Kamis, 20 September 2018

Makalah Penilaian Pendidikan Lengkap - Teknik Non Tes (Observasi,Interview, Question Have, Documentary Analisis, Sosiometri)


BAB I

PENDAHULUAN


Secara formal, pendidikan diselengarakan disekolah. Hal itu sering sering dikenal dengan pengajaran dimana proses berguru mengajar yang melibatkan banyak factor baik pengajar, pelajar, bahan/materi, kemudahan maupun lingkungan. Pengajaran dilaksanakan tidak spesialuntuk untuk kesenangan atau bersifat mekanis saja tetapi mempunyai misi atau tujuan bersama. Dalam perjuangan untuk mencapai misi dan tujuan itu perlu diketahui apakah perjuangan yang dialakukan sudah sesuai dengan tujuan? Jika iya, sudah sejauh mana ditempuh? Apakah anak didiknya engalami kemunduran didalam berguru atau peningkatan, dan kalau mengalami kemunduran apakah penyebabnya?

Oleh lantaran timbulnya pertanyaan-pertabyaan itu,maka dari itulah kami menyajikan beberapa hal ihwal salah satu metode dan alat penilaian yang sanggup dipakai dalam penilaian terhadap anak didik, baik itu ihwal kemampuan belajar, sikap, keterampilan, sifat, bakat, minat dan kepribadian. Adapun metode yang akan dijelaskan dalam makalah ini ialah metode nontes. Salah satu metode yang sangat memmenolong dalam penilaian terhadap hal-hal yang bersangkutan dengan siswa.



BAB II

PEMBAHASAN


A.   Pengertian Tehnik Nontes

Tehnik penilaian nontes berarti melaksanakan penilain dengan tidak mengunakan tes. Tehnik penilaian ini umumnya untuk menilai kepribadian anak secara menyeluruh meliputi sikap, tingkah laku, sifat, perilaku sosial, ucapan, riwayat hidup dan lain-lain. Yang bekerjasama dengan kegiatan berguru dalam pendidikan, baik secara individu maupun secara kelompok.

Keberhasilan siswa dalam proses belajar-mengajar tidak sanggup diukur dengan alat tes. Sebab masih banyak aspek-aspek kemampuan siswa yang susah diukur secara kuantitatif dan meliputi beberapa aspek adilitas contohnya aspek efektif psikomotor.



  1. Penggolongan Tehnik Nontes

1)      Observasi

Observasi ialah suatu pengamatan pribadi terhadap siswa dengan memperhatikan tingkah lakuya. Secara umum observasi ialah cara menghimpun bahan-bahan keterangan (data) yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan samasukan pengamatan.

Observasi sanggup dilakukan pada membuatkan daerah contohnya kelas pada waktu pelajaran, dihalaman sekolah pada waktu bermain, dilapangan pada waktu anakdidik olah raga, upacara dan lain-lain.


a. Teknik dan Tujuan Observasi

Menurut cara dan tujuannya observasi sanggup dibedakan menjadi 3 macam:

1)      Observasi partisipatif dan nonpartisipatif

Observasi partisipatif ialah observasi dimana orang yang mengobservasi (observer) ikut ambil penggalan alam kegiatan yang dilakukan oleh objek yang diamatinya. Sedangkan observasi nonpartisipatif, observasi tidak mengambil penggalan dalam kegiatan yang dilakukan oleh objeknya. Atau evaluator berada “diluar garis” seperti sebagai penonton belaka. misal observasi partisipatif : Misalnya guru mengamati setiap anak. Kalau observasi nonpartisipatif, guru spesialuntuk sebagai pengamat, dan tidak ikut bermain.

2)      Observasi sistematis dan observasi nonsitematis

Observasi sistematis ialah observasi yang sebelum dilakukan, observer sudah mengatur sruktur yang meliputi kategori atau kriteria, persoalan yang akan diamati

Sedangkan observasi nonsistematis yaitu apabila dalam pengamatan tidak terdapat stuktur ketegori yang akan diamati.

misal observasi sistematis contohnya guru yang sedang mngamati bawah umur menanam bunga. Disini sebelum guru melaksanakan observasi sudah membuat kategori-kategori yang akan diamati, contohnya perihal: kerajinan, kesiapan, kedisiplinan, ketangkasan, kerjasama dan kemembersihkanan. Kemudian ketegori-kategori itu dicocokkan dengan tingkah laris anakdidik dalam menanam bunga.

