Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 September 2018

Makalah Peradaban Timur Tengah

Makalah Peradaban Timur Tengah

BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Arsitektur ialah ilmu yang sudah ada semenjak zaman lampau. Walaupun dengan teknologi yang sangat begitu minim, namun orang-orang pada zaman itu sanggup menghasilkan suatu bangunan yang mempunyai nilai arsitektur yang sangat tinggi. Mereka menggunakan perasaan dan ilmu yang sangat terbatas namun mereka sudah memikirkan terhadap kebutuhan hidupnya.
Arsitektur asia tengah ialah salah satu arsitektur islam yang sangat terlihat hasilnya hingga dengan sekarang. Bangunan-bangunan yang terbangun pada masa itu masih berdiri tegak dan sanggup dinikmati oleh orang-orang masa kini. Bangunan etnik yang sangat mencirikan kehidupan pada ketika itu, mengakibatkan daya tarik bagi setiap orang untuk mengkaji terhadap arsitektur mesir ini. Bagaimana kehidupan penduduk pada masa itu sehingga sanggup membuat catatan sejarah dunia


BAB II
PEMBAHASAN


A.    Sejarah Arsitektur kekaimasukan Persia
Kekaimasukan Persia adalah sejumlah kekaimasukan bersejarah yang berkuasa di Dataran Tinggi Iran, tanah air asal Bangsa Persia, dan sekitarnya termasuk Asia Barat, Asia Tengah dan Kaukasus. Saat ini nama Persia dan Iran sudah menjadi kebiasaan; Persia dipakai untuk warta sejarah dan kebudayaan, dan Iran digunakan untuk warta politik. Bangsa yang dikemudian hari memproklamirkan diri sebagai Republik Islam Iran ini didominasi oleh Syi'ah.
Pada tahun 630 M, Nabi Muhammad beserta tentaranya berhasil menaklukkan Makkah dari suku Quraish. Pada masa ini bangunan suci Ka'bah mulai didedikasikan untuk kepentingan agama Islam, rekonstruksi Ka'bah dilaksanakan sebelum Muhammad menjadi Rasul. Bangunan suci Ka'bah inilah yang menjadi cikal bakal dari arsitektur Islam. Dahulu sebelum Islam, dinding Ka'bah dihiasi oleh bermacam-macam gambar mirip gambar nabi Isa, Maryam,Ibrahim, berhala, dan beberapa pepohonan. Ajaran yang muncul belakangan, terutama berasal dari Al Qur'an, balasannya melarang penerapan simbol-simbol yang menggambarkan makhluk hidup terutama manusia dan binatang.
Pada kala ke-7, muslim terus berekspansi dan balasannya mendapat wilayah yang sangat luas. Tiap kali muslim mendapat tanah wilayah baru, yang pertama kali mereka pikirkan ialah tempat untuk diberibadah, yaitu mesjid. Perkembangan mesjid di saat-saat pertama ini sangat sederhana sekali, bangunan mesjid tidak lain berupa tiruan dari rumah nabi Muhammad, atau adakala beberapa bangunan diadaptasikan dari bangunan yang sudah ada sebelumnya, misalnya gereja.
Persia ialah kebudayaan yang diketahui melaksanakan kontak dengan Islam untuk pertama kalinya. Sisi timur dari sungai eufrat dan tigris ialah tempat berdirinya kekaimasukan Persia pada sekitar kala ke-7.Karena kedekatannya dengan kekaimasukan persia, Islam cenderung bukan saja meminjam budaya dari persia namun juga mengadopsinya.Arsitektur Islam mengadopsi banyak sekali kebudayaan dari Persia, bahkan sanggup dikatakan arsitektur islam ialah evolusi dari arsitektur persia, yang memang semenjak kehadiran Islam, kejayaan Persia mulai pudar yang menunggu digantikan oleh kebudayaan lain.Banyak kota, misalnya Baghdad, dibangun dengan pola kota usang persia misalnya Firouzabad. Bahkan, kini sanggup diketahui bahwa dua arsitek yang dipekerjakan oleh Al-Mansur untuk merancang kota pada masa pertama adalah warisan dari kekaimasukan Persia, yaitu Naubakht, seorang zoroaster persia, dan seorang Yahudi dari Khorasan, Iran yaitu Mashallah. Mesjid gaya persia sanggup dilihat dari ciri khasnya yaitu pilar batu bata, taman yang luas dan lengkungan yang disokong beberapa pilar. Di Asia Timur, gaya arsitektur Hindujuga turut memengaruhi namun balasannya tertekan oleh kebudayaan persia yang ketika itu dalam masa jayanya.

