Jumat, 28 September 2018

Drama: Persahabatan Teman Gres Dari Aceh

Drama: Persahabatan Teman Gres Dari Aceh

Ini yakni pagi yang cerah. Mita dan Doni, dua orang siswa kelas VII sedang asyik membaca-baca buku Biologi di koridor sekolah. Pasalnya nanti siang akan ada ulangan harian mata pelajaran tersebut. Kemudian hadir Anggi, sobat akrab mereka.

Anggi              : “Mit, Don, rajin sekali kalian berdua!”
Mita                 : “Iya dong, kiprah kita sebagai pelajar kan memang harus belajar.
   Hehehe…”
Anggi              : “Iya juga sih. Eh ngomong-ngomong kalian tahu tidak, ada anakdidik baru
   yang akan masuk ke kelas kita hari ini.”
Doni                : “Oh ya, siapa namanya? Lelaki atau perempuan?”
Anggi              : “Lelaki, tapi saya juga belum tahu siapa namanya dan ibarat apa
    rupanya.”
[Bel sekolah berbunyi]
Mita                 : “Eh ayo masuk kelas!”
[Ketiganya memasuki ruang kelas. Ibu guru masuk bersama seorang anakdidik baru.]
Ibu Guru         : “Selamat pagi, anak-anak. Hari ini kita kehadiran mitra gres dari
   Aceh, ia akan menjadi mitra sekelas kalian. Silakan perkenalkan
   dirimu, nak!”
Ridwan           : “Selamat pagi, kawan-kawan. Nama saya Muhammad Ridwan. Saya
    berasal dari Aceh.”
Mita [berbisik pada Anggi]: “Jauh sekali ya, dari Aceh pindah ke Bandung!”
[Anggi spesialuntuk mengangguk tanda setuju]
Ibu Guru         : “Ridwan, engkau duduk di belakang Doni ya [menunjuk sebuah meja
    kosong]. Untuk sementara engkau duduk sendiri lampau alasannya jumlah
   siswa di kelas ini ganjil.”
[Ridwan segera duduk di dingklik yang disediakan]
Ibu Guru         : “Ya baiklah, kini kita mulai pelajaran hari ini. Buka buku kalian di
    halaman 48….”
[Pelajaran pun dimulai]
Tiba saatnya jam istirahat. Ridwan, yang belum mempunyai kawan, membisu saja duduk di kursinya sambil menunduk. Rupanya belum ada yang mau mendekati Ridwan. Semua siswa di kelas itu masih sungkan dan spesialuntuk mau tersenyum saja padanya tanpa berani mengajak ngobrol lebih lanjut.
Doni                : “Psst, Mit, Nggi, coba lihat anak gres itu, sendirian saja ya!” [berbisik
    pada Mita dan Anggi ketika mereka gres kembali dari kantin]
Mita                 : “Ayo kita dekati saja.”
[Ketiganya menghampiri Ridwan]
Anggi              : “Hei, Ridwan. Kenalkan, saya Anggi, ini Ridwan dan Mita
[menunjuk kedua kawannya].”
[Ketiganya duduk di sekeliling Ridwan]
Ridwan           : “Hai, salam kenal.”
Doni                : “Kamu kok tidak jajan ke kantin?”
Ridwan           : “Aku… Aku bawa bekal kuliner [pelan sekali, sambil tertunduk].”
Mita                 : “Oh begitu, rajin sekali engkau, Wan!
[Keempat siswa ini mulai terlibat dialog enteng sehingga Ridwan merasa dikawani]
Saat jam pulang sekolah, Ibu Guru memanggil Anggi dan Doni yang hendak pulang ke rumah.
Ibu Guru         : “Anggi, Doni! Ke sini sebentar. Ibu mau menanyakan sesuatu.”
[Anggi dan Doni menghampiri Ibu Guru]
Doni                : “Ada apa, Bu?”
Ibu Guru         : “Itu, bagaimana sikap Ridwan di kelas? Apakah ia bisa membaur?”
Doni                : “Dia agak pendiam, Bu. Dan suka menunduk ketika berbicara.”
Anggi              : “Tadi di jam istirahat, kami berdua dan Mita berusaha mendekatinya.
    Kami mengobrol cukup lama, ia anak yang baik kok, spesialuntuk saja ia
    ibarat agak kurang percaya diri dan muram.”
Ibu Guru         : “Hmm… begitu ya. Anak-anak, Ridwan yakni salah satu korban
    selamat bencana tsunami Aceh beberapa bulan yang lalu. Kedua orang
    tuanya tewas terhempas ombak. Kini spesialuntuk tinggal ia dan adik
    perempuannya, Annisa. Annisa masih duduk di kelas 4 SD, di SD V
    kota kita ini.”
Anggi              : “Ya Tuhan, sungguh berat cobaan yang menimpanya…”
Ibu Guru         : “Iya. Untungnya, seorang pamannya tinggal di Bandung sehingga ia
    dan adiknya tinggal di sini. Mereka tergolong masyarakat prasejahtera,
    sehingga Ridwan benar-benar harus berhemat. Pamannya berkata pada
    Ibu tadi pagi, ia tak bisa memdiberi uang jajan yang cukup untuk
    Ridwan sehingga Ridwan harus bekal nasi setiap hari semoga tidak
    lapar  di sekolah.”
Doni                : “Oh pantas saja tadi jam istirahat ia tidak ke kantin.”
Ibu Guru         : “Ya sudah, Ibu cuma mau bilang begitu. Kalian berbaik-baiklah
    dengannya. Temani ia semoga tak merasa kesepian dan terus berduka.”
[Anggi dan Doni pamit kemudian pulang]
Di rumahnya, Doni terus menerus memikirkan mitra barunya, Ridwan. Akhirnya ia mendapat suatu ide. Dikabarkannya Anggi dan Mita melalui SMS. Keesokan harinya di jam istirahat….
Doni                : “Eh, kalian membawa apa yang saya bilang kemarin, kan?”
Mita                 : “Bawa dong. Ayo kita dekati Ridwan.”
Anggi              : “Ridwan, bolehkah kami bertiga makan bersamamu?”
Ridwan           : [kikuk dan kebingungan]“Eh, um.. boleh saja..”