Kalau observasi nonsistematis maka guru tidak membuat kategori-kategori diatas, tetapi pribadi mengamati anak yang sedang menanam bunga.

3)      Observasi Eksperimental

Observasi eksperimental ialah observasi yang dilakukan secara nonpartisipatif tetapi sistematis. Tujuannya untuk mengetahui atau melihat perubahan, gejala-gejala sebagai jawaban dari situasi yang sengaja diadakan.

Sebagai alat penilaian , observasi dipakai untuk:

a)      Menilai minat, perilaku dan nilai yang terkandung dalam diri siswa.

b)      Melihat proses kegiatan yang dilakukan oleh siswa maupun kelompok.

c)      Suatu tes essay / obyektif tidak sanggup menandakan seberapa kemampuan siswa sanggup menerangkan pendapatnya secara lisan, dalam bekerja kelompok dan juga kemampuan siswa dalam mengumpulkan data


b. Sifat Observasi

Observasi yang baik dan tepat harus memilki sifat-sifat tertentu yaitu:

1.      Hanya dilakukan sesuai dengan tujuan pengajaran

2.      Direncanakan secara sistematis

3.      Hasilnya dicatat dan diolah sesuai dengan tujuan

4.      Dapat diperika validitas, rehabilitas dan ketelitiaanya.


c. Kebaikan dan Kelemahan Observasi

Observasi sebagai alat penilain nontes, mempunyai beberapa kebaikan, antara lain:

1.   Observasi sanggup memperoleh data sebagai aspek tingkah laris anak.

2.  Dalam observasi memungkinkan pencatatan yang serempak dengan terjadinya suatu tanda-tanda atau insiden yang penting

3.  Observasi sanggup dilakukan untuk melengkapi dan mencek data yang diperoleh dari metode lain, contohnya wawancara atau angket

4.  Observer tidak perlu mengunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan objek yang diamati, kalaupun menggunakan, maka spesialuntuk sebentar dan tidak pribadi memegang peran. Selain laba diatas, observer juga mempunyai beberapa kelemahan


Kelemahan observasi:

1.Observer tiidak sanggup mengungkapkan kehidupan pribadi seseorag yang sangat dirahasiakan. Apabila seseorang yang diamati sengaja merahasiakan kehidupannya maka tidak sanggup diketahui dengan observasi. Misalnya mengamati anak yang menyayi, beliau kelihatan gembira, lincah . Tetapi belum tentu hatinya gembira, dan bahagia. Mungkin sebaliknya, beliau sedih dan sedih tetapi dirahasiakan.

2.Apabila si objek yang diobservasikan mengetahui kalau sedang diobservasi maka tidak tidak mungkin tingkah lakunya dibuat-buat, semoga observer merasa senang.

3. Observer banyak tergantung kepada faktor-faktor yang tidak sanggup dapat dikontrol sebelumya.


d. Alat Pencatat Observasi

Agar hasil observasi sanggup dikumpulkan dengan baik maka sebelumnya guru harus menyiapkan alat untuk observasi yaitu:

1.Catatan Anekdot (Anecdotal Record)

Yaitu catatan khusus terkena hasil pengamatan ihwal tingkah laris anak yang dianggap penting (istimewa). Catatan guakdot ini ada dua macam yaitu guakdot insidental, dipakai untuk mencatat insiden yang terjadi sewaktu-waktu, tidak terus-menerus. Sedangkan catatan guakdot periodik dipakai untuk mencatat insiden tertentu yang terjadi secara insedental dalam suatu periode tertentu. Catatan guakdot mempunyai kegunaan dalam melaksanakan observasi trerhadap tingkah laris anak. Kegunaanya untuk memperoleh pemahaman yang lebih tepat ihwal anakdidik sebagai individu yang kompleks, memperoleh pemahaman ihwal sebab-sebab dari suatu problema yang dihadapinya, dan sanggup dijadikan dasar utuk pemecahan persoalan anak dalam belajar.

2.Daftar cek (Check Lish)

   Daftar cek ialah sebuah catatan tertulis yang meliputi kemungkinan jawabanan yang dipilih, dengan tinggal membubuhkan sebuah tanda pada kemungkinan jawabanan yang benar. Dalam bentuk daftar cek, tiruana tingkah laku, perilaku yang diobservasi dijabarkan dalam suatu daftar.