1.            Ciri-Ciri Arsitektur Persia
Arsitektur persia di dominasi oleh bangunan-bangunan yang berarsitektur islam adapun ciri-ciri nya adalah:
a.       Teknik pembuatan bangunan dari kerikil bata.
b.      Pada tembok terdapat ukiran-ukiran berbentuk bunga dan goresan pena arab
c.       Bangunan yang berbentuk kubah diindentivikasikan sebagai bangunan mesjid
d.      Banyak terdapat unsur lengkung pada bangunan.
e.       Bangunan umum nya berbentuk persegi.
f.       adanya taman ditengah-tengah bangunan yang dilengkapi dengan kolam yang membelah taman

2.            Fungsi Bangunan Peninggalan kekaimasukan Persia
Salah satu kota yang banyak menyimpan bangunan-bangunan peninggalan kerajaan persia ialah Isfahan, ibukota Provinsi Esfahan yang terletak di tengah-tengah Iran. Isfahan ialah bekas ibukota Kerajaan Persia yang tersohor kejayaannya. Jejeran masjid, istana, madrasah, hingga katedral di Isfahan ialah mahakarya arsitektur Islam dan Persia. Orang Persia menyebutnya “Nesf-e-Jahan”, artinya “Setengah dari Bumi” Walaupun bersahabat dengan gurun pasir, angin sejuk selalu membelai kota ini lantaran terletak persis di kaki Pepegununganan Zagros. Namun bicara Esfahan tak selalu bicara keindahan alam, tapi juga keindahan arsitektur dan sejarah yang selalu menempel di tiap bangunannya.
Adapun fungsi bangunan peninggalan kerajaan persia adalah:
a.       Masjid : Sebagai tempat ibadah umat islam.
b.      Istana : sebagai sentra pemerintahan.
c.       Jalan utama : sebagai tempat perdagangan
d.      Lapangan : sebagai taman bermain
e.       Jembatan ; sebagai jalan penghubung sekaligus bendungan
f.       Katedral : sebagai tempat ibadah umat kristen.

3.      Karya-Karya Arsitektur Peninggalan Kekaimasukan Persia

a.      Imam masjid
Masjid Shah (Masjid Jameh Abbasi) dikenal sebagai Imam masjid (sesudah revolusi Islam 1979 di Iran) ialah sebuah masjid di Isfahan, Iran, berdiri di sisi selatan Naghsh-i Jahan Square. Dibangun selama periode Safavi, pertama diperintahkan oleh Shah Abbas dari Persia.
Imam Mosque Dibangun pada masa pemerintahan Raja Safavi, masjid ini ialah representasi arsitektur Islam-Persia yang paling terkenal di Iran. Mosaik dan kaligrafi terukir di banyak tempat, mengakibatkan setiap sudutnya penuh warna. Beberapa masjid lain yang juga terkenal ialah Hakim Mosque, Jama Mosque, juga Sheikh Lotf Allah Mosque yang berarsitektur khas Iran.

b.      Masjid Syekh Lutfallah
Masjid Syekh Lutfallah yang berada di sisi timur kompleks Maidan Imam tidak besar kalau dibandingkan dengan bangunan di sekitarnya. Namun, bangunannya indah dan unik bila dibandingkan dengan masjid lain sezamannya.
Berdasarkan prasasti yang terdapat pada portal (pintu gerbang utama) masjid, tertulis bahwa Masjid Syekh Lutfallah mulai dibangun pada 1012 H atau sekitar 1603-1604 M. Nama pelukis kaligrafi Ali Riza Al-Abbasi yang kemudian membuat kaligrafi Masjid Shah juga tertera dalam goresan pena prasasti tersebut.
Prasasti lainnya yang terdapat pada ruang dalam kubah tertera tahun pembuatan dujungasi masjid, 1025 H atau 1616 M. Sementara pada prasasti ketiga tercatat nama sang arsitek masjid, Muhammad Riza, dan tanggal penyelesaian pembangunan, yakni pada 1028 H atau 1618-1619 M.

c.       Chahar Bagh Boulevard
Bukti kejayaan Persia di Isfahan juga terlihat di Chahar Bagh Boulevard, sebuah jalan besar yang sudah ada semenjak 1596. Jalanan ini terkenal seantero Persia, menjadi salah satu sentra acara serta perdagangan masyarakat lintas zaman.

d.      Istana Ali Qapu
Istana Ali Qapu ialah tempat tinggal para amir Kerajaan Safavi waktu itu. Dilihat dari kejauhan, bangunan istana ini tampak berwarna biru keemasan. Bagian dinding istana dihiasi keramik ubin biru kehijauan dan pernik keemasan, prasasti-prasasti besar, serta desain geometri dan tumbuhan tumbuhan.
Istana ini juga menjadi terusan masuk ke taman kerajaan seluas tujuh hektare yang terdiri dari lapangan, kebun tanaman, dan paviliun. Di belakang taman istana terdapat area khusus bagi sang Syah, istrinya, dan para anggota keluarga kerajaan lainnya.