Doni, Anggi, dan Mita mengeluarkan bekal kuliner mereka. Ketiganya juga membawa kuliner kuliner ringan untuk dimakan bersama-sama, tentu saja Ridwan juga kebagian. melaluiataubersamaini makan bersama setiap hari, mereka berharap bisa membuat Ridwan lebih ceria. Sesudah makan…
Ridwan           : “Terima kasih, kawan-kawan. Kalian sangat baik kepadaku.”
Mita                 : “Kamu ini bicara apa, sih? Kita kan kawan, masuk akal saja bila kita saling
    bersikap baik.”

Semenjak itu Ridwan menjadi semakin besar lengan berkuasa alasannya tunjangan kawan-kawan barunya. Siswa-siswa lain di kelas itu pun banyak yang bergabung membawa bekal untuk dimakan gotong royong pada jam istirahat. Suasana menjadi semakin sangat bahagia.

Selengkapnya Klik: DOWNLOAD
Novel: Cerita Seorang Remaja

Novel: Cerita Seorang Remaja

Kisah Perjalanan Cinta Yang Kembali Pulang Menemukan Rumahnya

Cerita ini dimulai dengan mengisahkan seorang cerdik balig cukup akal laki-laki yaitu Keenan yang gres lulus SMA, yang selama 6 tahun tinggal di Amsterdam bersama neneknya. Keenan mempunyai talenta yang luar biasa yaitu melukis yang sangat kuat, ia tidak punya cita – cita lain selain menjadi seorang pelukis. Tapi perjalanan menuju cita – citanya putus sebab perjanjian dengan ayahnya, kemudian ayahnya memaksa Keenan meninggalkan Amsterdam dan kembali ke Indonesia dan berkuliah di Bandung dijurusan Fakultas Ekonomi untuk melanjutkan perusahaan yang di berdiri oleh ayahnya.
Di lain tempat, ada Kugy cewek elok dan unik yang cenderung eksentrik yang juga akan berkuliah di universitas yang sama dengan Keenan. Kugy semenjak kecil sangat mengila – gilai dongeng, mungkin untuk sebagian orang ini hobi yang tak lazim. Namun tak spesialuntuk koleksi dan punya taman bacaan, ia juga bahagia menulis dongeng. Kugy bercita – cita spesialuntuk satu yaitu ingin menjadi juru dongeng. Tapi Kugy sadar bahwa penulis dongeng bukanlah profesi yang meyakinkan dan praktis di terima dimasyarakat. Tapi Kugy tidak mengalah hingga di situ, kemudian Kugy melanjutkan kuliahnya dijurusan Fakultas Sastra untuk melanjutkan mimpinya.
Pertemuan Kugy dan Keenan bermula dari pasangan Eko dan Noni. Eko yaitu sepupuh Keenan, sementara Noni yaitu sahabat akrab Kugy semenjak kecil. Mereka tiruana pergi ke Jakarta tapi Noni tidak ikut. Lalu mereka berkuliah di Universitas yang sama di Bandung. Mereka berempat akibatnya berteman akrab dekat.
Lambat laun Kugy dan Keenan yang memang sudah saling mengagumi mulai saling membuatkan cerita. Diam – membisu tanpa pernah bersepakatan untuk mengungkapkan, ternyata mereka saling “Jatuh Cinta”. Tapi dalam kondisi ketika itu tidak memungkinkan mereka tuk saling jatuh cinta, sebab Kugy sudah punya pacar yang berjulukan Joshua. Kugy memdiberi nama panggilan kepada Joshua dengan sebutan Ojos, sebutan itu dibentuk oleh Kugy tanpa berfikir lagi. Sementara Keenan ketika itu dicomblangin oleh Noni dan Eko dengan seorang cewek elok dan kurator muda yang berjulukan Wanda.
