dan diserahkan kepada Dinas Peternakan setempat untuk diobservasi dan sehabis masa observasi selesai binatang tersebut sanggup dimusnahkan atau dipelihara oleh orang yang berkenan , sehabis terlebih lampau didiberi vaksinasi rabies. Bila binatang yang menggigit susah ditangkap dan terpaksa harus dibunuh, maka kepala binatang tersebut harus diambil dan segera diserahkan ke Dinas Peternakan setempat untuk dilakukan investigasi laboratorium. Jika seseorang digigit hewan, maka binatang yang menggigit harus diawasi.

I.       Pengobatan Penyakit Rabies

Bila terinfeksi rabies, segera cari pertolongan medis.Rabies sanggup diobati, namun harus dilakukan sedini mungkin sebelum menginfeksi otak dan menjadikan gejala.Bila tanda-tanda mulai terlihat, tidak ada pengobatan untuk menyembuhkan penyakit ini.Kematian biasanya terjadi beberapa hari sehabis terjadinya tanda-tanda pertama. Jika terjadi masalah gigitan oleh binatang yang diduga terinfeksi rabies atau berpotensi rabies (anjing, sigung, rakun, rubah, kelelawar) segera basuh luka dengan sabun atau pelarut lemak lain di bawah air mengalir selama 10-15 menit kemudian diberi antiseptik alkohol 70% atau betadin. Orang-orang yang belum diimunisasi selama 10 tahun terakhir akan didiberikan suntikan tetanus. Orang-orang yang belum pernah mendapat vaksin rabies akan didiberikan suntikan globulin imun rabies yang dikombinasikan dengan vaksin.Separuh dari dosisnya disuntikkan di tempat gigitan dan separuhnya disuntikan ke otot, biasanya di tempat pinggang.Dalam periode 28 hari didiberikan 5 kali suntikan.Suntikan pertama untuk memilih risiko adanya virus rabies akhir bekas gigitan. Sisa suntikan didiberikan pada hari ke 3, 7, 14, dan 28.Kadang-kadang terjadi rasa sakit, kemerahan, bengkak, atau gatal pada tempat penyuntikan vaksin.

J.   Pencegahan Penyakit Rabies

Pencegahan rabies sanggup dilakukan dengan memvaksinasi binatang peliharaan rutin, hindarimemelihara binatang liar di rumah, kalau anda bepergian ke tempat yang terserang rabies, segeralah ke sentra pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapat vaksinasi rabies.
Vaksinasi idealnya sanggup mempersembahkan pemberian seumur hidup. Tetapi seiring berjalannya waktu kadar antibodi akan menurun, sehingga orang yang mencakupko tinggi terhadap rabies harus mendapat takaran booster vaksinasi setiap 3 tahun. Pentingnya vaksinasi rabies terhadap binatang peliharaan mirip anjing juga ialah salah satu cara pencegahan yang harus diperhatikan.
Pencegahan rabies pada insan harus dilakukan sesegera mungkin sehabis terjadi gigitan oleh binatang yang berpotensi rabies, lantaran bila tidak sanggup mematikan (letal) Langkah-langkah untuk mencegah rabies bisa diambil sebelum terserang virus atau segera sehabis terkena gigitan Sebagai contoh, vaksinasi bisa didiberikan kapada orang-orang yang mencakupko tinggi terhadap terjangkitnya virus, yaitu:  Dokter binatang ,Petugas laboratorium yang menangani hewan-hewan yang terinfeksi  Orang-orang yang menetap atau tinggal lebih dari 30 hari di tempat yang rabies pada anjing banyak ditemukan
Para penjelajah gua kelelawar.
Menempatkan binatang peliharaan dalam sangkar yang baik dan sesuai dan senantiasa memperhatikan kemembersihkanan sangkar dan sekitarnya, Menjaga kesehatan binatang peliharaan dengan mempersembahkan kuliner yang baik , pemeliharaan yang baik dan melakukan Vaksinasi Rabies secara teratur setiap tahun ke Dinas Peternakan atau Dokter Hewan Praktek. Memasang rantai pada leher anjing bila anjing tidak dikandangkan atau sedang diajak berjalan-jalan.

K. Teknik pemeriksaan

·         Rabies atau penyakit anjing gila yaitu penyakit binatang yang disebabkan oleh virus, bersifat akut serta menyerang susunan syaraf sentra binatang berdarah gerah dan manusia. Rabies bersifat zoonosa artinya penyakit tersebut sanggup menular dari binatang ke insan dengan tanda-tanda yang sangat memilukan. Virus Rabies dikeluarkan bersama air liur binatang yang terinfeksi dan disebabkan melalui gigitan atau jilatan.
Virus Rabies masuk ke dalam tubuh insan atau binatang melalui :
a.      Luka gigitan binatang penderita Rabies
b.      Luka yang terkena air liur binatang atau insan penderita Rabies

Tipe Rabies
a.      Rabies Ganas :
o   Tidak menuruti lagi perintah pemilik
o   Air liur keluar berlebihan
o   Hewan menjaadi ganas, menyerang atau menggigit apa saja yang dijumpai dan ujung dilengkungkan ke bawah perut di antara dua paha
o   Kejang-kejang kemudian lumpuh, biasanya mati sehabis 4 hingga 7 hari semenjak timbul tanda-tanda atau paling lama 12 hari sehabis penggigitan
b.      Rabies Tenang :
·         Bersembunyi di tempat petang dan sejuk
·         Kejang-kejang berlangsung singkat bahkan sering tidak terlihat
·         Kelumpuhan, tidak bisa menelan, lisan terbuka dan air liur keluar berlebihan
·         Kematian terjadi dalam waktu singkat
Perubahan umumnya terjadi di susunan syaraf pusat. Pada selaput otak tampak padat dan biasanya ditemukan adanya oedema. Pada binatang yang terkena Rabies apabila dibuka di tempat perut biasanya ditemukan benda ajaib seperrti kayu, kerikil atau sepotong logam. Sedangkan dilihat di bawah mikroskop akan ditemukan cytoplasmic inclusion bodies (Negri bodies) pada sel-sel syaraf. Pada umumnya banyak ditemukan di dalam hypocampus tetapi kadang kala juga ditemukan di ganglia.

BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan
Dapat kita simpulkan bahwa penyakit Rabies disebabkan oleh virus rabi. Biasanya yang lebih rentan terkena dewasa dan belum dewasa yang tinggal di tempat dimana anjing lebih banyak dari pada penghuni desa tersebut. Rabies yaitu penyakit zoonosis (penyakit yang ditularkan ke insan dari hewan) yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini menginfeksi binatang domestik dan liar, yang menyebar ke orang melalui kontak bersahabat dengan air liur yang terinfeksi melalui gigitan atau cakaran.
Gejala rabies pada insan biasanya dipertamai dengan demam, nyeri kepala, susah menelan, hipersalivasi, takut air, peka terhadap rangsangan angin dan suara, kemudian diakhiri dengan kematian. Biasanya mulai timbul dalam waktu 30-50 hari sehabis terinfeksi.
B.   Saran
Untuk mencegah penyakit ini sanggup kita lakukan vaksinasi terhadap hewan-hewan mirip Anjing, Monyet, Kucing, Musang dll. Dan apabila tergigit oleh binatang tersebut maka kita harus cepat tanggap untuk menetralisir virus tersebut.



                                                            DAFTAR PUSTAKA


kumpulan-makalah11.blogspot.com/search?q=perut]].
http://www.antarguaws.com/diberita/1256562409/waspadai-rabies

Selengkapnya Klik DOWNLOAD