e.       Istana Chehel Sotun
Bangunan ini mengatakan warisan budaya yang tak ternilai dalam peradaban Islam masa lalu, khususnya di tempat Persia. Arti Chehel Sotun ialah “40 Tiang”. Namun pada kenyataannya Masjid ini spesialuntuk disangga 20 tiang. Disebut 40 tiang lantaran 20 tiang yang sanggup terlihat ialah pantulan bayangan dari air kolam di istana ini. Istana Chehel Sotun ibarat kompleks dengan ornamen yang luas dan artistik. melaluiataubersamaini luas 67.000 meter persegi, istana ini selalu terawat dan mirip bangunan baru. Padahal istana ini sudah dibangun berabad-abad kemudian pada masa Dinasti Safavi.

f.       Lapangan Naqsh-e Jehaan
Lapangan Naqsh-e Jehaan (atau Meidan Emam) terletak di sentra kota Isfahan, Iran. ialah salah satu lapangan terbesar di dunia. Lapangan seluas sembilan hektar ini dikelilingi oleh bangunan peninggalan Dinasti Shafawi. Secara resminya dikenal sebagai Medan Imam (میدان امام), lampau bernama Medan Shah (میدان شاه). Lapangan ini digambarkan pada sisi belakang uang 20.000 rial Iran. Area ini dibangun antara 1598 sampai 1629 dan menjadi saksi akan kehidupan sosial dan budaya di Persia pada era Safawi. Pada tahun 1979 lapangan ini diputuskan sebagai situs sejarah penting dalam daftar Warisan Dunia UNESCO.

g.      Jembatan khaju
Jembatan Khaju ialah salah satu jembatan yang paling terkenal di Isfahan. Jembatan itu dibangun pada masa Syah Abbas I. Jembatan ini sempat rusak dan kemudian dibangun kembali oleh Syah Abbas II.
Jembatan Khaju mempunyai luas 23 meter persegi dengan panjang 105 meter dan lebar 14 meter. Saluran yang melewati jembatan selebar 7,5 meter terbuat dari kerikil bata dengan ukuran 21 untuk saluran yang kecil dan 26 untuk saluran yang besar.
Jembatan ini juga berfungsi sebagai bendungan, dengan pintu air di bawah lengkungan. Ketika pintu ditutup, tinggi muka air di belakang jembatan dinaikkan untuk mengairi taman-taman di sepanjang Sungai Zayandeh.

4.      Ornamen
Ornament yang dipakai pada bangunan bangunan peninggaan kekaimasukan Persia pada umum nya ialah ornament islami antara lain.
a.        Motif Arabesque
Ada larangan dalam aliran Islam untuk menggunakan motif binatang maupun manusia. Oleh lantaran itu, para seniman Muslim lebih suka menggunakan motif geometris dan motif floral (tumbuhan) dalam aneka macam karyanya, termasuk menghias interior bangunan. Motif-motif ini disebut motif arabesque lantaran berasal dari Arab. 
b.      Kaligrafi
Kaligrafi atau seni menghias huruf, terutama huruf Arab sangatlah terkenal dipakai oleh seniman dan arsitek Muslim. Selain untuk menambah keindahan bangunan, kaligrafi juga sebagai pengingat ayat-ayat Al-Quran.

c.       Mashrabiya
Mashrabiya ialah kisi-kisi yang dipakai pada jendela bergaya Islam. Hal ini selain untuk menjaga privasi penghuninya juga untuk menghalangi sinar matahari yang gerah masuk ke ruangan. Hal ini tentu saja lantaran sebagian besar negara Muslim terletak di wilayah gurun. Mashrabiya ini umumnya menggunakan motif geometris sehingga akan memperindah arsitektur bangunan.
d.      Kubah
Kubah ialah salah satu unsur yang menonjol dalam arsitektur Islam. Kubah yang umum dipakai berbentuk umbi bawang khas Timur Tengah.Tak spesialuntuk pecahan luar kubah saja yang diperhatikan nilai estetikanya, namun juga pecahan dalam kubah dihias dengan motif-motif geometris.
e.       mihrab
Mihrab atau cekungan yang pertanda arah kiblat ialah pecahan terpenting dalam sebuah masjid. Oleh lantaran itu, biasanya mihrab dihias dengan sangat indah.
f.       Muqarnas
Muqarnas ialah dujungasi tiga dimensi serupa masukang lebah yang diletakkan di langit-langit. Muqarnas disebut juga stalaktit oleh arsitek Barat. Muqarnas dipakai untuk menghias portal (pintu masuk), mihrab, interior kubah, hingga minaret

5.      Letak Geografis Kekaimasukan Persia.
Kekaimasukan Persia diberibukota Isfahan terletka di penara Zayandeh Rud, di kaki perpegununganan Zagros. Iklimnya sederhana dan mempunyai musim-musim lazim. Kota Isfahan terletak 1590 meter di atas paras maritim dan mendapat 355 mm hujan setiap tahun. suhu antara 2 derjat hingga 28 derjat selsius.

