Rabu, 19 September 2018

Pengembangan Dan Penerapan Sistem Isu Di Perusahaan

Pengembangan dan Penerapan Sistem Informasi di Perusahaan.

misal: PT Kokoh Inti Arebama
Penerapan sistem isu terintegrasi di suatu perusahaan tidaklah segampang yang dibayangkan, terlebih di Indonesia dengan tingkat pembajakan software yang begitu tinggi mengakibatkan orang memandang software yakni suatu produk yang sangat murah. Oleh alasannya yakni itu kalau suatu perusahaan ingin membuat suatu sistem isu terintegrasi biasanya mereka akan terkejut dengan harganya yang dianggap terlalu mahal dan segera membatalkan rencana tersebut, walaupun gotong royong tingkat efisiensi yang akan diperoleh akan jauh lebih tinggi dibandingkan biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan sebuah sistem.
Selain itu masih banyak perusahaan-perusahaan, terutama yang belum menerapkan ISO, tidak mempunyai bisnis proses yang baku. Masih banyak terjadi, dimana satu karyawan mempunyai pekerjaan rangkap di beberapa divisi yang tidak sama, terutama pada perusahaan keluarga dimana hampir seluruh keputusan diambil oleh satu orang saja, hal ini mengakibatkan sistem isu tidak sanggup diterapkan. Biasanya dalam penerapan suatu sistem informasi, langkah pertama yakni menganalisa ataupun memperbaiki bisnis proses yang sudah ada semoga menjadi lebih baik. Oleh alasannya yakni itu diharapkan seorang pimpinan perusahaan yang open minded, yang sanggup mendapatkan perkembangan teknologi, yang mempunyai visi misi perusahaan untuk terus berkembang. Hal inilah yang ialah modal dasar dalam penerapan sistem informasi, tanpa adanya hal tersebut, hasil terbaik tidak akan sanggup didapat walaupun banyak biaya yang sudah dikeluarkan dan banyak hal yang sudah dikorbankan.
Faktor lebih banyak didominasi lain yang menjadi penghalang yakni user, para karyawan, terutama generasi bau tanah yang sudah terbiasa melaksanakan pekerjaan secara manual secara bertahun-tahun. Mereka sangat susah mendapatkan sistem gres yang akan diterapkan. Terlebih banyak diantara mereka yang “gaptek” dimana hampir tidak pernah bersentuhan dengan komputer. Hal ini akan mengakibatkan ketakutan pada diri mereka kalau sistem isu diterapkan, mereka tidak sanggup berbuat apa-apa dan menjadi tersingkir. Peran user terbesar yakni ketika sistem isu selesai dibentuk dan akan disosialiasikan. Kebanyakan perusahaan spesialuntuk memikirkan biaya pembuatan sistem isu saja, padahal biaya untuk sosialisasi sistem biasa jauh lebih besar daripada biaya pembuatannya. Mayoritas user pada dikala sosialisasi akan mencoba menghindar dan menolak dengan aneka macam alasan menyerupai sibuk, tidak mengerti, nanti saja dll. Oleh alasannya yakni itu diharapkan tindakan tegas dan teladan dari segenap direksi dan pimpinan manajerial untuk menerapkan sistem isu secara menyeluruh, bahkan banyak perusahaan yang menerapkan ”jika tidak mau memakai sistem baru, silahkan mengundurkan diri”. melaluiataubersamaini adanya dorongan menyerupai ini maka mau tidak mau user akan memakai sistem isu tersebut dan sistem isu akan menjadi mempunyai kegunaan bagi perusahaan, alasannya yakni sebaik-baiknya suatu sistem informasi, kalau tidak digunakan akan sia-sia belaka.
misal:
Guna mendukung ambisi menjadi biro materi bangunan terbesar di Indonesia, PT Kokoh Inti Arebama mengganti sistem TI inti buatan sendiri dengan aplikasi dari vendor besar. Awalnya sistem yang dibangun sendiri ialah sistem yang sederhana dan korelasi antar cabangnya belum tersambung secara online. Tetapi seiring dengan kebutuhan yang semakin besar, maka mereka memutuskan untuk mencari suatu sistem yang sanggup memenuhi kebutuhan dari sisi kontrol internal, serta isu yang cepat dan akurat bagi manajemen. Sesudah melaksanakan benchmarking dengan perusahaan lain yang sejenis, dan mengundang vendor solusi IT (SAP, Oracle dan Microsoft), kesudahannya diputuskan untuk memakai solusi dari Microsoft. Karena solusi dari Microsoft ini dinilai cukup sesuai dengan kebutuhan dan sistem ini user-friendly.
Implementasi sistem ERP ini mempunyai samasukan yaitu pengintegrasian antara sistem logistik dengan sistem manajemen penjualan, pemamasukan dan keuangan dan mengintegrasikan cabang-cabangnya. Dalam pengimplementasiannya tidak ada problem dari para karyawan alasannya yakni sistemnya yang sudah user-friendly, lagipula mereka juga sudah mengantisipasi kemungkinan yang sanggup menghambat menyerupai melaksanakan pendekatan antara lain dengan pemdiberian derma secara top-down ke tiruana jajaran operasional; mengadakan prapetes bagi kepala cabang dan manajemen sebelum dilakukan petes untuk end-user; serta melaksanakan demo aplikasi ke seluruh user di cabang melalui kepala cabang.
Secara keseluruhan, melalui implementasi sistem ERP ini diharapkan tercipta suatu sistem kontrol yang baik dari pusat ke cabang. Karena segala sesuatunya sanggup dimonitor dari pusat secara online dan real time melalui layar komputer. Melalui contoh tersentralisasi ini, kantor pusat sanggup memantau jenis barang yang dijual, kondisi stok barang sampai pemdiberian kredit ke pelanggan, serta pembuatan laporan keuangan menjadi lebih cepat. Dari sisi efisiensi, adanya peningkatan menyerupai waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan keputusan menjadi lebih cepat alasannya yakni pelaporan dari cabang/gudang lebih cepat dan sanggup dipantau secara eksklusif dari layar komputer.

Adapun rencana ke depannya dari PT Kokoh Inti Arebama ini yakni untuk Go Public. Untuk mendukung rencana tersebut, mereka terus melaksanakan pembenahan infrastruktunya menyerupai implementasi aplikasi bergerak lewat PDA, memakai aplikasi Sales Force Automation, memanfaatkan sistem Business Inteligence oleh manajemen untuk kebutuhan tren analisis dan pengambilan keputusan, penerapan teknologi RFID di gudang untuk mempergampang manajemen di sistem, dan integrasi B2B dengan rekan kerjanya dan pelanggannya dengan penerapan jaenteng Internet untuk pemesanan barang. (SWA No. 26/XXIII/ 6-18 DESEMBER 2007)

Artikel Terkait

Pengembangan Dan Penerapan Sistem Isu Di Perusahaan
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email