Perteman dekatan empat sekawan itu mulai retak dikarenakan Kugy lantas menenggelamkan dirinya dalam kesibukan barunya yaitu menjadi guru relawan di sekolah darurat yang berjulukan “Sakola Alit”. Di Sakola Alit Kugy dihadapkan dengan Pilik yaitu anakdidiknya yang paling badung. Akhirnya Pilik dan mitra – kawannya berhasil di kalahkan oleh Kugy dengan cara menuliskan dongeng yang menceritakan ihwal mereka yang berjudul “Jendral Pilik dan Pasukan Alit”. Kugy membuat dongeng itu setiap hari di sebuah buku tulis yang ingin ia diberikan pada Keenan.
Sedangkan Keenan dengan Wanda yang doloe percintaannya berjalan mulus dan lancar datang – datang kini mulai berubah. Kemudian Keenan pun sadar bahwa Impian yang selama ini ia berdiri harus kandas dalam semalam. melaluiataubersamaini berat hati, Keenan meninggalkan kehidupannya di Bandung dan Jakarta untuk pergi ke Ubud (daerah di Bali) tempat tinggal sahabat akrab ibunya yaitu Pak Wayan.
Disaat bersama Keluarga Pak Wayan yang tiruananya ialah seniman populer di Bali dan Keenan pun mulai mengobati luka di hatinya dengan perlahan – lahan. Seseorang yang berdasarkan Keenan sangat memmenolong menyembuhkan luka di hatinya adalah Luhde Laksami yaitu cewek elok nan lugu sekaligus keponakannya Pak Wayan. Sejak itu Keenan pun mulai dapat melukis kembali dengan bekal dongeng yang di kasih Kugy yang berjudul “Jendral Pilik dan Pasukan Alit” berkat bekal dongeng dari Kugy, Keenan pun membuat lukisan yang luar biasa dan sangat diburu oleh para kolektor.
Di lain sisi Kugy sengat merasa kehilangan sahabat dekatnya. Ia lulus dengan cepat dan pribadi bekerja di sebuah agen iklan di Jakarta sebagai Copywriter. Di sana ia bertemu dengan Remigius yaitu atasanya sekaligus sahabat akrab abangnya. melaluiataubersamaini keahlian mereview secara tak terduga dan fatwa yang serba impulsif membawa Kugy dalam karier yang semakin melejit di kantor tersebut.
Tanpa di duga Remi ternyata suka dengan Kugy. Remi suka bukan spesialuntuk melihat dari segi kualitas kerja Kugy yang impulsif dan mereview dengan tepat, namun Remi melihat Kugy dari segi semangat dan keunikan yang terpancar dari sesosok Kugy. melaluiataubersamaini ketulusan hati Remi kepada kugy, akibatnya membuat Kugy luluh kedalam hati Remi. Berbeda dengan Keenan, sebab keadaan ayahnya yang semakin memburuk dan akibatnya mengharuskan Keenan pulang ke Jakarta lagi untuk menjalankan perusahaan keluarganya.
Akhirnya tanpa disengaja Kugy dan Keenan bertemu kembali dengan perasaan yang tidak dapat di pungkiri lagi dan perasaan yang kacau balau. Bahkan empat sekawan ini bertemu lagi tapi tiruana dalam kondisi yang sangat tidak sama. Hati pun kembali diuji. Kisah percintaan dan perteman dekatan yang sudah terajut selama 5 tahun pun berakhir dengan begitu banyak kejutan. Dan pada akibatnya Keenan tetapkan meninggalkan cintanya dan berlabuh di hati Luhde dan Kugy yang merasakah bahwa pangeran dongengnya tidak akan ada didunia ini dan pada akibatnya Kugy pun tetapkan berlabuh di hati Remigius.

Selengkapnya Klik: DOWNLOAD
Analisis Dan Perancangan Sistem Info Laboratorium Rumah Sakitkanker Dharmais Dengan Memakai Total Architecture Syntesis

Analisis Dan Perancangan Sistem Info Laboratorium Rumah Sakitkanker Dharmais Dengan Memakai Total Architecture Syntesis