PERSIA
SEJARAH PERSIA
Persia ialah salah satu suku yang tergolong dalam Bangsa Iran, menggunakan bahasa Persia dan juga mempunyai persamaan dalam kebudayaan dengan bangsa Iran yang lainnya. Bangsa ini lebih banyak didominasi di Iran dan minoritas di beberapa negara-negara lain mirip Afganistan, Tajikistan, Uzbekistan, Amerika Serikat, Kuwait, Turki, Uni Emirat Arab, Irak dan juga beberapa negara di Timur Tengah. Etnis Persia ialah keturunan Bangsa Arya yang berhijrah dari Asia Tengah ke Iran pada milenium kedua sebelum Masehi (SM). Bangsa Arya ini kemudian terpecah dua menjadi bangsa Persia dan bangsa Media dan mereka berasimilasi dengan suku-suku setempat mirip Elam.  Dari sini, lahirlah bahasa Persia dan bahasa-bahasa Iran lain. Sumber sejarah tertulis pertama terkena orang Persia ini ialah prasasti Assyria (834 SM), dan di dalam prasasti itu ada menyentuh perihal orang Parsua (Persia) dan Muddai (Media).  Saat itu, orang Asyur menggunakan istilah 'Parsua' untuk merujuk kepada suku-suku di Iran. Kemudian orang Yunani mengadaptasikan istilah ini untuk merujuk pada peradaban-peradaban dari Iran. Ketika orang Persia memeluk agama Islam, orang Arab menggelari mereka 'Fars' lantaran huruf 'P' tidak terdapat dalam goresan pena Arab. Kawasan Persia kemudian diperintah oleh beberapa kerajaan yang membentuk kekaimasukan-kekaimasukan yang kuat. Di antara kekaimasukan- kekaimasukan ini ialah kekaimasukan Persia mirip Akhemenid, Parthia , Sassania, Buwaihidah dan Samania. Pemerintahan yang pernah memerintah Persia ialah Seleukus, Ummayyah,Abbasiyyah, Turki Seljuk, Afshariyah danQajar.

BAHASA
Bahasa Persia ialah salah satu bahasa yang tertua di dunia yang masih dipakai hingga hari ini. Bahasa Persia turut terkenal karena tradisi sastranya dan sastrawan-sastrawannya yang terkenal dan berbakat. Antaranya ialah Hafez, Ferdowsi, Khayyam, Attar, Saadi, Nezami, Roudaki dan juga Rumi. Bahasa ini tergolong dalam keluarga bahasa Indo-Eropa dan ialah bahasa resmi di Iran, Tajikistan dan Afganistan. Bahasa Persia turut memengaruhi bahasa Indonesia dari segi nama yang ialah nama tempat Persia purba, mirip Johansyah (Johan Shah) dan Firmansyah. Selain itu beberapa kosakata Persia lain turut diserap seperti arak, bait, bandar, menara, anggur, ratna (rakna), jahanam, topan (taufan), waswas, dll.

Agama 
Faravahar dalah pengpertama Zoroastrianisme penganut kepercayaan Zoroastrianisme. Peradaban Persia sudah memperkenalkan tiga agama utama yaitu Zoroastrianisme, Manikeanisme, dan Bahá'í. Agama- agama lain termasuk Mazdak dan Manikeanisme yang keduanya secara tidak langsungnya memengaruhi agama Kristen: Keduanya berakar dari agama Zoroastrianisme. Sekarang, banyak cendekiawan memperdebatkan perihal agama yang mana terbit lampau, Zoroastrianisme atau Yahudi. Tetapi mereka sudah bersetuju bahwa Zoroastrianisme hadir lampau kalau diambil dari perspektif angelologi (doktrin wacana malaikat), demonologi (doktrin wacana setan) dan iktikad terkena simpulan zaman dan bencana alam. Sekarang, lebih banyak didominasi orang Persia beragama Islam (aliran Syi'ah) dan juga terdapat kelompok minoritas beragama Islam (aliran Sunnah Waljamaah), Zoroastrianisme, Kristen, Yahudi dan Bahá'í. Terdapat juga ateis dan agnostik. Orang Persia mulai memeluk Islam sekitar tahun 637 – 651. Hal itu terkait rapat dengan penyebaran Islam pada zaman Khulafa'ur Rasyidin.