3.Skala Penilaian (Rating Scale)

   Dalam skala penilaian, tingkah laku, perilaku yang diobservasikan dijabarkan dalam bentuk skala.

2)      Wawancara (Interview)

Wawancara ialah suatu tehnik penilain yang dilakukan dengan jalan percakapan (dialog) baik secara pribadi (face to pace relition) secara pribadi apabila wawancara itu dilakukan kepada orang lain contohnya kepada orang tuannya atau kepada kawanya. Keberhasilan wawancara sebagai alat penilaian sangat dipengaruhi oleh beberapa hal :

a.       Hubungan baik pewawancara dengan anak yang diwawancarai. Dalam hal ini hendaknya pewawancara sanggup menyesuikan diri dengan orang yang diwawancarai

b.      Keterampilan pewawancara

Keterampilan pewawancara sangat besar pengaruhnya terhadap hasil wawancara yang dilakukan, lantaran guru perlu melatih diri semoga meiliki keterampilan dalam melaksanakan wawancara.

c.       Pedoman wawancara

Keberhasilan wawancara juga sangat dipengaruhi oleh pedoman yang dibentuk oleh guru sebelum guru melaksanakan wawancara harus membuat pedoman-pedoman secara terperinci, ihwal pertanyaan yang akan diajukan.

Keuntungan dan kelemahan wawancara


Keuntungan wawancara yaitu :

1.Wawancara sanggup mempersembahkan keterangan keadan pribadi hal ini tergantung pada korelasi baik antara pewawancara dengan objek

2.Wawancara sanggup dilaksanakan untuk setiap umur dan simpel dalam pelaksaannya

3.Wawancara sanggup dilaksanakan serempak dengan observasi

4.Data ihwal keadaan individu lebih banyak diperoleh dan lebih tepat dibandingkan dengan observasi dan angket.

5.Wawancara sanggup menjadikan korelasi yang baik antara si pewawancara dengan objek.

Sedangkan Kelemahan wawancara sebagai alat penilain


a.   Keberhasilan wawancara sanggup dipengaruhi oleh kesediaan, kemampuan individu yang diwawancarai

b.     Kelancaran wawancara sanggup dipengaruhi oleh keadaan sekitar pelaksaan wawancara

c.     Wawancara menuntut penguasaan bahasa yang baik dan tepat dari pewawancara

d.     Adanya imbas subjektif dari pewawancara sanggup mempengaruhi hasil wawancara


Ada dua jenis wawancara yang sanggup pergunakan sebagai alat evaluasi, yaitu:

a.Wawancara terpimpin (Guided Interview) yang juga sering dikenal dengan istilah wawancara berstruktur (Structured Interview) atau wawancara sistematis (Systematic Interview).

b.Wawancara tidak terpimpin (Un-Guided Interview) yang sering dikenal dengan istilah wawancata sederhana (Simple Interview) atau wawancara tidak sistematis (Non-Systematic Interview), atau wawancara bebas.


Hal-hal yang perlu diperhatikan didalam guru sebagai pewawancara yaitu:[4]

a. Guru yang akan mengadakan wawancara harus mempunyai back ground ihwal apa yang akan ditanyakan

b.Guru harus menjalankan wawancara dengan baik ihwal maksud wawancara tersebut

c. Harus menjaga korelasi yang baik

d.Guru harus mempunyai sifat yang sanggup dipercaya

e. Pertanyaan hendaknya dilakukan dengan hati-hati, teliti dan kalimatnya jelas

f.  Hindarkan hal-hal yang sanggup mengganggu jalannya wawancara

g. Guru harus mengunakan bahasa sesuai kemampuan siswa yang menjadi sumber data

h. Hindari kevakuman pembicaraan yang terlalu lama

i.   Guru harus mengobrol dalam wawancara

j.  Batasi waktu wawancara

k.Hindari penonjolan saya dari guru


3)      Angket (Questionave)

Pada dasarnya angket ialah sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh orang yang akan diukur (responden)

Pada umumnya tujuan penerapan anngket atau kuesioner dalam proses pembelajaran terutama ialah untuk memperoleh data terkena latar belakang akseptor didik sebagai salah satu materi dalam menganalisis tingkah laris dan proses berguru mereka.