BABI

PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
                                       
Laboratorium Klinik yang dirniliki Rumah Sakit Kanker "Dharmais" (RSKD) merniliki acara yaitu melaksanakan investigasi rutin dan spesialistik  onkologi ibarat antara lain menandakan tumor imm unoelectroforensis, diagnosis leukemia dan investigasi status immune dengan metode flowcytometry, investigasi sitogenesik dan mutasi P53. Selama ini sistem informasi yang  ada pada unit Laboratorium  Klinik  RSKD  masih terdapat penerapan sistem secara manual, sehingga proses  pemeriksaan  hasil laboratorium masih belum terkomputerasi secara terbaik.
Sebuah  sistem  informasi  diperlukan  untuk  mendukung  tiruana  proses  bisnis yang bermanfaa  guna mendukung pengambilan  keputusan secara sempurna dan bermanfaa bagi tiruana pihak. RSKD merniliki pasien yang berjumlah besar, yang setiap harinya terns bertambah. Oleh sebab itu, diharapkan sebuah sistem informasi laboratorium yang dapat  mengelola  tiruana investigasi laboratorium secara sempurna dan cepat,  baik pasien yang berasal  dari RSKD maupun yang dari luar, yang dl dalamnya mencakup beberapa aspek proses acara yang dilakukan oleh karyawan pada Laboratorium Klinik RSKD.
Proses  pemeriksaan  laboratorium memerlukan waktu  yang  cepat  dan membutuhkan  hasil sempurna dan akurat. Solusi biar tiruana  proses layanan  Laboratorium Klinik RSKD sanggup berjalan dengan baik, maka dibutuhkan untuk membangun sebuah aplikasi layanan Laboratorium  Klinik RSKD yang  berbasiskan  metode  Total Architecture Syntesis (TAS).
Aplikasi ini ialah sebuah sistem dimana tiruana proses dan data yang ada  dalam  layanan  Laboratorium  Klinik  RSKD  dapat  menjadi  sebuah  basis  data  secara fisikal yang sanggup terintegrasi eksklusif dengan alat investigasi pada laboratorium yang hingga ketika ini terdapat 20 buah alat investigasi laboratorium. Aplikasi ini sanggup menstandarisasi  dan  mengurangi  kompleksitas  pertukaran  data  antar  fungsi  yang tidak sama. Jika terdapat suatu variabel yang tidak dibutuhkan oleh suatu proses, maka aplikasi ini memungkinkan proses tersebut untuk tidak memasukkan nilai, tetapi kuman yang diperoleh tetap melewati proses yang sama.
Dalam sebuah forum kesehatan ibarat RSKD, proses investigasi laboratorium  berlangsung  dinamis,  sehingga terdapat kemungkinan  mengalami perubahan seiring dengan perubahan dan tuntutan kebutuhan. melaluiataubersamaini adanya aplikasi ini, hal tersebut sanggup teratasi sebab sistem yang dibangun menggunakan metode TAS, mulai dari pendaftaran pasien baik dari RSKD maupun pasien referensi dari luar, investigasi laboratorium dengan menggunakan alat yang sesuai, biaya yang harus dikeluarkan, pendataan karyawan yang melaksanakan pemeriksaan, hingga dengan pembayaran ke kasir.
Layanan Laboratorium Klinik RSKD ialah sumber acara vital selama pasien menjalani investigasi dalam RSKIJ. Proses dalam layanan Laboratorium Klinik RSKD harus beljalan secara sempurna dan sinergis, biar investigasi pasien sanggup beljalan dengan lancar dan tanpa masalah.
Layanan Laboratoriuni Klinik RSKD dibutuhkan biar tiruana unit yang satu dan yang lainnya sanggup tersinkronisasi dengan baik, sebab kalau data investigasi laboratorium belum selesai atau kuman dari investigasi tidak tepat, maka sanggup teljadi kesalahan pada investigasi diberikutnya. melaluiataubersamaini Lab Information System (LIS), proses investigasi laboratorium sanggup diberinteraksi dengan sistem informasi lain yang beljalan di RSKD. Aplikasi ini dibangun dengan berbasiskan desktop mengingat penerapannya spesialuntuk pada kepingan internal RSKD.