Kekaimasukan Media dan Kekaimasukan Akhemeniyah (3200SM – 330SM)
Bangsa Media dan Kekaimasukan Akhemeniyah Dari tulisan-tulisan sejarah, peradaban Iran yang pertama ialah Proto-Iran, diikuti dengan peradaban Elam. Pada milenium kedua dan ketiga, Bangsa Arya hijrah ke Iran dan mendirikan kekaimasukan pertama Iran, Kekaimasukan Media (728SM-550SM). Kekaimasukan ini sudah menjadi simbol pendiri bangsa dan juga kekaimasukan Iran, yang disusul dengan Kekaimasukan Akhemeniyah (648SM–330SM) yang didirikan oleh Koresh yang Agung. Koresh Agung juga terkenal sebagai pemerintah pertama yang mewujudkan undang-undang terkena hak-hak kemanusiaan, tertulis di atas artefak yang dikenal sebagai Silinder Koresh. Ia juga ialah pemerintah pertama yang menggunakan gelar Agung dan juga Shah Iran. Di zamannya, perbudakan tidak boleh di kawasan-kawasan taklukannya (juga dikenal sebagai Kekaimasukan Persia.) Gagasan ini kemudian memdiberi dampak yang besar pada peradaban-peradaban insan setelah zamannya. Kekaimasukan Persia kemudian diperintah oleh Cambyses selama tujuh tahun (531SM - 522SM) dan kemangkatannya disusul dengan perebutan kuasa. Akhirnya Darius yang Agung (522SM -486SM) menang dan ditetapkan sebagai raja.
             Ibu kota Persia pada zaman Darius dipindahkan ke Susa dan ia mulai membangun Persepolis. Sebuah terusan di antara Sungai Nil dan Laut Merah turut dibangun dan menjadikannya penggerak untuk pembangunan Terusan Suez. Sistem jalan juga turut diperbaharui dan sebuah jalan raya dibangun menghubungkan Susa dan Sardis. Jalan raya ini dikenal sebagai Jalan Kerajaan. Selain itu, mata uang syiling dalam bentuk daric (syiling emas) dan juga Shekel (syiling perak) diperkenalkan ke seluruh dunia. Bahasa Persia Kuno turut diperkenalkan dan diterbitkan di dalam prasasti- prasasti kerajaan. Di bawah pemerintahan Koresh yang Agung dan Darius yang Agung, Kekaimasukan Persia menjadi sebuah kekaimasukan yang terbesar dan terkuat di dunia zaman itu. Pencapaian utamanya ialah sebuah kekaimasukan besar pertama yang mengamalkan perilaku toleransi dan menghormati budaya-budaya dan agama-agama lain di tempat jajahannya.
Kekaimasukan Seleukus (330SM 248SM) 
Pada tahun 330SM Kekaimasukan Akhemeniyah diserang oleh Kerajaan Yunani yang di pimpin salah satu jenderal dari Alexander Agung yang berjulukan Seleukus dan lahirlah pemerintahan gres Persia yaitu Kekaimasukan Seleukus dari Yunani. Seleukus mengangkat dirinya menjadi Kaisar setelah Alexander Agung wafat.
Kekaimasukan Iran Ketiga: Kekaimasukan Parthia (248SM – 224M)
Parthia bermula dengan Dinasti Arsacida yang menyatukan dan memerintah dataran tinggi Iran, yang juga turut menaklukkan wilayah timur Yunani pada pertama kala ketiga Masehi dan juga Mesopotamia antara tahun 150 SM dan 224 M. Parthia juga ialah musuh turun-temurun Romawi di sebelah timur, dan membatasi ancaman Romawi di Anatolia. Tentara-tentara Parthia terbagi atas dua kelompok berkuda, tentara berkuda yang berperisai dan membawa senjata berat, dan tentara berkuda yang bersenjata enteng dan kudanya lincah bergerak. Sementara itu, tentara Romawi terlalu bergantung kepada infantri, menimbulkan Romawi sukar untuk mengalahkan Parthia. Tetapi, Parthia belum sempurnanya metode dalam perang tawan, menimbulkan mereka sukar mengpertama tempat taklukan. Ini menimbulkan kedua belah pihak gagal mengalahkan satu sama lain. Kekaimasukan Parthia tegak selama lima kala (Berakhir pada tahun 224 M,) dan raja terakhirnya kalah di tangan kekaimasukan lindungannya, yaitu Sassania.
Kekaimasukan Iran Keempat: Kekaimasukan Sassania (226–651)