Angket sebagai alat penilaian nontes sanggup dilaksanakan secara pribadi maupun secara tidak langsung. Dilaksanakan secara pribadi apabila angket itu didiberikan kepada anak yang dinilai atau dimintai keterangan sedangkan dilaksanakan secara tidak pribadi apabila nagket itu didiberikan kepada orang untuk dimintai keterangan ihwal keadaan orang lain. Misalnya didiberikan kepada orangtuanya, atau didiberikan kepada kawannya.

Ditinjau dari strukturnya, angket sanggup dibagi menadi 2 macam, yaitu angket berstuktur dan angket tidak berstuktur. Angket berstuktur ialah angket yang bersifat tegas, jelas, dengan model pertanyan yang terbatas, singkat dan membutuhkan jawabanan tegas dan terbatas pula. Sedangkan angket tidak berstruktur ialah angket yang membutuhkan jawabanan uraian panjang, dari anak, dan bebas. Yang biasanya anak dituntut untuk memdiberi penjelasan-penjelasan, alasan-alasan terbuka.

Angket sebagai alat penilaian terhadap perilaku tingkah laku, bakat, kemampuan, minat anak, mempunyai beberapa kelebihan dan kelemahan. Kelebihan angket antara lain:


a)      melaluiataubersamaini angket kita sanggup memperoleh data dari sejumlah anak yang banyak yang spesialuntuk membutuhkan waktu yang sigkat.

b)      Setiap anak sanggup memperoleh sejumlah pertanyaan yang sama

c)      melaluiataubersamaini angket anak imbas subjektif dari guru sanggup dihindarkan


Sedangkan kelemahan angket, antara lain:

a)      Pertanyaan yang didiberikan melalui angket ialah terbatas, sehingga apabila ada hal-hal yang kurang terang maka susah untuk diterangkan kembali

b)      Kadang-kadang pertanyaan yang didiberikan tidak dijawaban oleh tiruana anak, atau mungkin dijawaban tetapi tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Karena anak merasa bebas menjawaban dan tidak diawasi secara mendetail.

c)      Ada kemungkinan angket yang didiberikan tidak sanggup dikumpulkan tiruana, alasannya banyak anak yang merasa kurang perlu hasil dari angket yang diterima, sehingga tidak mempersembahkan kembali angketnya.


4). Pemeriksaan Dokumen (Ducumentary Analisis)

            Evaluasi terkena kemajuan, perkembangan atau keberhasilan berguru akseptor didik tanpa menguji (tehnik nontes) juga sanggup dilengkapi atau diperkaya dengan cara melaksanakan pemerikasaan terhadap dokumen-dokumen; contohnya dokumen yang memuat infomasi terkena riwayat hidup (auto biography).

      Riwayat hidup ialah citra ihwal keadaan seseorang selama dalam masa kehidupannya. melaluiataubersamaini mempelajari riwayat hidup, maka subjek penilaian akan sanggup menarikdanunik suatu kesimpulan ihwal kepribadian kebiasaan atau perilaku dari obyek yang dinilai.

      Berbagai informasi, baik terkena akseptor didik, orangtua dan lingkungannya itu bukan tidak mungkin pada saat-saat tertentu sangat dibutuhkan sebagai materi aksesori bagi pendidik dalam melaksanakan penilaian hasil berguru terhadap akseptor didik.


5)   Sosiometri

      Sosiometri ialah suatu penilaian untuk menentukan contoh pertalian dan kedudukan seseorang dalam suatu kelompok. Sehnggga sosiometri ialah alat yag tepat untuk menilai korelasi sosial dan tingkah laris sosial dari anakdidik-anakdidik dalam suatu kelas, yang meliputi stuktur korelasi individu, susunan antar individu dan arah ubungan sosial. Sehingga dengan demikian seorang guru sanggup mengetahui bagaimana keadaan korelasi social dari tiap-tiap anak dalam suatu kelompok atau kelas.


      Langkah yang ditempuh guru dalam sosiometri ada 3 yaitu:

a)      Langkah pemilihan kawan

Disini guru menyuruh tiruana anakdidik untuk menentukan kawan-kawannya yang disenangi secara berurutan sebanyak satu atau dua anak. Dalam menentukan anak perlu disebutkan alasan mengapa harus menentukan mitra itu.

misal:

Nama   : Tono

Kelas   : IIIA

Teman yang saya pilih:

1. Candra         Karena aktif berguru dan pandai

2. Sumarsono   Karena tegas dalam berbicara

3. Nunung        Karena penurut

b)      Langkah pertabelan

Guru membuat tabel dalam materi tes sosiomentri dari data yang sudah diperoleh dalam langkah pemilihan kawan.