B.     Rumusan Masalah
1.      Proses pengumpulan data yang dilakukan menjadi rentan kesalahan sebab ada kemungkinan terdapat beberapa data yang masih tertinggal di komputer yang terhubung dengan mesin pemeriksa yang belum diinput ke dalam database. Atau terjadi kesalahan pada ketika proses input data yang dilakukan secara manual.
2.      Kesusahan untuk mengetahui siapa yang menggunakan alat investigasi di laboratorium.
3.      Kesusahan dalam melaksanakan identifikasi sampel di laboratorium.
4.      Pada sistem yang sedang berjalan karyawan secara bebas sanggup meminta peralatan medis yang dibutuhkan untuk melaksanakan investigasi terhadap pasien, tanpa melaksanakan pengecekkan terlebih lampau apakah peralatan yang dibutuhkan sudah tersedia di ruangan investigasi atau belum. Hal ini berakibat banyaknya peralatan medis yang dibiarkan begitu saja di ruangan investigasi tanpa dipakai hingga kadaluarsa.
5.      Format laporan tidak sesuai.
6.      Belum tersedianya beberapa laporan yang dibutuhkan untuk mendukung acara operasional rumah sakit
C.    Tujuan
-          Menganalisis dan merancang sebuah LIS sebagai aplikasi layanan laboratorium klinik yang berbasiskan TAS untuk RSKD yang bersifat praktis eli-customized, berbasis desktop dan mengintegrasikan proses-proses yang bekerjasama dengan investigasi pasien laboratorium.
-          melaluiataubersamaini  adanya  aplikasi  ini,  maka  proses  bisnis  yang  bekerjasama dengan layanan  laboratorium  klinik  untuk. RSKD  akan  diintegrasikan menjadi satu, sehingga penerapan waktu menjadi lebih dioptimalkan.
-          Kehadiran aplikasi layanan laboratorium klinik dengan modul LIS yang berbasiskan TAS mengurangi waktu yang dibutuhkan dalam proses penginputan data pasien, pembayaran, pendataan pemakaian alat kesehatan yang selama ini masih terdapat beberapa pengeijaan yang dilakukan secara manual, dikarenakan keterbatasan sistem. Keterbatasan tersebut sanggup dialihkan menggunakan aplikasi LIS yang eksklusif terkoneksi dengan sistem basis data, sehingga dalam jangka waktu  yang sama, kiprah yang terselesaikan sanggup lebih banyak dibandingkan sebelum aplikasi ini diterapkan. Hal tersebut sanggup teljadi, sebab sebagian besar proses input atau pemasukan data sanggup dilakukan secara otomatis.
BAB II
PEMBAHASAN

1.1  Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian yang dipakai yaitu dengan menggunakan metode analisis dan metode perancangan. Berikut ini yaitu klarifikasi untuk kedua metode di atas:

a.      Metode analisis
Analisis untuk mendapat citra umum terkena proses yang bekerjasama dengan Laboratorium Information System, sistem yang sedang betjalan, permasalahan yang ada, perbaikan sistem yang diinginkan user dan pemecahan terhadap permasalahan yang muncul.

Analisis sistem dilakukan dalam dua tahap, yaitu:
1.      Survei dan wawancara terhadap proses bisnis yang sedang betjalan.
2.      Analisis terhadap sistem dan proses bisnis yang sedang betjalan.

b.      Metode Perancangan
Metode  perancangan  adalah  proses  perancangan  aplikasi  berdasarkan  hasil analisa yang didapatkan dengan metode analisis. Metode perancangan yang dipakai yaitu TAS. Metode ini dipakai untuk mendesain proses bisnis dan arsitektur sistem yang bersifat sah dan mendukung munculnya perubahan atau penambahan kebutuhan, bahkan perubahan kebutuhan yang paling tidak terduga sekalipun.Sehingga proses pengembangan aplikasi puti sanggup dengan cepat mengadaptasi perubahan yang tetjadi dalam proses bisnis dan sistem dalam rumah  sakit. Metode  perancangan dengan menggunakan  TAS  meliputi  tahap-tahap perancangan yang ada dalam konsep TAS antara lain:

1.      Menentukan Kebutuhan (Defining the Requirements)
2.      Mendesain Arsitektur Proses Bisnis (Designing the Bussiness Process Architecture)
3.      Mendesain Arsitektur system (Designing the Systems Architecture)
4.      Mengevaluasi Arsitektur (Evaluating Architectures)
5.      Sejarah Pemeriksaan Medis

1.2  Hasil Analisis Data
a.      Analisa Wawancara

Metode pengumpulan data yang dipakai yaitu wawancara dan tinjauan eksklusif ke lapangan, dengan menggunakan kuesioner ibarat pada Tabel 1.2

Tes Wawancara
Selasa, 16 Desember 2008
Jam Wawancara
13.30 – 16.30
Tempat
Laboratorium Klinik Rumah Sakit Kanker  “Dharmais”
Daftar Pertanyaan :
1.      Apa saja penambahan atau perubahan yang ingin dilakukan  terhadap sistem yang sedang berjalan?
2.      Apa saja permasalahan yang muncul selama penerapan dari sistem yang sedang berjalan ketika ini?
3.       Apakah ada proposal solusi dari pihak RSKD untuk menuntaskan permasalahan yang ada ketika ini?
4.      Seperti apakah cita-cita dari pihak RSKD terhadap sistem gres yang akan dibuat?
5.      Laporan dengan format ibarat apa yang ingin dipakai oleh pihak RSKD?
       