Ardashir I, shah pertama Kekaimasukan Sassania, mula membangun kembali ekonomi dan militer Persia. Wilayahnya meliputi kawasan Iran modern, Irak, Suriah, Pakistan, Asia Tengah dan wilayah Arab. Pada zaman Khosrau II (590-628) pula, kekaimasukan ini diperluas hingga Mesir, Yordania, Palestina, dan Lebanon. Orang-orang Sassania menamakan kekaimasukan mereka Erānshahr (atau Iranshæhr, "Penguasaan Orang Arya".) Sejarah Iran seterusnya diikuti dengan konflik selama enam ratus tahun dengan Kekaimasukan Romawi. Menurut sejarawan, Persia kalah dalam Perang al-Qādisiyyah (632 M) di Hilla, Iraq. Rostam Farrokhzād, seorang jenderal Persia, diKoreksi kerana keputusannya untuk berperang kengan orang Arab di bumi Arab sendiri. Kekalahan Sassania di Irak menyebabkan tentara mereka tidak keruan dan balasannya ini memdiberi jalan kepada futuhat Islam atas Persia. Era Sassania menyaksikan memuncaknya peradaban Persia, dan ialah kekaimasukan Persia terakhir sebelum kehadiran Islam. Pengaruh dan kebudayaan Sassania kemudian diteruskan sesudah pemelukan Islam oleh bangsa Persia. 
Islam Persia dan Zaman Kegemilangan Islam Persia (700–1400) 
Sesudah pemelukan Islam, orang-orang Persia mulai membentuk citra Islam Persia, di mana mereka melestarikan gambaran sebagai orang Persia tetapi pada masa yang sama juga sebagai muslim. Pada kala ke-8 M, Parsi memdiberi menolongan kepada Abbassiyah memerangi tentara Umayyah, lantaran Bani Umayyah spesialuntuk mementingkan bangsa Arab dan memandang rendah kepada orang Persia. Pada zaman Abbassiyah, orang- orang Persia mulai melibatkan diri dalam manajemen kerajaan. Sebagian mendirikan dinasti sendiri.
Pada kala kesembilan dan kesepuluh, terdapat beberapa kebangkitan ashshobiyyah Persia yang menentang gagasan Arab sebagai Islam dan Muslim. Tetapi kebangkitan ini tidak menentang identitas seorang Islam. Salah satu dampak kebangkitan ini ialah penerapan bahasa Persia sebagai bahasa resmi Iran (hingga hari ini.) Pada zaman ini juga, para ilmuwan Persia membuat Zaman Kegemilangan Islam. Sementara itu Persia menjadi referensi penyebaran ilmu sains, filsafat dan metode. Ini kemudian memengaruhi sains di Eropa dan juga kebangkitan Renaissance. 
Islam Syi'ah, Kekaimasukan Safawi, Dinasti Qajar/Pahlavi dan Iran Modern (1501 – 1979)
Parsi mulai berganti menjadi Islam Syiah pada zaman Safawi, pada tahun 1501. Dinasti Safawi kemudian menjadi salah sebuah penguasa dunia yang utama dan mulai mempromosikan industri pariwisata di Iran. Di bawah pemerintahannya, arsitektur Persia berkembang kembali dan menyaksikan pembangunan monumen-monumen yang indah. Kejatuhan Safawi disusuli dengan Persia yang menjadi sebuah medan persaingan antara kekuasaan Kekaimasukan Rusia dan Kekaimasukan Britania (yang menggunakan dampak Dinasti Qajar). Namun begitu, Iran tetap melestarikan kemerdekaan dan wilayah-wilayahnya, menjadikannya unik di rantau itu. Modernisasi Iran yang bermula pada lewat kala ke-19, membangkitkan keinginan untuk berubah dari orang-orang Persia. Ini menyebabkan terjadinya Revolusi Konstitusi Persia pada tahun 1905 hingga 1911. Pada tahun 1921, Reza Khan (juga dikenal sebagai Reza Shah) mengambil alih tahta melalui kudeta dari Qajar yang semakin lemah. Sebagai penyokong modernisasi, Shah Reza memulai pembangunan industri modern, jalan kereta api, dan pendirian sistem pendidikan tinggi di Iran.Malangnya, perilaku aristokratik dan ketidakseimbangan pemulihan kemasyarakatan menimbulkan banyak rakyat Iran tidak puas. Pada Perang Dunia II, tentara Inggris dan Uni Soviet menyerang Iran dari 25 Agustus hingga 17 September 1941, untuk membatasi Blok Poros dan menggagas infrastruktur penggalian minyak Iran. Blok Sekutu memaksa Shah untuk melantik anaknya, Mohammad Reza Pahlavi menggantikannya, dengan impian Mohammad Reza menyokong mereka. 
Malangnya, pemerintahan Shah Mohammad Reza bersifat otokratis. melaluiataubersamaini menolongan dari Amerika dan Inggris, Shah meneruskan modernisasi Industri Iran, tetapi pada masa yang sama menghancurkan partai-partai oposisi melalui tubuh intelijennya, SAVAK. Ayatollah Ruhollah Khomeini menjadi oposisi dan pengKoreksi aktif terhadap pemerintahan Shah Mohammad Reza dan kemudian ia dipenjarakan selama delapan belas bulan. Melalui pesan yang tersirat jenderal Hassan Pakravan, Khomeini dimembuang ke luar negeri dan diantar ke Turki dan selepas itu ke Irak. 