Misalnya setiap anak mempunyai 2 dari 6 orang










































Dipilih

Pemilih


Andi

Ani

Ana

Susi

Sandi

Anto


Andi




1


1




Ani



1


1

Ana




2


2

1

Susi



2





1

Sandi





2



2

Anto







2

Pilihan I

2

2

1

1

-

-

Pilihan II

-

-

2

1

2

1

Jumlah

2

2

3

2

2

1


c)      Langkah Pembuatan Gambar (Sosiogram)

Dari data yang sudah kita buat dalam metrik sosiometri, sanggup pula kita buat sebuah peta atau sosiogram. Dalam pembuatan sosiogram usahakan anak yang paling banyak dipilih diletakan ditengah-tengah, semoga sanggup simpel diketahui siapa yang paling banyak dipilih.

      melaluiataubersamaini melihat hasil sosiometri kita sanggup mengetahui bagaimana kedudukan dan korelasi sosial dari masing-masing anak dalam kelompok. Sehingga hasil dari sosiogram ini sanggup dibentuk pertimbangan untuk menilai perilaku sosial anak dan kepribadiannya dalam kelompok.

Sosiometri sebagai alat penilaian nontes sangat berkhasiat bagi guru dalam beberapa hal, antara lain:

a)      Untuk pembentukan kelompok dalam menentukan kelompok kerja (pertolongan tugas)

b)      Untuk pengarahan dinamika kelompok

c)      Untuk memperbaiki korelasi individu dalam kelompok dan memdiberi bimbingan kepada setiap anak.


Dari uraian tersebut diatas dapatlah dipahami, bahwa dalam rangka hasil penilaian hasil berguru akseptor didik, penilaian tidak harus semata-mata dilakukan denan mengunakan alat berupa tes-tes hasil belajar. Teknik-metode nontes juga menempati kedudukan yang penting dalam rangka penilaian hasil belajar, lebih-lebih penilaian yang bekerjasama dengan kondisi kejiwaan akseptor didik, menyerupai persepsinya terhadap guru, minatnya, bakatnya, tingkah laris atau sikapnya, dan sebagainya, yang ketiruanannya itu tidak mungkin dievaluasi dengan mengunakan tes sebagai alat pengukurnya.



BAB III

KESIMPULAN


Teknik penilaian nontes berarti melaksanakan penilaian dengan tidak mengunakan te. Tehnik peniaian ini umunya untuk menilai keperibadian anak ecara  menyeluruh meliputi sikap, tingkah laku, sifat, perilaku sosialucapan, riwayat hidup dan lain-lain yang bekerjasama dengan kegiatan elajar dalam pendidkan baik individual maupun secara kelompok.

Penggolongan tehnik nontes


  1. Observasi (pengamatan)

Observasi sanggup dibedakan menjadi 3 macam:

A.     Observasi Partisipatif dan nonpartisipatif

B.     Observasi sistematis dan Nonsistematis

C.     Observasi eksperimental


  1. Wawancara (interview)

Ada 2 jenis wawancara yang sanggup dipergunakan sebagai alat evaluasi. Yaitu:

A.     Wawancara terpimpin

B.     Wawancara tidak terpimpin


  1. Angket (Questionave)

Ditinjau daru stukturnya angket sanggup dibagi menjadi 2 macam:

A.     Angket berstuktur

B.     Angket tidak berstruktur


  1. Pemeriksaan Dokumen (Dukomentary Analisis)

  2. Sosiometri

Langkah yang ditempuh guru dalam sosiometri ada 3 yaitu:

A.     Langkah penilaian kawan

B.     Langkah pertabelan

C.     Langkah pembuatan gambar



DAFTAR PUSTAKA

Ariteunto,Suharsimi. 1993. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.

Daryanto. 2001. Evaluasi Pendidkan. Jakarta : PT. Rineka Cipta

Sudijono, Anas. 2005. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : PT. Raja Grafindo.

Sutomo. 1985. Teknik Penilaian Pendidikan. Surabaya : PT. Bina Ilmu



Slamela. 1988. Evaluasi Pendidikan.Jakarta : PT. Bina Aksara Selengkapnya Klik : DOWNLOAD


Artikel Terkait

Makalah Penilaian Pendidikan Lengkap - Teknik Non Tes (Observasi,Interview, Question Have, Documentary Analisis, Sosiometri)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email