   B. Analisa Permasalahan
Berdasarkan hasil wawancara didapatkanlah permasalahan sebagai diberikut:
1.      Proses pengumpulan data yang dilakukan menjadi rentan kesalahan sebab ada kemungkinan terdapat beberapa data yang masih tertinggal di komputer yang terhubung dengan mesin pemeriksa yang belum diinput ke dalam database. Atau terjadi kesalahan pada ketika proses input data yang dilakukan secara manual.
2.      Kesusahan untuk mengetahui siapa yang menggunakan alat investigasi di laboratorium.
3.      Kesusahan dalam melaksanakan identifikasi sampel di laboratorium.
4.      Pada sistem yang sedang berjalan karyawan secara bebas sanggup meminta peralatan medis yang dibutuhkan untuk melaksanakan investigasi terhadap pasien, tanpa melaksanakan pengecekkan terlebih lampau apakah peralatan yang dibutuhkan sudah tersedia di ruangan investigasi atau belum. Hal ini berakibat banyaknya peralatan medis yang dibiarkan begitu saja di ruangan investigasi tanpa dipakai hingga kadaluarsa.
5.      Format laporan tidak sesuai.
6.      Belum tersedianya beberapa laporan yang dibutuhkan untuk mendukung acara operasional rumah sakit.

c.       Usulan Solusi
Dari permasalahan yang ada maka diusulkan solusi sebagai diberikut:
1.      Menyatukan output dari setiap mesin investigasi ke server.
2.      Menambahkan fitur login.
3.      Peanambahan fitur untuk mencetak barcode dari sample.
4.      Pendataan penerapan alat medis.
5.      Pembuatan laporan dengan format dan jenis sesuai kebutuhan.

1.3     Triangulasi
1.      Perancangan
a.      Perancangan Aplikasi
Sesudah dilakukan analisis terhadap permasalahan yang ada dan pemecahan duduk masalah yang akan dilakukan, didapatkan perancangan solusi sebagai diberikut yang akan dijelaskan dalam sub kepingan ini. Perancangan solusi yang akan dilakukan dengan menggunakan tahap selanjutnya dari konsep TAS, kemudian dilanjutkan dengan tahap selanjutnya proses pengembangan sebuah proyek.
Aktivitas manual yang dihilangkan dari proses bisnis berjalan sebab sudah dikomputerisasi pada sistem yang gres yaitu mencetak hasil investigasi dari masing–masing alat investigasi di laboratorium dan melaksanakan entri hasil investigasi ke basis data laboratorium secara manual. Pada sistem yang baru, setiap mesin investigasi akan terhubung ke server dan komputer yang akan membaca hasil investigasi dari mesin tidak akan terhubung ke mesin pemeriksaan, melainkan terhubung ke server. melaluiataubersamaini solusi ini, data keluaran dari setiap mesin akan terintegrasi di server tanpa perlu melaksanakan input secara manual terhadap hasil dari masing-masing mesin investigasi di laboratorium.
Selain itu, pada proses yang baru, akan dimenambahkan beberapa fitur gres ibarat pengiriman hasil investigasi baik ke alamat yang dituju maupun melalui email dan SMS dari aplikasi. Solusi ini bertujuan untuk mempergampang proses untuk mendapat hasil pemeriksaan.
Sehingga pihak pengambil hasil investigasi tidak perlu hadir ke rumah sakit untuk mengambil hasil pemeriksaannya. Fitur lainnya yang dimenambahkan yaitu adanya modul login dan pencatatan penerapan peralatan medis serta pembuatan laporan yang dibutuhkan sesuai dengan fomat yang diinginkan stake holder.

b.      Spesifikasi Perangkat Keras, Perangkat Lunak dan Jaenteng
·         Spesifikasi Perangkat Keras
Perangkat keras yang dipakai berupa personalcomputer (PC) atau komputer yang sanggup mendukung jadwal Microsoft Visual Studio 2008, sebagai perangkat lunak utama untuk sanggup mengunakan aplikasi sistem informasi laboratorium RSKD ini dan Oracle 10g sebagai perangkat lunak untuk mengakses database yang dipakai sebagai media penyimpanan data pada aplikasi ini, ibarat pada Tabel 2.

·         Spesifikasi Piranti Lunak
Kebutuhan peranti lunak untuk menjalankan suatu aplikasi sistem informasi laboratorium Rumah Sakit Kanker Dharmis (RSKD) mencakup kebutuhan perangkat lunak pada server dan client. Kebutuhan tersebut yaitu Microsoft® Windows® 2000 Professional SP4. Sedangkan DBMS yang dipakai yaitu Oracle 10g.
·         Spesifikasi Jaenteng
Spesifikasi kebutuhan jaenteng yang diusulkan:
1.      Network Interface Card (NIC), sebagai networkcard yang dikenal dengan nama lain LAN Adapter, dipakai untuk memungkinkan komputer serverdapat terhubung dengan komputer lainnya melalui jaenteng, dalam hal ini yaitu komputer klien.
2.      Switch, dipakai sebagai penghubung komputer atau router pada suatu area terbatas, untuk mengatur kemudian lintas paket data dalam jaenteng.
3.      Topologi yang dipakai yaitu topologi star. Topologi star ialah bentuk topologi jaenteng yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna.