Selengkapnya Klik DOWNLOAD

Selasa, 18 September 2018

Unsur-Unsur Kebudayaan Yang Ada Di Dunia

Unsur-Unsur Kebudayaan Yang Ada Di Dunia

UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN DI DUNIA

Mempelajari unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah kebudayaan sangat penting untuk memahami kebudayaan manusia. Kluckhon dalam bukunya yang berjudul Universal Categories of Culture membagi kebudayaan yang ditemukan pada tiruana bangsa di dunia dari sistem kebudayaan yang sederhana menyerupai masyarakat pedesaan sampai sistem kebudayaan yang kompleks menyerupai masyarakat perkotaan. Kluckhon membagi sistem kebudayaan menjadi tujuh unsur kebudayaan universal atau disebut dengan kultural universal. Menurut Koentjaraningrat, istilah universal mengatakan bahwa unsur-unsur kebudayaan bersifat universal dan sanggup ditemukan di dalam kebudayaan tiruana bangsa yang tersebar di aneka macam penjuru dunia. Ketujuh unsur kebudayaan tersebut yaitu :

1.      Sistem Bahasa
Bahasa ialah masukana bagi insan untuk memenuhi kebutuhan sosialnya untuk diberinteraksi atau berafiliasi dengan sesamanya. Dalam ilmu antropologi, studi terkena bahasa disebut dengan istilah antropologi linguistik. Menurut Keesing, kemampuan insan dalam membangun tradisi budaya, membuat pemahaman tentang fenomena sosial yang diungkapkan secara simbolik, dan mewariskannya kepada generasi penerusnya sangat bergantung pada bahasa. melaluiataubersamaini demikian, bahasa menduduki porsi yang penting dalam analisa kebudayaan manusia.
Menurut Koentjaraningrat, unsur bahasa atau sistem perlambangan insan secara mulut maupun tertulis untuk berkomunikasi yaitu deskripsi tentang ciri-ciri terpenting dari bahasa yang diucapkan oleh suku bangsa yang bersangkutan beserta variasivariasi dari bahasa itu. Ciri-ciri menonjol dari bahasa suku bangsa tersebut sanggup diuraikan dengan cara membandingkannya dalam pembagian terstruktur mengenai bahasa-bahasa sedunia pada rumpun, subrumpun, keluarga dan subkeluarga. Menurut Koentjaraningrat memilih batas tempat penyebaran suatu bahasa tidak simpel alasannya tempat perbatasan tempat tinggal individu ialah tempat yang sangat intensif dalam diberinteraksi sehingga proses saling memengaruhi perkembangan bahasa sering terjadi.

2.      Sistem Ekonomi/Mata Pencaharian Hidup
Mata pencaharian atau kegiatan ekonomi suatu masyarakat menjadi serius kajian penting etnografi. Penelitian etnografi terkena sistem mata pencaharian mengkaji bagaimana cara mata pencaharian suatu kelompok masyarakat atau sistem perekonomian mereka untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Sistem ekonomi pada masyarakat tradisional, antara lain
a. berburu dan meramu;
b. beternak;
c. bercocok tanam di ladang;
d. menangkap ikan;
e. bercocok tanam menetap dengan sistem irigasi.
Pada ketika ini spesialuntuk sedikit sistem mata pencaharian atau ekonomi suatu masyarakat yang berbasiskan pada sektor pertanian. Artinya, pengelolaan sumber daya alam secara eksklusif untuk memenuhi kebutuhan hidup insan dalam sektor pertanian spesialuntuk bisa ditemukan di tempat pedesaan yang relatif belum terpengaruh oleh arus modernisasi.
Pada ketika ini pekerjaan sebagai karyawan kantor menjadi sumber penghasilan utama dalam mencari nafkah. Sesudah berkembangnya sistem industri mengubah contoh hidup insan untuk tidak mengandalkan mata pencaharian hidupnya dari subsistensi hasil produksi pertaniannya. Di dalam masyarakat industri, seseorang mengandalkan pendidikan dan keterampilannya dalam mencari pekerjaan.

3.      Sistem Pengetahuan
Sistem pengetahuan dalam kultural universal berkaitan dengan sistem peralatan hidup dan teknologi alasannya sistem pengetahuan bersifat aneh dan berwujud di dalam wangsit manusia. Sistem pengetahuan sangat luas batasannya alasannya meliputi beberapa aspek pengetahuan insan tentang aneka macam unsur yang digunakan dalam kehidupannya
Masyarakat pedesaan yang hidup dari bertani akan mempunyai sistem kalender pertanian tradisional yang disebut system pranatamangsa yang semenjak lampau sudah digunakan oleh nenek moyang untuk menjalankan kegiatan pertaniannya. Menurut Marsono, pranatamangsa dalam masyarakat Jawa sudah digunakan semenjak lebih dari 2000 tahun yang lalu. Sistem pranatamangsa digunakan untuk memilih kaitan antara tingkat curah hujan dengan kemarau. Melalui sistem ini para petani akan mengetahui kapan ketika mulai mengolah tanah, ketika menanam, dan ketika memguan hasil pertaniannya alasannya tiruana kegiatan pertaniannya didasarkan pada siklus kejadian alam. Sedangkan Masyarakat tempat pesisir pantai yang bekerja sebagai nelayan menggantungkan hidupnya dari maritim sehingga mereka harus mengetahui kondisi maritim untuk memilih ketika yang baik untuk menangkap ikan di laut. Pengetahuan tentang kondisi maritim tersebut diperoleh melalui gejala atau letak formasi bintang di langit
Banyak suku bangsa yang tidak sanggup bertahan hidup apabila mereka tidak mengetahui dengan teliti pada musim-musim apa aneka macam jenis ikan pindah ke hulu sungai. Selain itu, insan tidak sanggup membuat alat-alat apabila tidak mengetahui dengan teliti ciriciri materi mentah yang mereka pakai untuk membuat alat-alat tersebut. Tiap kebudayaan selalu mempunyai suatu himpunan pengetahuan tentang alam, tumbuh-tumbuhan, binatang, benda, dan insan yang ada di sekitarnya. Menurut Koentjaraningrat, setiap suku bangsa di dunia mempunyai pengetahuan terkena, antara lain:
a. alam sekitarnya;
b. tumbuhan yang tumbuh di sekitar tempat tempat tinggalnya;
c. hewan yang hidup di tempat tempat tinggalnya;
d zat-zat, materi mentah, dan benda-benda dalam lingkungannya;
e. badan manusia;
f. sifat-sifat dan tingkah laris manusia;
g. ruang dan waktu.

4.      Sistem Religi
Koentjaraningrat menyatakan bahwa asal mula permasalahan fungsi religi dalam masyarakat yaitu adanya pertanyaan mengapa insan percaya kepada adanya suatu kekuatan mistik atau supranatural yang dianggap lebih tinggi daripada insan dan mengapa insan itu melaksanakan aneka macam cara untuk berkomunikasi dan mencari hubungan-hubungan dengan kekuatan-kekuatan supranatural tersebut.
Dalam perjuangan untuk memecahkan pertanyaan fundamental yang menjadi penyebab lahirnya asal mula religi tersebut, para ilmuwan sosial berasumsi bahwa religi suku-suku bangsa di luar Eropa yaitu sisa dari bentuk-bentuk religi kuno yang dianut oleh seluruh umat insan pada zaman lampau ketika kebudayaan mereka masih primitif.

5.      Sistem Kekerabatan dan Organisasi Sosial
Unsur budaya berupa sistem kekerabatan dan organisasi social ialah perjuangan antropologi untuk memahami bagaimana insan membentuk masyarakat melalui aneka macam kelompok sosial. Menurut Koentjaraningrat tiap kelompok masyarakat kehidupannya diatur oleh adab istiadat dan aturan-aturan terkena aneka macam macam kesatuan di dalam lingkungan di mana ia hidup dan bergaul dari hari ke hari. Kesatuan sosial yang paling bersahabat dan dasar yaitu kerabatnya, yaitu keluarga inti yang bersahabat dan kerabat yang lain. Selanjutnya, insan akan digolongkan ke dalam tingkatantingkatan lokalitas geografis untuk membentuk organisasi social dalam kehidupannya.
Kekerabatan berkaitan dengan pengertian tentang perkawinan dalam suatu masyarakat alasannya perkawinan ialah inti atau dasar pembentukan suatu komunitas atau organisasi sosial.

6.      Kesenian
Perhatian jago antropologi terkena seni bermula dari penelitian etnografi terkena kegiatan kesenian suatu masyarakat tradisional. Deskripsi yang dikumpulkan dalam penelitian tersebut meliputi terkena benda-benda atau artefak yang memuat unsur seni, menyerupai patung, ukiran, dan hiasan. Penulisan etnografi pertama tentang unsur seni pada kebudayaan insan lebih mengarah pada metodemetode dan proses pembuatan benda seni tersebut. Selain itu, deskripsi etnografi pertama tersebut juga mereview perkembangan seni musik, seni tari, dan seni drama dalam suatu masyarakat.
Berdasarkan jenisnya, seni rupa terdiri atas seni patung, seni relief, seni ukir, seni lukis, dan seni rias. Seni musik terdiri atas seni vokal dan instrumental, sedangkan seni sastra terdiri atas prosa dan puisi. Selain itu, terdapat seni gerak dan seni tari, yakni seni yang sanggup ditangkap melalui pendengaran maupun penglihatan. Jenis seni tradisional yaitu wayang, ketoprak, tari, ludruk, dan lenong. Sedangkan seni modern yaitu film, lagu, dan koreografi.

7.      Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
Manusia selalu berusaha untuk mempertahankan hidupnya sehingga mereka akan selalu membuat peralatan atau benda-benda tersebut. Perhatian pertama para antropolog dalam memahami kebudayaan insan menurut unsur teknologi yang digunakan suatu masyarakat berupa benda-benda yang dijadikan sebagai peralatan hidup dengan bentuk dan teknologi yang masih sederhana. melaluiataubersamaini demikian, bahasan tentang unsur kebudayaan yang termasuk dalam peralatan hidup dan teknologi ialah bahasan kebudayaan fisik.

Selengkapynya Klik: DOWNLOAD