2.      Implementasi
Implementasi dari aplikasi gres yang sudah dibentuk akan sesuai dengan Gambar 1.

3.      Evaluasi
Evaluasi terhadap database yang dilakukan mencakup 5 kriteria yang sudah diuji-cobakan, yaitu Domain Integrity, Entity Integrity, References Integrity, Enterprise Constraint dan Security.
a.       Domain Integrity
Hasil dari penilaian Domain Integrity menunjukan bahwa tiruana tabel yang ada dalam database sudah dilakukan tes kemampuan dan pemahaman, ketiruananya sudah sanggup dilakukan dengan sempurna sebab setiap atributnya harus diisi dengan batasan yang sudah ditentukan sebelumnya.
b.      Entity Integrity
Hasil dari penilaian Entity Integrity menunjukan bahwa tiruana primary key pada setiap tabel tidak diperbolehkan untuk diisi dengan “NULL” value.
c.       References Integrity
Hasil dari penilaian References Integritymenunjukan bahwa tiruana foreign key pada setiap tabel yang mempunyai foreign key terhubung dengan tabel lain dengan menggunakan referential integrity menggunakan rules ondelete cascade, on update cascade, dimana kalau data pada suatu tabel dilakukan peng-update-an maka tabel lain juga akan ikut ter-update, sedangkan kalau data pada suatu tabel di-delete, maka data pada tabel lain yang terhubung melalui foreign key akan ikut ter-delete.
d.      Enterprise Constraint
Hasil dari penilaian Enterprise Constraintmenunjukan bahwa setiap data gres akan dientry ke dalam database yang sudah ada, maka akan dilakukan pengecekan terlebih lampau, dimana data gres yang akan diinput harus menyesuaikan constraint yang sudah dibuat, biar data tersebut tetap konsisten dengan data yang lainnya.
e.       Security
Hasil dari penilaian security menunjukan bahwa tiruana tabel yang sudah dilakukan tes kemampuan dan pemahaman, ketiruananya sudah sanggup berjalan sesuai dengan prosedur yang ditentukan. Yaitu dengan membagi hak jalan masuk jadwal sesuai tingkatan  atau level user.
Sedangkan kriteria penilaian terhadap aplikasi yang dilakukan yaitu untuk kriteria fungsionalitas. Hasil dari penilaian aplikasi mengatakan bahwa aplikasi gres sudah memenuhi kebutuhan pengguna dalam hal laporan acara operasional di laboratorium dan juga mempercepat pekerjaan dan mengurangi tingkat kesalahan dalam pendataan hasil pemeriksaan. melaluiataubersamaini sistem yang terkomputerisasi kini tidak terjadi lagi kesalahan dalam penyimpanan data hasil investigasi dan juga tidak dibutuhkan waktu untuk melaksanakan input hasil investigasi mesin secara manual sebab hasil investigasi sudah tersimpan secara otomatis ke dalam database.
Selain itu, aplikasi gres ini juga melaksanakan pencatatan terhadap penerapan peralatan sehingga pemakaian peralatan terdata dengan baik. Aplikasi gres juga melaksanakan pendataan terhadap sampel di laboratorium sehingga tidak terjadi lagi kesalahan identifikasi sampel dari pasien.
Adapun beberapa laba yang didapatkan dari penerapan barcode yaitu membuat proses pemasukkan data menjadi lebih cepat, tepat, dan akurat:
1.      Cepat: Barcode scanner sanggup membaca atau merekam data lebih cepat dibandingkan dengan melaksanakan proses input data secara manual
2.      Tepat: Teknologi barcode mempunyai ketepatan yang tinggi dalam pencarian data
3.      Akurat: Teknologi barcode mempunyai akurasi dan ketelitian yang sangat tinggi


BAB III
PENUTUP


A.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil penilaian skripsi yang sudah dilakukan, maka sanggup diambil beberapa kesimpulan sebagai diberikut :
1.      Mengintegrasikan output dari setiap mesin yang terdapat di laboratorium klinik RSKD. melaluiataubersamaini terintegrasinya tiruana mesin investigasi yang terdapat di laboratorium klinik RSKD, maka duduk masalah yang timbul akhir kesalahan input data secara manual sanggup dihilangkan. Hasil penilaian mengatakan kesalahan input yang terjadi dalam sistem yang usang sanggup ditekan menjadi 0 % dengan penerapan aplikasi gres ini.
2.      Identifikasi sampel menggunakan label barcode juga mengatasi permasalahan ibarat salah identifikasi sampel yang ada pada sistem usang yang sedang berjalan. Kesalahan dalam proses identifikasi sampel ini juga sanggup ditekan menjadi 0% dengan penerapan aplikasi gres ini. Adapun beberapa laba yang didapatkan dari penerapan barcode yaitu membuat proses pemasukkan data menjadi lebih cepat, tepat, dan akurat.
3.      Pendataan pengguna mesin pemeriksaan. melaluiataubersamaini adanya pendataan ini maka pengguna dari mesin investigasi sanggup dilakukan sebab setiap karyawan

B.     Saran
Berdasarkan Berikut ialah beberapa masukan yang didiberikan sebagai perbaikan dari Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Laboratorium Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD) dengan menggunakan TAS yaitu :
1.      Aplikasi sebaiknya bisa mengirimkan hasil investigasi berupa SMS ke beberapa nomor tujuan pada ketika yang sama.
2.      Meskipun data penerapan peralatan sudah ditampilkan dalam bentuk laporan, ada baiknya kalau data transaksi pengunaan peralatan medis juga ditampilkan pada aplikasi.
3.      Sistem login yang dipakai dalam aplikasi ini harus sanggup memonitor penerapan alat investigasi pada laboratorium klinik RSKD dengan efektif.
4.      Aplikasi sebaiknya mempunyai interface untuk melaksanakan pencarian hasil investigasi dengan mesin investigasi laboratorium


DAFTAR PUSTAKA



http://en.wikipedia.org/wiki/Laboratory_information_system.html

http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/20_152_InformatikaKedokteran.pdf/20_152 _InformatikaKedokteran.html

Brown.2008. Implementing SOA: Total Architecture in Practice. Addison Wesley Proffesional, United States of America.
                           
http://www.bpmsoftwarepnmsoft.com/what_is_bpm.html

http://www.bptrends.com/publicationfiles/05-06-WP-BPMProcessPatterns-Atwood1.pdf

Jacobson Ivar, et al. 1999. The Unified Modeling Language Reference Manual. Addison-Wesley.

Connolly Thomas M. and Carolyn Begg. 2005. Database System : A Practical Approach to Design, Implementation, and Management. Fourth Edition. Addison Wesley Inc, United States of America.

http://en.wikipedia.org/wiki/Object-oriented_programming.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Barcode.html
http://en.wikipedia.org/wiki/EAN-13.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Star_topology.html
http://en.wikipedia.org/wiki/AT_command#GSM.html
http://cipkomputer.indonetwork.co.id/group+25923/kabel-data-motorola.htm

Selengkapnya Klik DOWNLOAD
Radiasi Benda Hitam (Power Point)

Radiasi Benda Hitam (Power Point)

RADIASI BENDA HITAM
Beberapa Pengamatan
         setiap benda akan memancarkan cahaya bila digerahkan, rujukan besi yang digerahkan
         warna yang terpancar tidak bergantung pada jenis materi atau warna asalnya, melainkan pada temperaturnya semata
         di samping cahaya tampak, benda tersebut juga memancarkan radiasi infra merah

Beberapa Pengamatan
         radiasi juga tetap terjadi bila benda yang dipakai berwarna hitam (mis: karbon)
         radiasi gres melemah jikalau benda didinginkan hingga mendekati temperatur mutlak (0 kelvin)

Beberapa Pengamatan Lebih Jauh
         radiasi cahaya tampak spesialuntuk ialah bab kecil saja dari radiasi keseluruhan
         terdapat suatu maksima /Enrgi maksimum untuk setiap temperatur bahan, yang mempunyai panjang gelombang yang di sebut panjang gelombang maksimum  lmaks   

Hukum Pergeseran Wien
         W. Wien merumuskan bahwa terjadi pergeseran maksima lmaks sesuai perumusan lmaks T = 2.898 x10-3 m K = konstanta Wien =C atau lmaks= korelasi di atas dikenal sebagai aturan pergeseran Wien

INTENSITAS RADIASI BENDA
         Intensitas radiasi yang dipancarkanoleh suatu benda memenuhi aturan Stevan Boltzman yaitu :
         I = esT
         P = esT  A
         E= W = esT  A t
Dimana:I= intensitas radiasi( watt/m²). P = daya radiasi ( watt). E=W= Energi radiasi ( joule). e = emisivitas benda /warna benda untuk benda hitam sepurna e=1. s = konstanta stevan boltzman. T= suhu (K). A= luas (m²) dan t= waktu ( s)

Teori Kwantum Planck
Berdasarkan teori kwantum planck, atom-atom logam, ibarat pada benda hitam berperilaku sebagai osilator gelombang elektromagnetik yakni ialah :
  1. Gelombang transversal
  2. Diskontinew/ terputus-putus
  3. Terdiri dari paket-paket energi/ kwantum energi ( foton )
  4. Bergerak lurus dengan kecepatan  konstan ( c = 3. 10  m/s)
  5. Besar energi foton spesialuntuk bergantung pada frekwensi gelombang Elektromagnetik ( f ) shg didapat hub. E= n h f dimana E= energi (J), n = bil. Kwantum, h = konstanta planck = 6,625. 10‾   Js dan f = frekwensi ( Hz )
Efek Fotolistrik
         Cahaya tampak dikenal sebagai salah satu bab dari radiasi gelombang EM
         P. Lenard (1902) melaksanakan percobaan yang menerangkan bahwa gelombang cahaya mempunyai sifat ibarat partikel
         A. Einstein (1905) mengemukakan teori efek fotolistrik
         partikel pembawa energi disebut foton

Selengkapnya Klik DOWNLOAD